KONSULTASI KESEHATAN: Anak Saya Sering kencing dan ngompol, dalam pemeriksaan lengkap normal, apakah berkaitan dengan alergi makanan, Bagaimana cara penanganannya ?

Advertisements
Advertisements
Spread the love

KONSULTASI KESEHATAN: Anak Saya Sering kencing dan ngompol, dalam pemeriksaan lengkap normal, apakah berkaitan dengan alergi makanan, Bagaimana cara penanganannya ?

Dok, anak saya laki laki usia 8 tahun, mempunyai masalah sering kencing, kadan kencing tidak tertahan, malam hari serig terbangun, 1 atau 2 kali. kadangkala ngompol. Dalam seminggu kadang ngompol 3-5 kali. Sudah berkonsutasi ke beberapa dokter ahli. telah diakukan pemeiksaan urin, kultur urine, USG ginjal, dan beberapa pemeriksaan semua hasilnya normal. Sudah diberrikan berbagai terapi dan obat obatan tetapi tidak kunjung ada perbaikkan. Bahkan dokter menganggap anak saya ada masalah psikologis. Setelah saya baca baca di situs ini saya hampir yakin berkaitan dengan alergi yang dikeluhkan anak saya. Anak saya sebelum 5 tahun sering sesak atau asma, sekarang asma jarag kambuh tetapi sering bersin, pilek, hidung berdarah dan hidung buntu. Anak saya juga sering nyeri kaki saat malam hari. Anak saya kadang tetapi tidak serin mengeluh nyeri perut, kadang pagi hari mual, Anak saya juga mengalami gangguan bau pada mulutnya dok ? Apakah semua gangguan tersebut berkaitan dengan alergi, Bagaimana dok cara penanganannya ? Saat ini menjadi kendala karena anak saya sudah mulai masuk pesantren dan harus mondok.

DR WIDODO JUDAWANTO pediatrican, menjawab

Anak ibu mempunyai masalah sering kencing, kadan kencing tidak tertahan, malam hari serig terbangun, 1 atau 2 kali. kadangkala ngompol. Dalam seminggu kadang ngompol 3-5 kali. Sudah berkonsutasi ke beberapa dokter ahli. telah diakukan pemeiksaan urin, kultur urine, USG ginjal, dan beberapa pemeriksaan semua hasilnya normal sangat mungki hanya mengalami angguan fungsional sistem saluan kemih. Kemungkinanan oragannya normal tetapi kandung keih atau bladder sangat sensitif.

The International Children’s Continence Society mendefinisikan kandung kemih yang terlalu aktif (OAB) sebagai sindrom klinis yang ditandai dengan urgensi buang air kecil yang biasanya disertai dengan sering buang air kecil dan gejala nokturia. Penelitian telah mengungkapkan adanya hubungan overactive bladder (OAB) dengan alergi pada anak. Oral food Challenge dapat memperbaiki gejala dan gangguan OAB

The International Children’s Continence Society mendefinisikan overactive bladder (OAB) sebagai sindrom klinis yang ditandai dengan urgensi buang air kecil biasanya disertai dengan sering buang air kecil dan gejala nokturia, dengan atau tanpa inkontinensia urin mendesak, tanpa infeksi saluran kemih atau perubahan patologis yang pasti lainnya . OAB adalah salah satu gejala saluran kemih bagian bawah yang paling umum pada anak-anak.

Kandung kemih yang terlalu aktif, juga disebut overactive bladder (OAB), menyebabkan keinginan buang air kecil yang sering dan tiba-tiba yang mungkin sulit dikendalikan. Kandung kemih yang terlalu aktif adalah kombinasi dari gejala yang dapat menyebabkan perlu buang air kecil lebih sering, lebih urgensi, mengalami inkontinensia (kebocoran) dan ingin buang air kecil di malam hari. Satu atau semua gejala ini dapat menyebabkan stres yang cukup besar dan berdampak negatif pada kualitas hidup Anda. Penderita  mungkin merasa perlu buang air kecil berkali-kali di siang dan malam hari, dan mungkin juga mengalami kehilangan urin yang tidak disengaja (inkontinensia urgensi). Jika memiliki kandung kemih yang terlalu aktif, mungkin merasa malu, mengasingkan diri, atau membatasi pekerjaan dan kehidupan sosial. Kabar baiknya adalah evaluasi singkat dapat menentukan apakah ada penyebab spesifik dari gejala kandung kemih yang terlalu aktif. Penderita  dapat mengelola gejala kandung kemih yang terlalu aktif dengan strategi perilaku sederhana, seperti perubahan pola makan, waktu berkemih, dan teknik menahan kandung kemih menggunakan otot dasar panggul. Jika upaya awal ini tidak cukup membantu dengan gejala kandung kemih Anda yang terlalu aktif, perawatan tambahan tersedia.

Penelitian telah mengungkapkan adanya hubungan overactive bladder (OAB) dengan alergi pada anak. Peneitian mengungkapkan karakteristik klinis dari 918 pasien yang didiagnosis dengan OAB dari Januari 2020 hingga Maret 2021 dianalisis secara retrospektif. Faktor risiko OAB dianalisis menggunakan analisis regresi logistik, dan efek desloratadine dalam pengobatan OAB dievaluasi. Insiden batuk alergi atau rinitis alergi pada kelompok OAB ringan lebih tinggi daripada kelompok sedang-berat. Urodinamik menunjukkan bahwa proporsi pasien dengan kandung kemih sensitif pada kelompok detrusor yang terlalu aktif secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok detrusor yang tidak terlalu aktif. Tingkat efektif pengobatan OAB pada pasien dengan komplikasi alergi dan menggunakan desloratadine adalah 90,14%, yang secara signifikan lebih tinggi daripada pasien yang tidak menggunakan desloratadine, dan tingkat IgE darah merupakan faktor risiko pengobatan yang tidak efektif dengan desloratadine. OAB berkorelasi dengan alergi pada anak-anak, dan desloratadine dapat secara efektif memperbaiki gejala OAB.

Advertisements

Penanganan utama dalam kasus seerti ini adalah memastikan apakah gangguan Bladder Overactive pada anak ibu berkaitan dengan alergi. Bla disertai beberapa gejala alergi sangat mungkin hal itu berkaita, Untuk penanganan terbaik adalah mendeteksi penyebab alergi, dan menghimdarinya. Sangat mungkin semua keluhan tersebut berkaitan dengan alergi makanan, karena anak ibu juga mengalami gangguan hipersensitifitas saluran cerna. Untuk memastikan penyebab alergi bukan sekedar dengan tes alergi tetapi dengan  melakukan Oral Food Challenge. Dengan melakukan penghindaran makanan yang dicurigai alergi. Bila hal itu berkaitan dengan alergi makaan maka bukan hanya gangguan saluran kemih pada anak ibu yang membaik, tetapi insya Allah gangguan sering pilek, hidug buntu, nyeri kaki, nyeri perut, mual dan mulut berbau biasanya juga akan ikut membaik.

Referensi

  • Yin L, Zhang Z, Zheng Y, Hou L, Zhao CG, Wang XL, Jiang KL, Du Y. Clinical Correlation Between Overactive Bladder and Allergy in Children. Front Pediatr. 2022 Jan 14;9:813161. doi: 10.3389/fped.2021.813161. PMID: 35096719; PMCID: PMC8795948.
  • Kajiwara M, Inoue K, Kato M, Usui A, Kurihara M, Usui T. Nocturnal enuresis and overactive bladder in children: an epidemiological studyInt J Urol. (2006) 13:36–41. 10.1111/j.1442-2042.2006.01217.
  • Zheng Y, Zhang Z, Hou L, Wang X. Clinical observation of the correlation between overactive bladder and atopic constitution in childrenFront Pediatr. (2021) 9:646118. 10.3389/fped.2021.646118
  • Lee SR, Kim HJ, Kim A, Kim JH. Overactive bladder is not only overactive but also hypersensitiveUrology. (2010) 75:1053–9. 10.1016/j.urology.2009.10.045
  • Soyer OU, Kilincoglu B, Senyucel MF, Aslan MK, Cakmak M, Dallar Y, et al.. Dysfunctional voiding in children with asthmaArch Dis Child. (2013) 98:312–4. 10.1136/archdischild-2012-301867
  • Han CH, Kim SJ, Chung JH. The association between male asthma and lower urinary tract symptoms evaluated by the international prostate symptom score: a population-based studyInt Arch Allergy Immunol. (2018) 177:334–41. 10.1159/000491794
  • Shan H, Zhang EW, Zhang P, Zhang XD, Zhang N, Du P, et al.. Differential expression of histamine receptors in the bladder wall tissues of patients with bladder pain syndrome/interstitial cystitis–significance in the responsiveness to antihistamine treatment and disease symptomsBMC Urol. (2019) 19:1–6. 10.1186/s12894-019-0548-3
  • Liu HT, Shie JH, Chen SH, Wang YS, Kuo HC. Differences in mast cell infiltration, E-cadherin, and zonula occludens-1 expression between patients with overactive bladder and interstitial cystitis/bladder pain syndromeUrology. (2012) 80:e213–28. 10.1016/j.urology.2012.01.047
  • Kim YS, Longhurst PA, Wein AJ, Levin RM. Effects of sensitization on female guinea pig urinary bladder function: in vivo and in vitro studiesJ Uro1. (1991) 146:454–7. 10.1016/S0022-5347(17)37823-0
  • Kim YS, Levin RM, Wein AJ, Longhurst PA. Effects of sensitization on the permeability of the urothelium in the guinea pig urinary bladderJ Urol. (1992) 147:270–3. 10.1016/S0022-5347(17)37211-7
  • Stromberga Z, Chess-Williams R, Moro C. Histamine modulation of urinary bladder urothelium, lamina propria and detrusor contractile activity via H1 and H2 receptorsSci Rep. (2019) 9:3899. 10.1038/s41598-019-40384-1
  • Charles J, Angus J, Wright CE. Central endogenous histamine modulates sympathetic outflow through H3 receptors in the conscious rabbitBr J Pharmacol. (2003) 139:1023–1031. 10.1038/sj.bjp.0705322 
  • Grundy L, Caldwell A, Garcia Caraballo S, Erickson A, Schober G, Castro J, et al.. Histamine induces peripheral and central hypersensitivity to bladder distension via the histamine H receptor and TRPV1Am J Physiol Renal Physiol. (2020) 318:F298–F314. 10.1152/ajprenal.00435.2019
  • Hou L, Zhang Z, Du Y, Wang X, Zhao C. An allergic risk factor analysis of extraordinary daytime only urinary frequency in childrenRisk Manag Healthc Policy. (2021) 14:2683–8. 10.2147/RMHP.S301131 
  • Pugliarello S, Cozzi A, Gisondi P, Girolomoni G. Phenotypes of atopic dermatitisJ German Soc Dermatol. (2011) 9:12–20. 10.1111/j.1610-0387.2010.07508.x
  • Denton E, Price DB, Tran TN, Canonica GW, Menzies-Gow A, FitzGerald JM, et al.. Cluster analysis of inflammatory biomarker expression in the international severe asthma registryJ Allergy Clin Immunol Prac. (2021) 9:2680–8. 10.1016/j.jaip.2021.02.059
  • Goldberg RP, Sand PK. Pathophysiology of the overactive bladderClin Obstet Gynecol. (2002) 45:182–92. 10.1097/00003081-200203000-00020 
Advertisements
Advertisements
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.