alergiOL – ALERGI IMUNOLOGI ONLINE

Mudah Sakit, Pnemonia, Batuk Lama, Bronkitis dan Infeksi Telinga Karena Kekebalan Tubuh menurun Dampak Hipersensitif Saluran Cerna

wp-1559363691580..jpgMartono bapak berusia 25 tahun selama setahun itu hampir setiap bulan selalu ke dokter karena sakit. Keluhan yang sering dialami adalah badan sering lemah atau lemas, sering batuk berkepanjangan , pilek dan kadang disertai panas. Martono khawatir karena  tersebut sudah terlalu sering minum obat, apalagi  setiap sakit antibiotika dikonsumsi secara rutin. Kekawatiranpun meningkat ketika ia mengalami overdiagnosis TBC atau divonis sebagai TBC atau “Flek”, padahal tidak menderita penyakit tersebut. Hal ini terjadi ketika dilakukan second opinion pada beberapa dokter dia tidak mengidap TBC. Ketika permasalahan tersebut tak kunjung membaik Martonopun akhirnya mengalami Pnemonia (infeksi Paru karena Jamur), Bronkitis, dan Infeksi telinga. Kecapekan, cuaca, minum es, makan gorengan atau  naik motor selama ini dianggap sebagai penyebab gangguan tersebut. Sebenarnya, Martono mudah sakit utamanya karena daya tahan tubuh yang buruk. Hal ini sering terjadi pada penderita dengan alergi saluran cerna atau hipersensitif saluran cerna. Tanpa disadari, penyebab utamanya adalah daya tahan tubuh buruk dan sering infeksi tertular dari orang dekat dalam rumah seperti teman sekantor, isteri atau anak yang berpotensi sebagai sumber utama penularan. Tetapi lingkungan tidak dapat dihindari. Ketika saluran cerna membaik dengan penghindaran makanan tertentu penyebab alergi saluran cerna Martonopun lebih jarang sakit dan berbagai keluhan yang menyertai ikut membaik

Penyebab daya tahan tubuh yang tidak optimal ini sering terjadi pada mereka dengan saluran cerna yang sensitif. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar atau sekitar 70 persen mekanisme pertahanan tubuh terdapat dalam saluran cerna. Biasanya, hal ini sering terjadi pada penderita alergi, asma dan sensitif pencernaan. Anak yang sering sakit dan kontak di rumah yang sering sakit ternyata mempunyai masalah kesehatan yang sama. Hal ini biasanya terjadi pada anak atau saudara kandung atau salah satu orangtua yang wajahnya sama.

Faktor fenotip atau kesamaan wajah dalam keluarga seringkali sebagai indikator menunjukkan kesamaan permasalahan kesehatan yang sama Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, penyebab anak sering sakit adalah akibat debu, udara dingin, hujan, faktor cuaca, tertular sekolah, terlalu capek, AC, hujan, minum es, makan gorengan atau kipas angin. Padahal kalau dicermati, problem utamanya bukan sekedar masalah itu. Tetapi infeksi berulang karena daya tahan tubuh anak tidak bagus, dan kontak sumber penularan yang sering sakit di sekitarnya.

Infeksi berulang biasanya sering disebabkan karena kontak erat dengan seseorang yang sering sakit di dalam rumah. Penderita yang sering terkena infeksi virus ringan ini kerap tidak disadari dan dianggap bukan sakit, tetapi dikira penyebab lain. Infeksi virus berulang pada orang dewasa selama ini dianggap karena terlalu lelah, masuk angin, asma, alergi atau sinusitis.

Advertisements

Memang, biasanya penderita alergi mudah terkena infeksi batuk dan pilek. Bukan hanya orang awam, dokter pun seringkali sulit membedakan gejala alergi dan infeksi sehingga gejala infeksi ini dianggap sebagai gejala alergi.

  • Gejala umum yang sering dialami adalah badan sering pegal dan capek, nyeri tenggorok, badan meriang dan sakit kepala.
  • Gangguan infeksi virus berulang ini oleh masyarakat awam bahkan oleh sebagian dokter sering dianggap sebagai alergi dingin, alergi debu, masuk angin, kecapekan, sering keluar kota, masuk angin, karena asap rokok, panas dalam.
  • Padahal, gangguan tersebut sebenarnya infeksi virus ringan yang dapat menular kepada anak, apabila daya tahan tubuhnya menurun. Bila infeksinya ringan pada orang dewasa, gangguan ini terjadi hanya dalam 2-3 hari saja, tetapi sering berulang timbul. Sehingga istilah yang sering diberikan adalah “mau flu tidak jadi”.

Penderita golongan ini bisanya mengalami gangguan alergi hidung, sinusitis, asma, dan masalah sensitif pada saluran cerna. Pada anak usia sekolah, seringkali orangtua menyalahkan karena teman di sekolah sering sakit. Sebenarnya bila dicermati di lingkungan sekolah memang tidak akan pernah bebas anak sakit. Dalam lingkungan kelas, memang mungkin terdapat 30% anak yang mudah sakit karena daya tahan tubuhnya buruk.

Tetapi sebagian besar lainnya relatif jarang sakit karena daya tahan tubuhnya baik. Sehingga yang harus diperhatikan adalah daya tahan tubuh anak, bukan disalahkan sekolahnya. Infeksi berulang pada anak Infeksi berulang pada anak adalah infeksi yang sering dialami khususnya infeksi saluran napas akut.

Keadaan ini oleh dokter kerap didiagosis sebagai (BKB) Batuk Kronis Berulang, atau sebagian orang awam menyebut penyakit batuk dan pilek yang tidak sembuh-sembuh. Padahal, sebenarnya gangguan batuk pilek tersebut hilang karena infeksi berulang mudah terkena sakit atau istilah awamnya on and off. Manifestasinya timbul kadang keras, berkurang sedikit, kemudian meningkat lagi berulang dalam jangka panjang. Sebenarnya, infeksi batuk pilek tersebut penyebabnya utamanya virus yang biasanya akan membaik dalam 5-7 hari. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap infeksi. Biasanya infeksi berulang ini dialami berbeda dalam kekerapan kekambuhan, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan pada penderita defisiensi imun, meskipun kasus yang terakhir tersebut relatif jarang terjadi.

Infeksi berulang

  • Infeksi berulang terjadi bila terjadi infeksi lebih dari 8 kali dalam setahun atau bila terjadi infeksi 1-2 kali tiap bulan selama 6 bulan berturut-turut.
  • Pada infeksi berulang biasanya didapatkan kerentanan dalam timbulnya gejala klinis suatu penyakit, khususnya demam. Bila terjadi demam, sering sangat tinggi atau lebih dari 39oC. Dengan penyakit yang sama, anak lain mungkin hanya mengalami demam sekitar 38- 38,5oC.
  • Biasanya penderita lebih beresiko mengalami pnemoni, mastoiditis, spesis, ensefalitis dan meningitis. Faktor penyebab Faktor penyebab utama lain dari dari anak yang mudah sakit di antaranya adalah paparan dengan lingkungan, struktur dan anatomi organ tubuh, masalah sistem kekebalan tubuh (mekanisme sistem imun yang berlebihan (penderita alergi) atau kekurangan) atau penyakit infeksi yang tidak pernah diobati dengan tuntas.

Dampak Yang Terjadi

  • Bila terjadi demam, sering sangat tinggi atau lebih dari 39oC. Dengan penyakit yang sama, orang lain mungkin hanyameriang tidak demam.
  • Infeksi laringitis suara parau
  • Nyeri tenggorokan yang berat
  • Infeksi telinga
  • Sinisutis
  • Bila berkepanjgan Biasanya penderita lebih beresiko mengalami pnemoni, bronkitis atau infeksi jamur di saluran napas
  • Dalam keadaan berlanjut beresiko semakin parah kadang bisa terjadi mastoiditis, ensefalitis dan meningitis.

Penyebab Faktor genetik dan lingkungan

  • Faktor genetik diduga ikut berperanan dalam gangguan ini. Pada genetik tertentu didapatkan perbedaan pada kerentanan terhadap infeksi. Anak laki-laki lebih sering mengalami gangguan ini. Gangguan ini sering dialami penderita alergi Infeksi berulang juga sering dialami penderita gangguan mekanisme sistem kekebalan tubuh berupa “overactive” sistem kekebalan (alergi) dan “underactive” sistem kekebalan (defisiensi imun). Hal ini sering terjadi pada penderita alergi saluran cerna. Adanya gangguan tersebut mengakibatkan adanya gangguan sistem imun yang berfungsi menghancurkan jamur, virus dan bakteri.
  • Faktor lingkungan seperti kontak dengan sumber infeksi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja yang padat atau banyak orang dalam ruangan kecil
  • Banyak orang dalam lingkungan rumah yang sempit, khususnya banyak yang juga mudah kena infeksi batuk atau pilek
  • Perokok pasif kemungkinan dua kali lipat untuk terkena infeksi. Jumlah anggota keluarga di rumah meningkatkan terjadinya infeksi.

wp-11..jpg

Infeksi Berulang

  • Infeksi berulang pada anak Infeksi berulang pada anak adalah infeksi yang sering dialami khususnya infeksi saluran napas akut.
  • Keadaan ini oleh dokter kerap didiagosis sebagai (BKB) Batuk Kronis Berulang, atau sebagian orang awam menyebut penyakit batuk dan pilek yang tidak sembuh-sembuh. Padahal, sebenarnya gangguan batuk pilek tersebut hilang karena infeksi berulang mudah terkena sakit atau istilah awamnya on and off.
  • Manifestasinya timbul kadang keras, berkurang sedikit, kemudian meningkat lagi berulang dalam jangka panjang.
  • Sebenarnya, infeksi batuk pilek tersebut penyebabnya utamanya virus yang biasanya akan membaik dalam 5-7 hari. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap infeksi.
  • Biasanya infeksi berulang ini dialami berbeda dalam kekerapan kekambuhan, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan pada penderita defisiensi imun, meskipun kasus yang terakhir tersebut relatif jarang terjadi.
  • Infeksi berulang terjadi bila terjadi infeksi lebih dari 8 kali dalam setahun atau bila terjadi infeksi 1-2 kali tiap bulan selama 6 bulan berturut-turut.  Pada infeksi berulang biasanya didapatkan kerentanan dalam timbulnya gejala klinis suatu penyakit, khususnya demam.
  • Bila terjadi demam, sering sangat tinggi atau lebih dari 39oC. Dengan penyakit yang sama, anak lain mungkin hanya mengalami demam sekitar 38- 38,5oC. Biasanya penderita lebih beresiko mengalami pnemoni, mastoiditis, spesis, ensefalitis dan meningitis.

Faktor Alergi khususnya alergi saluran cerna dan mudah Sakit

  • Penderita alergi, khususnya yang mengalami hipersensitif saluran cerna dengan gangguan mual, muntah atau gangguan pencernaan lainnya,  sering mengalami kondisi daya tahan tubuh yang menurun. Penderita alergi terus meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
  • Alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita tanpa terkecuali. Berdasarkan mekanisme pertahan tubuh yang dijelaskan sebelumnya, tampaknya gangguan saluran cerna dan asma sering mengganggu mekanisme pertahanan tubuh. Alergi makanan tampaknya ikut berperanan penting dalam dalam gangguan ini.
Alergi Sistem Pencernaanwp-1494994478845.
  • GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia, IBS (Irritable Bowel Syndrome) , mual, muntah
  • Nyeri perut
  • sering diare, kembung
  • sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus)
  • mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi,
  • burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan,
  • Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp)
  • diare (mudah buang air besar cair dan sering BAB 3 kali sehari atau lebih ), buang air besar di celana, kecipirit.
  • sering buang angin dan besar-besar dan panjang,
  • timbul lendir atau darah dari rectum
  • anus gatal atau panas.

Tanda dan Gejala Yang menyertai Gangguan Alergi saluran cerna pada orang dewasa yang daya tahan tubuhnya menurun atau mudah sakit

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan
  • Batuk, pilek, bersin, sesak (astma), napas pendek, wheezing,
  • banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial atau hipersekresi bronkus)
  • Rattling  dan vibration dada.
2

Sistem Pembuluh  Darah dan jantung

  • Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan),
  • nyeri dada,
  • colaps, pingsan, tekanan darah rendah,
  • denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, tingling, redness or blueness of hands; faintness;
  • pseudo-heart attack pain ; nyeri dada depan,  tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan
3 Sistem Pencernaan
  • Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak, sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (liur) meningkat,
  • Sariawan atau canker sores,
  • metallic taste in mouth, stinging tongue, nyeri gigi,
  • burping atau sendawa
  • retasting foods,
  • ulcer symptoms,
  • heartburn, indigestion, nausea, vomiting, gangguan mengunyah dan menelan, abdominal rumbling (perut berbunyi kerucuk2)
  • Nyeri dada sering dianggap pseudo-heart attack pain atau asma. Bila ringan gangguannya hanya sering menarik nafas dalam (sesak ringan), saat tidak tingan bisa nyeri dada atau sesak pada dada
  • konstipasi, Berak sulit, keras, berdarah, BAB tidak tiap hari, jangka panjang beresiko wasir atau ambein.
  • spastic colitis, “emotional colitis,” gall bladder colic, cramps, diarrhea, passing gas, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.
4

Kulit

  • Sering gatal, dermatitis, urticaria (biduran)
  • Urticaria papula
  • Ptiriasis alba (putih seperti panu)
  • bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk.
  • Kulit  kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak.
  • Sering berkeringat.
  • Kulit sekitar kuku tangan dan kaki sering bengkak, terkelupas. pada keadaan lanjut bisa terjadi infeksi kuku bahkan bisa terjadi kuku terlepas.. pada panderita ini biasanya mudah terjadi ingrowing nail atau bengkak pada tepi kuku
5 Telinga Hidung Tenggorokan
  • Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus
  • Tenggorok :  tenggorokan nyeri/kering/gatal,  palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem),
  • Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul,  terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.  Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah
6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

  • Sering kencing, nyeri kencing;
  • Infeksi saluran kencing berulang karena pada ujung kelamin sering merah sehingga mudah terkontaminasi bakteri
  • tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting (sering kencing malam hari),
  • mengompol pada anak usia 5-10 tahun
  • vaginal discharge;
  • genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri;
  • nyeri bila berhubungan kelamin
7 Sistem Susunan Saraf Pusat
  • Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar.’
  • Perilaku : impulsif, sering marah, mood swings, compulsively sleepy, drowsy, groggy, confused, dizzy, imbalance, staggering gait, slow, sluggish, dull, lack of concentration, depressed, crying; tense, angry, irritable, anxious, panic, stimulated, aggressive, overactive, frightened, restless, manic, hyperactive with learning disability, jittery, convulsions, head feels full or enlarged, floating sensation, poor memory, misreading or reading without comprehension, variation in penmanship legibility; hallucinations, delusions, paranoia, bicara gagap; claustrophobia, paralysis, catatonic state, perceptual dysfunction, typical symptoms of mental retardation.
  • Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)
8

Sistem Hormonal

  • Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher),
  • Keringat berbau
  • Keputihan
  • Nafsu makan meningkat sering lapar
  • endometriosis, Premenstrual Syndrome,
  • kemampuan sex menurun,
  • Chronic Fatique Symptom (sering lemas),
  • Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian,
  • rambut rontok, alopecia

9

Jaringan otot dan tulang
  • Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi:
  • Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness,
  • joint deformity;
  • arthritis soreness,
  • nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum
  • limping gait
  • gerak terbatas
10

Gigi dan mulut

  • Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari).
  • Gusi sering berdarah.
  • Mulut berbaubibir kering dan mudah berdarah. lidah putih atau kotor atau berpulau (geographic tongue)
  • Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering,
  • sindrom oral dermatitis.
  • Munncul benjolan di gusi seperti abses tetapi bukan infeksi (biasanya nyeri ringan dan cenderung tidak nyeri)
11 Mata
  • nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,
  • sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan
  • edema palpebra (mata bengkak) dan gatal
  • Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara,
  • Beresiko mata silindris atau minus usia muda
  • hordeolum atau bintitan pada kelopak mata
  • Keratokonjungtivitis alergi
  • Konjungtivitis alergi

1517273862674-3.jpg

  • Bila penderita mudah sakit dan disertai gangguan hipersensitif saluran cerna. maka fokus utamanya adalah memperbaiki saluran cerna tersebut.
  • penanganan utama memperbaiki saluran cerna tersebut BUKAN MENGHINDARI GORENGAN, MAKANAN BERLEMAK, MAKANAN PEDAS. Tapi menghindari beberapa makanan yang dicurigai alergi mengganggu saluran cerna.
  • Bila gangguan kekebalan tubuh menurun disertai gangguan saluran cerna maka gangguan tersebut biasanya berkaitan dengan reaksi alergi atau hipersensitifitas makanan. Bila hal itu terjdi maka sebaiknya dilakukan intervensi eliminasi provokasi makanan lihat dan baca eliminasi dan provokasi makanan pada Balita  dan eliminasi dan provokasi makanan pada dewasa
  • Obat-obat batuk, obat saluran cerna dan berbagai vitamin daya tahan tubuh tidak banyak bermanfaat dan hanya bersifat sesaat bila gangguan hipersensitif saluran cerna tidak diperbaiki
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *