ALERGI ONLINE

Konsultasi Kesehatan Anak: Anakku Sudah Tes Alergi 3 Macam, Tetapi Alerginya tidak kunjung membaik

Advertisements

Anak S berusia 10 tahun. Sudah 2 tahun mengalami batuk pilek tak kunjung membaik. Selama itu keluhan hilang timbul , kadang membaik seminggu kemudian muncul batuk lagi. Sudah banyak dokter baik spesialis anak maupun subspesialis. Pada umumnya anak sdokter mengatakam bahwa anak saya  mengalami alergi debu tidak mengalami alergi makanan. karena sudah dilakukan tes alergi sebanyak 3 jenis tes. Uniknya hasilnya berbeda semua, Ada yang menunjukkan alergi makanan, ada yang menunjukkan tidak alergi makanan. Setelah dilakukan tes setahun meski sudah menghindari debu atau bulu binatang tetap saja keluhan anak saya tak kunjung membaik. Dalam 2 minggu anak divonis TB Paru dan diharuskan minum obat TB

Penegakan Diagnosis

Anamnesis atau perjalana riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik didapatkan

  • Batuk pilek anak S 10 Tahun didapatkan batuk hialng timbul selama 2 tahun. Batuk muncul 5-7 hari kemudian membaik, dan muncul lagi beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Batuk lebih keras pada pagi dan malam hari. Dalam 7 hari terakhir di dapatkan batuk ringan 5-7 hari yang lalu. Tetapi dalam 4 hari terakhir batuk semakin sering dan keras. Batuk berdahak berwarna putih. tidak didapatkan darah, tidak sesak.
  • Orang tua menyangkal didapatkan demam, tetapi saat dilakukan perabaan antara telapak tangan, dahi dan perut penderita tampak berbeda. Dahi dan telapak tangan teraba hangat meski diukur suhu normal.
  • Anak mengeluh nyeri kaki dan nyeri punggung. Nyeri kadang hebat sehingga nak mengeluh minta dipijat. Hal ini dianggap orangtua karena terlalu capek berolah raga. Nyeri muncul terutama saat hendak tidur. Saat dipijat anak tampak lebih nyaman. Sebelum tidur gelisah bolak balik dari ujung kasus ke ujunga lainnya.
  • Riwayat kontak flu : Dalam 4 hari terakhir ibu penderita mengalami badan dan kaki pegal dan nyeri, nyeri tenggorok dan sakit kepala. Ternyata selama ini ibu penderita seirng mengalai keluhan tersebut selama ini dianggap masuk angin, kecapekan atau kurang tidur.
  • Riwayat hipersensitifitas saluran cerna : anak kadang mengalami MUAL pagi hari bila hendak gosok gigi atau sedang disuap makanan. Sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering GLEGEKAN, sering KEMBUNG, sering buang angin dan buang angin bau tajam. Sering NYERI PERUT mengeluh nyeri perut, mau BAB tidak jadi, Mulut bai berbeda, lidah putih dan bibir kering.
  • Terdapat riwayat kluit sensitif, kaki tanpak hitam seperti digigitnyamuk, sering menggosok atau ,mengucek mata, sering punggung gatal dan kemerahan
  • Riwayat keluarga Ibu mengalami alergi hidung, riwayat maag dan sering sakit kepala
  • Pemeriksaan Fisik : Keadaan umum anak tampak sehat, bibir kering, lidah putih, ekspirasi memanjang, ronki, faring hiperemi, pemvesaran kelenjar sub mandubilar, abdomen : meteroismus, Dermatitis atopi,
  • Hasil laboratorium IgE4 alergi makanan 12 jenis, tes alergi IgE paket spesifik alergi makanan semua negatif, test alergi kulit debu positif, makanan dan lainnya negatif.
BACA  KONSULTASI KESEHATAN: Anak Saya Sulit Makan, Benarkah Ada hubungannya dengan Alergi ?

ANALISA KASUS

  • Data riwayat klinis dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan menujukkan bahwa anak mengalami riwayat alergi dan riwayat orang tua alergi. Tetapi penyebab sering batuk dan pilek hilang timbul berkepanjangan karena infeksi saluran napas akut berulang (Recurrent infection) hal ini ditandai dengan dalam fase akut 4 hari terakhir anak terba badan hangat, dengan suhu normal, badan ngilu, nyeri tenggorok, hiperemi faring. Kontak flu terdapat pada ibu.
  • Keluhan batuk pilek selama 2 tahun hilang timbal bukan karena alergi tetapi karena infeksi ISPA berulang karena 2 hal penyebab kondisi tersebut karena (1) daya tahan tubuh anak lemah dan (2) terdapat kontak sering flu atau Common Cold di sekitarnya. Tetapi memang benar hal ini sering terjadi pada penderita alergi.

Bukan hanya orangtua seringkali klinisi sulit membedakan antara alergi saluran napas dan infeksi common col atau flu berulang. Padahal banyak kasus penderita alergi batuk pilek lama disebakan karena infeksi virus Common cold atau ISPA berulang atau recurrent infection)

  • Kontak sakit di sekitarnya sulit dihindari karena ternyata ibu penderita juga sering mengalami flu atau common cold berulang tetapi selama ini sering dianggap alergi, masuk angin, kepacapeka kerja atau kurang tidur. Fukus utama kekebalan tubuh diperbaiki agar bila terkena flu atau common cold berulang lebih ringan dan lebih jarang
  • Kekebalan tubuh menurun sering terjadi pada penderita alergi khususnya alergi saluran cerna. karena, kekebalan tubuh sebagian besar atau sekitar 60-70% di bentuk di saluarn cerna. Alergi saluran cerna pada anak dan ibu membuat keduanya mudah terkena sakit flu atau common cold dengan tampilan klinis berbeda. Anak sering batuk tetapi ibu hanya sering pilek , sakit kepala dan nyeri tenggorok.
  • Setelah dilakukan eliminasi provokasi makanan untuk memperbaiki alergi saluran cerna ternyata dalam 3 minggu gangguan alergi saluran cerna pada anak membaik, anak tidak pernah batuk dan pilek lagi. Kalaupun ada batuk hanya ringanbatuk sekali sekali atau hanya bersin sekali sekali. Nafsu makan anak membaik, BB meningkat dan konsentrasi anak dalam belajar membaik
  • Kondisi tersebut dapat menyingkir penyebab batuk pilek berkepanjangan lainnya termasuk TB Paru, alergi debu dan alergi dingin,
  •  Tes alergi 3 kali dengan jenis tes berbeda hal ini disebabkan karena terdapat beberapa tes alergi yang tidak direkomendasikan karena tidak terbukti ilmiah seperti tes VEGA, bioresonansi, tes bandul, tes IgE4 (dikirim ke Amerika). Tes tersebut saat dilakukan tes beberapa tempat yang berbeda ternyata hasilnya berbeda.  Tes alergi yang dianjurkan adalah tes kulit (Skin Prick Test) atau tes IgEspesifik. Tes alergi kulit juga menunjukkan keterbatasan karena jumlah yang diperiksa sedikit dan spesifitasnya tinggi tetapi sensifitasnya rendah. Karena tipe alergi reaksi lambat sering tidak terdeteksi. Gold Standard atau tes alergi yang memastikan alergi makanan adalah chalenge test atau eliminasi provokasi makanan.

Memang anak terdeteksi alergi debu pada tes alergi, tetapi debu bukan penyebab gangguan seringnya batuk pilek pada anak. Hal ini dapat dibuktikan bahwa batuk pilek anak hanya berat saat pagi dan malam hari. Saat siang hari berkurang atau bahkan hilang. Alergi debu bisa terjadi bila debu berlebihan seperti rumah tidak dibersihkan atau ditinggal selam lebih seminggu, bila bongkar bongkar kamar atau gudang, atau pakai karpet tebal yang sudah lama tersimpan. Hal ini yang menjelaskan mengapa orangtua sudah membersihkan rungan setiap hari dan sering rajin membersihkan AC tetapi keluhan tetap tidak kunjung membaik.

  • Pemberian obat alergi dan obat batuk jangka panjang bukan jalan keluar yang utama, karena banyak kasus diberi obat bermacam macam termasuk antibiotika tidak kunjung membaik.
  • Waspadai komplikasi yang bisa muncuk saat batuk pilek berkepanjngan atau infeksi saluran anapas berulang bisa berdampak pada : bronkitis kronis, tonsilitis kronis, sinusitis, infeksi telinga (otitis media), adenoid membesar, efusi pleura,

Pemberian obat jangka panjang adalah menunjukkan kegagalan mengidentifikasi penyebab dan kegagalan menghindari pneyebab alergi makanan

 

BACA  Alergi Meningkatkan Kekambuhan PPOK (COPD)

 

 

Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *