Tag Archives: *** Imunologi Dasar

3 Penyakit yang berhubungan dengan Sitokin

3 Penyakit yang berhubungan dengan Sitokin Penyakit keseimbangan Th1-Th2 Subset sel Th1-Th2 saling berpengaruh dan diantara kedua subset ada regulasi silang. Contohnya adalah mengenai adanya reaksi silang sitokin adalah lepra yangdisebabkan M.Lepra, patogen intraselular yang bertahan hidup dalam fagosom makrofag. Syok Septik Gangguan dalam jaring regulator kompleks yang mengatur ekspersi sitokin dan reseptornya dapat menimbulkan sejumlah penyakit seperti renjatan septik

Baca selengkapnya

Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik

Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel

Baca selengkapnya

Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik

Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik Respons imun nonspesifik dini yang penting terhadap virus dan bakteri  berupa sekresi sitokin yang diperlukan untuk fungsi banyak sel efektor. Interaksi antigen dan makrofag dan yang menimbulkan aktivasi Th menimbulkan pelepasan sejumlah sitokin dan menimbulkan jaring interaksi kompleks dalam respons imun. Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik TNF (Tumor Necrosis Factor) TNF merupakan sitokin utama pada

Baca selengkapnya

Fungsi Sitokin

Fungsi Sitokin   Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel dari sistem

Baca selengkapnya

Sifat dan Ciri Sitokin

Sifat dan Ciri Sitokin   Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel

Baca selengkapnya

6 Jenis dan Fungsi Interleukin

6 Jenis dan Fungsi Interleukin Interleukin adalah salah satu dari beberapa limfokin yang mempromosikan makrofag dan sel T pembunuh dan sel B dan komponen lain dari sistem kekebalantubuh. Interleukin merupakan kelompok sitokin ( disekresi hormon ) yangpertama kali diekspresikan oleh sel darah putih (leukosit). Interleukin jangka berasal dari (antar) sebagai “sarana komunikasi”, dan (leukin) berasal dari fakta bahwa banyak dari

Baca selengkapnya

Penyakit Disebabkan Antibodi dan kompleks Antigen-Antibodi Hipersensitifitas Tipe II-III

Penyakit Disebabkan Antibodi dan kompleks Antigen-Antibodi Hipersensitifitas Tipe II-III Antibodi terhadap antigen sel dan jaringan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan penyakit (reaksi hipersensitivitas tipe II). Antibodi IgG dan IgM yang berikatan pada antigen sel atau jarinagn menstimulasi fagositosis sel-sel tersebut, menyebabkan reaksi inflamasi,  aktivasi komplemen menyebabkan sel lisis dan fragmen komplemen dapat menarik sel inflamasi ke tempat terjadinya reaksi, juga

Baca selengkapnya

3 Mekanisme Regulasi Respon Imun

3 Mekanisme Regulasi Respon Imun Setelah antigen dapat dieliminasi, maka agar tidak terjadi aktivasi sistem imun yang tak terkendali, maka diperlukan adanya regulasi respons imun. Ada 3 macam mekanisme tubuh untuk meregulasi respons imun yang sudah terjadi. Regulasi oleh antibodi yang terbentuk Antibodi yang terbentuk akibat paparan antigen dapat mempengaruhi produksi antibodi selanjutnya. Pada waktu kadar antibodi masih rendah, yaitu

Baca selengkapnya