ALERGI ONLINE

Penyebab dan Pencetus Asma Pada Anak

Advertisements

Asma adalah gangguan inflamasi kronis saluran napas dengan banyak sel yang berperan, antara lain sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan, inflamasi ini menyebabkan episode mengi yang berulang, sesak napas, rasa dada tertekan, dan batuk, khususnya pada waktu malam atau dini hari. Gejala ini biasanya berhubungan dengan penyempitan jalan napas yang luas dan bervariasi, sebagian besar bersifat reversibel baik spontan maupun dengan pengobatan. Inflamasi ini juga berhubungan dengan hiperreaktivitas jalan napas terhadap pelbagai rangsangan.

Batasan ini sangat lengkap, tetapi dalam penerapan klinis untuk anak tidak praktis, oleh karena itu KNAA (Konsensus Nasional Asma Anak) memberi batasan sebagai berikut: Asma adalah mengi berulang dan/atau batuk persisten dengan karakteristik timbul secara episodik, cenderung pada malam/dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, serta mempunyai riwayat asma atau atopi lain dalam keluarga atau penderita sendiri.

Angka kejadian asma pada masa anak-anak berkisar antara 1,4-11,4% dan di Amerika Serikat antara 8-13% dengan peningkatan sebesar 50% antara tahun 1964-1980 atau peningkatan prevalensi asma pada anak umur antara 6-11 tahun dari 4,5% antara tahun 1971-1974  menjadi 6,8% antara tahun 1976-1980, suatu peningkatan sebesar hampir 60%. Hal ini disebabkan oleh 2 faktor utama, yaitu faktor modernisasi dan urbanisasi, misalnya menurunnya pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan padat yang lebih awal, pemukiman yang makin padat, dan paparan alergen yang baru. Selain itu angka perawatan di rumah sakit meningkat, di AS sekitar 200% pada tahun 1983 dibandingkan tahun 1965, atau kenaikan sekitar 4,5% per tahun, tertinggi pada usia 0-4 tahun.

Faktor resiko terjadinya asma anak bergantung pada faktor herediter dan lingkungan, juga pada umur. Bila salah satu orang tua menderita asma, kemungkinan anak-anak mereka menderita asma adalah 25%, bila kedua orang tua menderita asma kemungkinannya meningkat menjadi 50%. Asma pada orang tua laki-laki merupakan prediktor yang sangat kuat untuk diturunkan ke anak-anak mereka.

Advertisements

Faktor Penyebab dan Pencetus Asma

Ada beberapa faktor penyebab dan pencetus yang erat hubungannya dengan serangan asma, yaitu faktor alergen, keletihan, infeksi, ketegangan emosi, serta faktor lain seperti bahan iritan, asap rokok, refluks gastroesofagal, rinitis alergi, obat dan bahan kimia, endokrin, serta faktor anatomi dan fisiologi.

Dalam pengalaman klinis sehari hari dari sekian banyak faktor penyebab dan pencetus tersebut yang paling sering terjadi adalah penyebab karena secara genetik pada usia tertentu seorang anak mewarisi bakat asma yang kekambhannya disebabkan karena alergi makanan dan pencetusnya adalah infeksi virus saluran napas. Saat terjadi alergi makanan gangguan yang ada terjadi gangguan saluran napas yang ringan tetapi saat tertular sakit infeksi virus saluran napas di sekitarnya maka kekambuhan asmapun terjadi. Hal ini ditandai pada saat serangan kekambuhan asma tampak tanda infeksi virus dan terdapat kontak yang sakit di sekitarnya. Sedangkan faktor pencetus dingin, aktifitas dan dingin hanyal sebagai pencetus atau memperberat. Saat genetik tidak ada bakat asma, alergi makanannya dikendalikan meski dalam keadaan dingin dan aktifitas akan memperberat. Tetapi saat tidak ada genetik dan alergi makanan terjadi bila tertular virus, aktifitas ataupun dingin kekambuhan asama tidak akan terjadi. Alergi makanan sering menjadi penyebab penting pada penderita asma karena pada umumnya penderita ama selalu disertai gangguan saluran cerna seperti GER, mual, muntah, nyeri perut, sulit BAB atau diare. Pada penelitian awal penulis saat kekambuhan terjadi gangguan saluran cernapun selalu menyertai.

  • Alergen makanan. Makanan sebagai penyebab atopi khususnya dermatitis atopik dan serangan asma  banyak ditemukan pada masa bayi dan anak yang masih muda. Pada bayi dan anak berumur di bawah 3 tahun terutama adalah alergi susu sapi, telur dan kedelai yang umumnya dapat mentolerir kembali sebelum anak berumur 3 tahun. Pada anak besar dan dewasa penyebab utama adalah ikan, kerang-kerangan, kacang tanah dan nuts dan penyebabnya ini sering menetap, walaupun demikian dapat diprovokasi tiap 6 bulan.
  • Infeksi saluran napas. Sekitar 42% eksaserbasi asma dihubungkan dengan infeksi virus, terbanyak respiratory syncytial virus (RSV) pada masa bayi dan anak kecil dan parainfluenza virus pada anak yang lebih besar. Akibat infeksi virus terjadi kerusakan sel epitel saluran napas dan pajanan alergen pada reseptor aferen nervus vagus dan berakibat suatu bronkospasme dan serangan asma. Mengi pertama pada bayi perlu dipertimbangkan antara bronkiolitis atau sebagai serangan pertama asma. Keduanya bisa disebabkan oleh RSV dan sulit dibedakan satu dengan yang lain. Demikian pula pada perjalanan penyakit selanjutnya, dimana penderita dengan bronkiolitis mempunyai kemungkinan 3 kali lebih besar untuk berlanjut dengan mengi di kemudian hari dibandingkan anak normal. Infeksi bakteri umumnya jarang ada hubungannya dengan serangan asma.
  • Emosi Emosi dapat meningkatkan aktivitas saraf parasimpatikus, sehingga terjadi pelepasan asetilkolin dan mengakibatkan serangan asma. Faktor pencetus dapat bersumber dari masalah antara kedua orang tua, antara orang tua dengan anak, atau masalah dengan guru di sekolah.
  • Latihan jasmani Asma yang diinduksi latihan jasmani (Exercise Induced Asthma = EIA) dapat terjadi akibat lari bebas di udara yang dingin dan kering. Bila berlari di udara yang hangat dan lembab, EIA jarang timbul. Setelah berlari 2 menit umumya terjadi dilatasi bronkus dan anak merasa lebih enak, tetapi setelah berlari antara 5-8 menit terjadilah konstriksi bronkus (respons dini), dan pada beberapa pasien juga dapat diikuti dengan respons lambat antara 4-6 jam sesudah konstriksi bronkus yang pertama.
  • Faktor lain
BACA  Konsultasi Kesehatan Anak: Anakku Sudah Tes Alergi 3 Macam, Tetapi Alerginya tidak kunjung membaik

 

  1. Bahan iritan. Iritan sebagai pencetus asma mencakup bau cat, hair spray, parfum, udara dan air dingin, juga ozon dan bahan industri kimia yang dapat menimbulkan hiperreaktivitas bronkus dan inflamasi.
  2. Asap rokok. Asap rokok mengandung beberapa partikel yang dapat dihirup, seperti hidrokarbon polisiklik, karbonmonoksida, nikotin, nitrogen dioksida, dan akrolein. Asap rokok atau asap obat nyamuk bakar dapat menyebabkan kerusakan epitel bersilia, menurunkan klirens mukosiliar, dan menghambat aktivasi fagosit serta efek bakterisid makrofag, sehingga terjadi hiperreaktivitas bronkus.
  3. Refluks gastroesofagus. Refluks isi lambung ke saluran napas dapat memperberat asma pada anak dan merupakan salah satu penyebab asma nokturnal.
  4. Obat dan bahan kimia. Aspirin dapat sebagai pencetus serangan asma melalui proses alergi dan non alergi. Angka kejadiannya pada orang dewasa adalah antara 4-28%, tetapi jarang pada anak. Obat lain yang perlu diperhatikan sebagai pencetus serangan asma adalah obat antiiflamasi seperti indometasin, ibuprofen, fenilbutason, asam mefenamat, dan b-bloker. Bagi penderita yang alergi terhadap aspirin, mempunyai kemungkinan besar juga alergi terhadap bahan-bahan kimia seperti tartrazin (pewarna kuning untuk kapsul obat) dan sodium benzoat sebagai pengawet makanan atau minuman.
  5. Asma dapat timbul atau diperberat oleh menstruasi, segera sebelum atau setelah menstruasi. Pemakaian pil KB, terkadang dapat memperberat asma.

 

  • Interaksi pelbagai faktor pencetus Seringkali faktor pencetus tersebut timbul bersamaan, yang akan memperkuat mekanisme terjadinya asma. Misalnya, pasien asma tertentu hanya mengalami EIA (Exercise Induced Asthma) bila berolahraga pada udara dingin dan sewaktu serangan influensa. Pada pasien lain serangan asma terjadi akibat alergen tertentu dan sewaktu menderita influensa.






.


.

Advertisements
Advertisements
Advertisements

Материалы по теме:

Infeksi Atau Alergi ? Infeksi memicu Timbulnya Gejala Alergi, Sebaliknya Alergi Membuat Mudah Infeksi
https://youtu.be/nVLXOtlp_zk Infeksi Atau Alergi ? Infeksi memicu Timbulnya Gejala Alergi, Sebaliknya Alergi Membuat Mudah Infeksi Selama ini banyak penderita alergi yang sering mengalami batuk dan pilek dalam ...
Alergi Susu Sapi, Permasalahan dan Penanganannya
Alergi Susu Sapi, Permasalahan dan Penanganannya
BACA  YOUTUBE TEREKOMENDASI : SINUSITIS BERKAITAN DENGAN ALERGI DAN PENANGANANNYA ?
Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering dan paling awal dijumpai dalam kehidupannya. ...
Alergi Hidung – Rinitis Alergika: Penyebab dan Penanganannya
Alergi Hidung - Rinitis Alergika: Penyebab dan Penanganannya Rinitis Alergika secara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsi hidung, terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung ...
Gut Brain Axis, Target Terapi Baru untuk Gangguan Otak, Khususnya Autisme, Parkinson, Alzheimer dan Multiple Sclerosis
Penelitiaan terkini menunjukkan bahwa perubahan mukus yang melapisi saluran gastrointestinal (GI) dapat berkontribusi terhadap ketidakseimbangan bakteri dalam usus dan memperburuk gejala inti autisme, penyakit ...
Penanganan Asma Pada Penderita Lanjut Usia
Widodo Judarwanto Asma adalah penyakit radang kronis yang ditandai oleh hiper-responsif saluran udara terhadap berbagai rangsangan. Penyakit kompleks ini memengaruhi pasien dari segala usia. Meskipun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Alergi Whatsapp, Chat Di Sini