ALERGI ONLINE

Penyakit Asam Lambung, Inilah Dampaknya

Advertisements

Gangguan hipersensitifitas saluran cerna seperti dispepsia, Gastritis , IBS (Iritabel Bowel Syndrome), Gastroesophageal reflux (GERD) pada anak-anak dan orang dewasa, dan “silent refluxers” tampaknya semakin banyak dikeluhkan oleh penderita.  Secara umum gangguan tersebut sering dianggap orang awam sebagai penyakit “Asam Lambung”. Banyak laporan ilmiah mengungkapkan bahwa gangguan Hipersensifitas saluan cerna khususnya GER seringkali berkaitan dengan alergi makanan dan seringkali dipicu infeksi virus (Common Cold, Flu dll). Beberapa penelitian mengungkapkan pada penderita alergi makananan pada penderita hipersensitifitas saluran cerna sering disertai gangguan hipersensitifitas kulit, rinitis alergi, saluran napas dan asma bahkan dilaporkan gangguan susunan saraf pusat dengan berbagai manifestasinya

ilustrasi pribadi

Istilah penyakit asama lambung sebenarnya tidak dikenal dalam kamus kedokteran. Istilah tersebut muncul dilingkungan masyarakat awam. Tetapi istilah itu juga kadang digunakan klinisi mungkin untuk memudahkan komunikasi penjelasan penyakit kepada pasien.

Istilah asam lambung yang dikeluhkan masyarakat bisa saja merupakan sebuah gejala dari berbagai gangguan seperti GERD, Dispesia, Gastritis, IBS, atau penyakit seliak atau h=gangguan hipersenisitiftas saluran cerna lainnya

Hipersensitifitas saluran cerna khususnya Gastroesophageal reflux (GER) dianggap sebagai peristiwa fisiologis normal tubuh manusia. Proses alami ini melibatkan regurgitasi isi lambung ke esofagus, yang kemudian dikeluarkan dan dinetralkan oleh beberapa faktor pelindung misalnya peristaltik esofagus dan air liur

Penelitian banyak mengungkapkan bahwa gangguan hupersensitifitas saluran cerna khususnya GERS sering disertai gangguan rinitis alergi (pilek alergi), asma, bronkitis, batuk lama, dermatitis (alergi kulit), biduran dan gangguan alergi lainnya.

Advertisements

Para ahli dalam penelitian juga mengungkapkan gangguan saluran cerna berkaitan dengan kekebalan tubuh menurun sering sakit mudah flu, batuk dan pilek.

Gangguan saluran cerna juga serng dikaitkan dengan gangguan kenaikan berat badan, sulit makan terutama pagi hari. Gangguan saluran cerna juga sering dikaitkan dengan migrain, sakit kepala, vertigo, gangguan mood, emosi, agresif, gangguan keseimbangan, depresi kecemasan bahkan keinginan bunuh diri.

Beberapa gangguan tersebut akan sering muncul terjadi bersamaan sering dianggap masuk angin, stress, terlalu capai, kurang tidur, TB Paru, gangguan auto imun (sindrom syorgen) atau diagnosis penyakit kronis lainnya padahal belum tentu benar.

TANDA DAN GEJALA HIPERSENSITIFITAS SALURAN CERNA

Tanda dan gejala hipersensitifitas saluran cerna muncul mulai dari saluran cerna bagian atas mulai dari sekitar mulut khususnya bibir, lidah, kerongkongan, esofagus, lambung , usus dan anus.

Tanda dan Gejala hipersensitifitas Saluran Cerna

  • Sariawan, Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering. kadang berdarah pada bibir. Kadang Lidah muncul bintik2 hitam.
  • Mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat,  sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue
  • Gusi bengkak, nyeri kadang berdarah saat gosok gigi, langit langit mulut perih atau gatal. Tag mukosa muncul seperti bisul kecil warna putih atau normal yang sering ditemukan di ruang depan dan regio retro-molar.  Muncul benjolan di gusi seperti abses tetapi bukan infeksi (biasanya nyeri ringan dan cenderung tidak nyeri)
  • Lidah sering putih seperti jamur. Sering sariawan stomatitis, Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering,
  • GIGI: erosi gigi, gigi berwarna kuning, muncl kerak gigi, “Impacted Gigi” (pembekakan dan nyeri geraham belakang). sering dianggap gigi tumbuh terlambat
  • Sering mual, muntah, cairan lambung naik ke saluran cerna bagian atas dalam keadaan tertentu sering disebut gastrooesephageal refluks. Air liur berlebihan, Sering kembung, dan perut berbunyi “keroncongan”, atau bunyi seperti banyak cairan dalam lambung. Sering “cegukan” (hicup), burping. (glegekan/sendawa), perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan,
  • Nyeri perut mulai ringan hingga berat. Waspadai saat nyeri perut berat sering dikelirukan dengan apendisitis atau usus buntu
  • Konstipasi, Obstipasi, Tidak BAB tiap hari, berak keras, sulit keluar
  • Mudah buang air besar cair dan sering BAB 3 kali sehari atau lebih ), buang air besar di celana, kecipirit. Feses berlendir, hijau, bulat kadang berdarah
  • Sering buang angin dan besar-besar dan panjang, berbau tajam, anus gatal atau panas, kadang keluar cairan atau lendir dari rektum sedikit gatal
  • Nyeri dada, dada terasa nyeri atau nafas seperti berat tetapi nafas tidak cepat dan tidak sesak. Dalam keadaan ringan nafas agak berat sering menghela nafas dalam
BACA  Urtikaria, Bukan Sekedar Alergi Makanan Biasa

Tanda dan Gejala Yang menyertai

Sistem Pernapasan

  • Batuk lama dan berulang,  pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing,
  • banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) sering batuk pendek atau berdehem

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

  • Palpitasi (berdebar-debar), denyut jantung meningkat,  flushing (muka ke merahan)pingsan, tekanan darah rendah,
  • denyut jantung meningkat; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung),
  • nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan.
  • Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

Kulit

  • Sering gatal pada kaki, lipatan tangan, dan kaki, dermatitis, urticaria (biduran), bengkak di bibir dan mata, lebam biru (seperti bekas terbentur), biduran,  bekas hitam seperti digigit nyamuk.
  • Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat. Rambut berketombe, ketombe pada daun telinga. Jerawat.

Telinga Hidung Tenggorokan

  • Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek,post nasal drip (banyak lender di tenggorokan karena turunnya lender dari pangkal hidung ke tenggorokan, epitaksis (hidung berdarah) , tidur mendengkur, mendengus
  • Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem)
  • Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

  • Sering kencing, nyeri kencing, tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting, sering kencing terutama malam hari,  keluar cairan vagina. Mudah terjadi infeksi saluran kencing.
  • Genitalia alat kelamin: gatal, bengkak, kemerahan, nyeri, nyeri bila berhubungan kelamin

Sistem Susunan Saraf Pusat

  • Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar.
  • Perilaku : impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung,
  • Gangguan keseimbangan: vertigo,  ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang,  gangguan memori jangka pendek (short memory lost), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoid (curiga berlebihan), depresi, sering merasa kesepian pada lingkungan ramai, mudah curiga dan berpikiran negatif, keinginan bunuh diri

Sistem Hormonal

  • Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), keringat berlebihan,keringat atau bau badan.
  • Rasa lapar berlebihan sehingga membuat makan berlebihan sehingga beresiko kegemukan atau obesitas
  • Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun,
  • Chronic Fatique Symptom (sering lemas, badan seperti melayang ), rambut rontok. Keputihan, jerawat. Endometriosis
BACA  Mengapa dunia menjadi lebih alergi terhadap makanan ?

Jaringan otot dan tulang

  • Artritis alergi, Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi lutut, atau punggung, (sering dianggap saraf terjepit) Growing pain (nyeri kaki pada anak usia SD atau SMP), Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi
  • Otot bahu tegang, otot leher kaku dan tegang (sering diangghap salah bantal),  gerak terbatas

Mata

  • mata gatal, merah, kadang bengkak. mata berair, sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan
  • Kalazion (bintitan atau benolan di kelopak mata)
  • nyeri di dalam atau samping mata
  • Kadang mata kabur, diplopia, Nigtasmus (mata bergerak kesaming),  kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

PENYEBAB DAN PEMICU

Berbagai tanda dan gejala tersebut seringkali timbul dan berkurangnya secara bersamaan. Gangguan tersebut dapat meningkat atau lebih terganggua karena2 hal utama

  • Bila berbagai gangguan tersebut ringan biasanya penyebabnya karena reaksi akibat makanan  tertentu atau alergi makanan. Bukan atau belum tentu makanan pedas, berminyak, bersantan atau teh tetapi makanan yang berpotensi alergi. Makanan alergi atau reaksi simpang makanan biasanya kopi, ikan laut, telor, coklat, kopi, buah tertentu seperti jeruk, semangka, anggur, melon
  • Bila berbagai gangguan tersebut meningkat biasanya penyebabnya karena mengalami infeksi virus ringan  (Common Cold atau flu). Berbagai gangguan tersebut di atas seperti muntah, mual, sinusitis, pilek dan batuk berkepanjangan sakit perut, sakit kepala, migrain, nyeri kaki atau punggung (artritis),  akan muncul bersamaan saat terjadi infeksi virus ringan.
  • Common Cold dan Flu pemicu tersering gangguan. Gangguan common atau flu kadang sangat ringan sering diangap OTG (Orang tanpa Gejala). Kadang hanya berupa bersin lebih sering, batuk hanya sekali-sekali. badan teraba hangat (BUKAN DEMAM) biasanya teraba agak sedikit hangat sedikit pada telapak tangan, dahi dan perut. Tetapi bila diukur dengen termometer atau Thermo Gun suhunya normal. Flu atau infeksi virus ringan pada orang dewasa kadang hanya berupa badan ngilu, pegal atau sering dikira kecapekan, kurang tidur atau habis olahraga. Biasanya kadang disertai nyeri tenggorokan, sakit kepala dan hanya berlangsung 1-2 hari saja, atau sering dianggap flu tidak jadi. Sering hidung buntu atau mampet. Kadangkala bukan hanya penderita bahkan seorang klinisipun juga sulit mrmbedakan antara flu dan alergi. Seringkali Common Cold atau Fku berulang dianggap alergi dingin atau alergi debu

PENANGANAN

  • Selama ini bukan hanya orang awam, para klinisipun melihat munculnya berbagai gangguan tersebut secara bersamaan dianggap sebagai hal yang terpisah.
  • Saat bersamaan berbagai keluhan muncul sehingga secara bersamaan pula datang ke dokter gigi, dokter penyakit dalam ahli pencernaan, dokter ahli kulit, dokter ahli paru, dokter THT, dokter saraf,  psikiater, rehabilitasi medis, dokter alergi imunologi bahkan ke pengobatan alternatif.
  • Sehingga dalam satu masa banyak minum banyak obat dari beberapa dokter secara bersamaan. padahal berbagai gangguan tersebut secara holistik adalah satu kesatuan. Pada umumnya pendapat banyak klinisi sering berbeda dalam menyikapi hal tersebut
  • Saat berbagai gangguan tersebut muncul bersamaan dan berkepanjangan sering dilakukan pemeriksaan yang berlebihan seperti banyak tes darah laboratorium, rontgen,  USG pencernaan, CT Scan atau MRI, EEG kepala tetapi semua hasil menunjukkan dalam batas normal.
  • Bila gangguan hipersensitifitas saluran cerna GER disertai berbagai gangguan organ tubuh di atas secara bersamaan maka alergi makanan harus dipertimbangkan sebagai penyebab. Bila hal itu terjadi dapat dilakukan penegakkan diagnosis dengan melakukan eliminasi provokasi makanan di bawah pengawasan dokter ahli alergi.
  • Pengaruh makanan terhadap berbagai penyakit tersebut selama ini menjadi perbedaan pendapat diantara masyarakat dan dokter. Sehingga jangan heran banyak masyarakat dan dokter menolak dan tidak percaya semua hal tersebut berkaitan dengan makanan.
  • Hal ini terjadi karena tes alergi makanan kurang sensitif saat dilakukan tes alergi hampir 90% menunjukkan hasil negatif tetapi saat diberikan sering menganggu.
  • Penelitian menunjukkan saat dilakukan eliminasi provokasi alergi makanan ternyata perbaikan gejala bukan hanya pada saluran cerna tetapi juga gangguan kulit, hidung, asma dan gangguan fungsional susunan saraf otak seperti sakit kepala, vertigo, gangguan emosi dan gangguan tidur juga ikut berkurang.
  • Penggunaan obat seperti inhibitor pompa proton, antasida, obat maag  dan dispepsia lainnya  adalah pengobatan pilihan untuk hipersensitifitas saluran cerna hanya bersifat sesaat.
  • Pengobatan jangka panjang pada penderita hipersensittifitas saluran Cerna atau GER dengan disertai gangguan alergi adalah bentuk kegagalan mengidentifikasi dan menghindari penyebab alergi makanan atau hipersensitifitas makanan
BACA  Gangguan Alergi atau Hipersensitifitas Saluran Cerna Pada Bayi dan Gangguan Yang Menyertai

Referensi

  • Elizabeth J Hait, Douglas R McDonald. Impact of Gastroesophageal Reflux Disease on Mucosal Immunity and Atopic Disorders. Clin Rev Allergy Immunol. 2019 Oct;57(2):213-225. doi: 10.1007/s12016-018-8701-4.
  • Xiao-Jun Yang, Hong-Mei Jiang, Xiao-Hua Hou, and Jun Song Anxiety and depression in patients with gastroesophageal reflux disease and their effect on quality of life. World J Gastroenterol. 2015 Apr 14; 21(14): 4302–4309. Published online 2015 Apr 14. doi: 10.3748/wjg.v21.i14.4302
  • Wan-Shan Lin, Li-Yu Hu, Chia-Jen Liu, Chih-Chao Hsu, Cheng-Che Shen, Yen-Po Wang, Yu-Wen Hu, Chia-Fen Tsai, Chiu-Mei Yeh, 10 Pan-Ming Chen, Tung-Ping Su, Tzeng-Ji Chen, and Ti Lu.  Gastroesophageal Reflux Disease and Risk for Bipolar Disorder: A Nationwide Population-Based Study. PLoS One. 2014; 9(9): e107694. Published online 2014 Sep 25. doi: 10.1371/journal.pone.0107694 PMCID: PMC4177834 PMID: 25255080
  • S J Sontag. J Clin Gastroenterol. 2000 Apr;30(3 Suppl):S9-30. Gastroesophageal reflux disease and asthma
  • Carlos R Cámara-Lemarroy, Rene Rodriguez-Gutierrez, Roberto Monreal-Robles, and Alejandro Marfil-Rivera. Gastrointestinal disorders associated with migraine: A comprehensive review. Emerg (Tehran). 2016 Nov; 4(4): 171–183.
  • Majid T Noghani,1Hossein Rezaeizadeh, Sayed Mohammad Baqer Fazljoo,  Mansoor Keshavarz. World J Gastroenterol. 2016 Sep 28; 22(36): 8149–8160. Published online 2016 Sep 28. doi: 10.3748/wjg.v22.i36.8149.Gastrointestinal Headache; a Narrative Review
  • Gajanan S. Gaude. Pulmonary manifestations of gastroesophageal reflux disease. Ann Thorac Med. 2009 Jul-Sep; 4(3): 115–123. doi: 10.4103/1817-1737.53347
  • Ping Qin, Preben B. Mortensen, DrMedSc, Berit L. Waltoft, Teodor T. Postolache. Allergy is associated with suicide completion with a possible mediating role of mood disorder – a population-based study. Allergy. 2011 May; 66(5): 658–664. Published online 2010 Dec 8. doi: 10.1111/j.1398-9995.2010.02523.x
Advertisements
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Alergi Whatsapp, Chat Di Sini