September 29, 2022

ALERGI IMUNOLOGI ONLINE

THE SCIENCE OF ALLERGY AND IMMUNOLOGY : Info Alergi Imunologi Pada Bayi, Anak, Dewasa dan Lansia Oleh Dokter Indonesia Online

REVIEW OBAT ALERGI: JENIS ANTIHISTAMIN Dan Dosisnya

9 min read
Advertisements
Advertisements
Spread the love

REVIEW OBAT ALERGI: JENIS ANTIHISTAMIN Dan Dosisnya

Antihistamin adalah obat atau komponen obat yang berfungsi untuk menghalangi kerja zat histamin dan dipakai khususnya untuk mengobati alergi. Antihistamin biasa digunakan untuk mengobati rhinitis, alergi musiman, reaksi alergi akibat sengatan serangga, pruritus dengan gejala gatal, dan urtikaria atau biduran, alergi mata, dan alergi makanan. Selain itu, antihistamin juga bisa digunakan sebagai obat darurat untuk mengatasi anafilaksis (anafilaktik) atau reaksi alergi yang tergolong berat dan mematikan. Tidak hanya alergi, antihistamin juga kerap digunakan untuk mengatasi gejala mual atau muntah yang biasanya diakibatkan oleh mabuk kendaraan.

Antihistamin adalah kelompok obat yang digunakan untuk meredakan keluhan atau gejala akibat reaksi alergi, misalnya pada rhinitis alergi atau urtikaria.  Selain itu, beberapa jenis antihistamin juga bisa digunakan untuk meredakan mual atau muntah, terutama akibat mabuk perjalanan. Antihistamin bekerja dengan cara menghambat kerja dan jumlah histamin. Histamin merupakan satu zat kimia yang akan menimbulkan munculnya reaksi alergi, saat seseorang yang alergi terpapar zat pemicu alergi (alergen). Dengan begitu, gejala akibat reaksi alergi bisa mereda

Antihistamin bekerja dengan cara memblokir zat histamin yang diproduksi tubuh. Sebenarnya zat histamin berfungsi melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh. Ketika histamin melakukan perlawanan, tubuh akan mengalami peradangan. Namun pada orang yang mengalami alergi, kinerja histamin menjadi kacau karena zat kimia ini tidak lagi bisa membedakan objek yang berbahaya dan objek yang tidak berbahaya bagi tubuh, misalnya debu, bulu binatang, atau makanan. Alhasil, tubuh tetap mengalami peradangan atau reaksi alergi ketika objek tidak berbahaya itu masuk ke tubuh.

Ada dua jenis antihistamin, yaitu antihistamin generasi pertama dan generasi kedua. Antihistamin generasi pertama adalah jenis yang dapat menyebabkan rasa kantuk setelah digunakan, sedangkan antihistamin generasi kedua tidak terlalu menimbulkan rasa kantuk.

Contoh obat antihistamin generasi pertama adalah chlorphenamine, promethazine, ketotifen, alimemazine, cyproheptadine, hydroxyzine, dan clemastine. Contoh obat antihistamin generasi kedua adalah loratadine, fexofenadine, cetirizine, mizolastine, desloratadine, acrivastine, dan levocetirizine.

 Antihistamin

Advertisements
  • Jenis obat Antialergi
  • Golongan Obat resep
  • Manfaat – Mengatasi reaksi-reaksi akibat alergi, seperti gatal-gatal, bersin-bersin, pilek, mata bengkak akibat paparan debu, gigitan serangga, makanan, dan cuaca.
  • Mengatasi mual dan muntahDikonsumsi olehDewasa dan anak-anak (batasan usia anak berbeda-beda untuk tiap jenis obat)Bentuk obatTablet, kapsul, krim atau gel, dan cairan yang dihirup

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau sedang menyusui, sesuaikan jenis dan dosis antihistamin dengan anjuran dokter.
  • Bagi anak-anak, penggunaan tiap-tiap jenis obat antihistamin berbeda-beda dan disesuaikan dengan usia.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, gangguan hati, tukak lambung, obstruksi usus, infeksi saluran kemih, pembengkakan prostat, dan glaukoma.
  • Apabila Anda diresepkan obat antihistamin golongan pertama, hindari mengonsumsi zat alkohol atau minuman beralkohol karena dapat memperparah efek rasa kantuk.
  • Jangan menggunakan antihistamin bersamaan dengan obat-obatan lainnya termasuk produk herbal tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan (misalnya dosis yang berubah menjadi sangat tinggi apabila kita mengonsumsi salah satu jenis antihistamin berbarengan dengan dekongestan, parasetamol, atau jenis antihistamin lainnya).
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis saat menggunakan suatu jenis obat antihistamin, segera temui dokter.
  • Jangan menggunakan antihistamin jika alergi terhadap obat ini. Selalu beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki.
  • Beri tahu dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit jantung, pembesaran prostat, penyakit tiroid, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, penyakit hati, sulit berkemih, epilepsi, atau glaukoma.
  • Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah menggunakan antihistamin, terutama generasi pertama, karena obat ini bisa menyebabkan kantuk atau pusing.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama Anda menjalani pengobatan dengan antihistamin, karena akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika  sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan antihistamin.

Dosis Antihistamin

Berikut ini dosis antihistamin berdasarkan nama-nama obatnya. Sebagai informasi, penggunaan masing-masing jenis obat ini dilarang bagi kelompok usia yang tidak disebutkan di dalam kolom dosis.

Nama obat antihistamin Dosis
Acrivastine Dosis untuk kelompok usia 12-65 tahun adalah 8 mg sebanyak satu kali sehari. Jika diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi tiga kali sehari.
Alimemazine Dosis untuk dewasa adalah 10 mg sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Untuk lansia, dosis tetap 10 mg, namun harus diturunkan menjadi satu kali hingga dua kali sehari. Untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas disarankan menggunakan bentuk sirop dengan dosis 1,7-3,3 ml sebanyak tiga hingga empat kali sehari.
Azatadine Dosis untuk dewasa adalah 1-2 mg sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 0,5-1 mg sebanyak dua kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-12 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
Brompheniramine Dosis untuk anak usia di atas 12 tahun adalah 4 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Dosis untuk anak usia 6-12 tahun adalah 2 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Sedangkan dosis untuk anak-anak usia 4-6 tahun adalah 1 mg sebanyak 4-6 kali sehari.
Cetirizine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas sampai dewasa (serta lansia yang tidak memiliki masalah pada ginjal) adalah 10 mg sebanyak satu kali sehari. Sedangkan dosis untuk anak usia 6-12 tahun adalah 5 mg sebanyak dua kali sehari.
Chlorphenamine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 4 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Sedangkan dosis untuk anak usia 6-12 tahun dan lansia adalah 2 mg sebanyak 4-6 kali sehari.
Clemastine Dosis untuk dewasa adalah 1 mg sebanyak dua kali sehari. Untuk anak usia 6-12 tahun adalah 0,5-1 mg sebanyak dua kali sehari. Untuk anak usia 3-6 tahun adalah 0,5 mg sebanyak dua kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 1-3 tahun adalah 0,25-0,5 mg sebanyak dua kali sehari.
Cyproheptadine Dosis untuk anak usia 14 tahun ke atas adalah 4 mg sebanyak tiga kali sehari. Untuk anak usia 6-14 tahun adalah 4 mg sebanyak 2-3 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun adalah 2 mg sebanyak 2-3 kali sehari.
Desloratadine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 5 mg sebanyak satu kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-12 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
Dexchlorpheniramine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 2 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 5-12 tahun adalah 1 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 4-5 tahun adalah 0,5 mg sebanyak 4-6 kali sehari.
Dimenhydrinate Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 50-100 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 6-11 tahun adalah 25-50 mg sebanyak 3-4 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 2-5 tahun adalah 12,5-25 mg sebanyak 3-4 kali sehari.
Diphenhydramine Dosis untuk anak usia 16 tahun ke atas dan lansia yang tidak memiliki penyakit pikun adalah 50 mg sebanyak satu kali sehari.
Doxylamine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 25-50 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 6-12 tahun adalah 12,5-25 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-6 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
Fexofenadine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 120 mg sebanyak satu kali sehari.
Hydroxyzine Dosis untuk orang dewasa adalah 25 mg per hari. Jika diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 25 mg sebanyak 3-4 kali sehari. Dokter akan menyesuaikan dosis untuk bayi antara usia enam bulan sampai enam tahun dengan berat badan masing-masing pasien.
Ketotifen Dosis untuk anak usia tiga tahun ke atas adalah 1 kali tetes pada mata yang mengalami peradangan. Penetesan harus dilakukan dua kali dalam sehari.
Levocetirizine Dosis untuk anak usia lima tahun ke atas adalah 5 mg sebanyak satu kali sehari.
Loratadine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 10 mg sebanyak satu kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 2-12 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
Mizolastine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas dan lansia adalah 10 mg sebanyak satu kali sehari.
Phenindamine Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 25 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 6-12 tahun adalah 12,5 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-6 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
Promethazine Dosis untuk anak usia 10 tahun ke atas sampai dewasa adalah 10 mg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan dosis bisa ditingkatkan menjadi 20 mg sebanyak tiga kali sehari. Untuk dosis anak usia 5-10 tahun adalah 10-20 mg per hari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 2-5 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.

Antihistamin Generasi Pertama

  • Chlorpheniramine Merek dagang: Brontusin, Ceteem, Chlorpheniramine, Chlorpheniramine Maleate, Cough En Plus, Etaflusin, Molexflu, Nalgestan, Omecough, Samcodin, Zacoldine
  • Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat chlorpheniramine.
  • Cyproheptadine Merek dagang: Bimatonin, Cydifar, Ennamax, Erphacyp, Graperide, Heptasan, Lexahist, Lycipron, Profut, Pronam, Pronicy Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cyproheptadine.
  • Ketotifen Merek dagang: Astifen, Ertifen, Intifen, Profilas, Scanditen, Tosma, Zaditen
  • Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ketotifen.
  • Promethazine Merek dagang: Berlifed, Bufagan Expectorant, Erpha Allergil, Gigadryl, Guamin, Hufallerzine Expectorant, Metagan Expectorant, Mezinex, Nufapreg, Phenerica, Prome, Promedex, Promethazine, Prozine Expectorant, Rhinathiol Romethazine,  Winasal, Zenirex Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat promethazine.
  • Triprolidine Merek dagang: Actifed, Alerfed Plus Expectorant, Bronchitin, Ersylan Expectorant, Lapifed, Librofed, Quantidex
  • Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat triprolidine.
  • Brompheniramine Merek dagang: Alco Plus, Alco Plus DMP, Bromphenyl Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat brompheniramine.
  • Hydroxyzine Merek dagang: Bestalin Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat hydroxyzine.
  • Doxylamine Merek dagang: Dexmolex, Oradex, Siladex Cough & Cold, Vicks Formula 44 Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat doxylamine.

Antihistamin Generasi Kedua

  • Cetirizine Merek dagang: Alergia, Allerzen, Cerini, Cetinal, Cetirizine HCl, Cetirizine Hydrochloride, Etarizine, Falergi, Ozen, Rinocet, Yarizine, Zentris Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cetirizine.
  • Loratadine Merek dagang: Deslo, Inalergi, Inclarin, Lorhis, Loratadine, Lorahistin, Omellegar Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat loratadine.
  • Levocetirizine Merek dagang: Avocel, Levocetirizine Dihydrochloride, Histrine Levo, L-Falergi, Xyzal Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat levocetirizine.
  • Astemizole Merk dagang: – Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat astemizole.

Antihistamin Generasi Ketiga

  • Fexofenadine Merek dagang: Fexoven OD, Telfast,Telfast BD, Telfast HD, Telfast OD, Telfast Plus Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat fexofenadine.
  • Desloratadine Merek dagang: Aerius, Desdin, Desfumed, Desloratadine, Deslotine, Destavell, Eslor Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat desloratadine.

Menggunakan Antihistamin Dengan Benar

  • Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat antihistamin sebelum menggunakannya.
  • Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan obat antihistamin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.
  • Bagi pasien yang lupa menggunakan obat antihistamin, disarankan segera melakukannya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis obat antihistamin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Efek Samping 

Sama seperti obat-obat lain, antihistamin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin umum terjadi setelah mengonsumsi obat antialergi ini adalah:

  • Mengantuk
  • Mulut kering atau disfagia
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Sulit buang air kecil
  • Mudah marah
  • Penglihatan kabur

 

Advertisements
Advertisements
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terekomendasi