alergiOL – ALERGI IMUNOLOGI ONLINE

Intoleransi dan Alergi Makanan: peningkatan insiden atau hanya pola makan yang tidak memadai ?

Intoleransi dan Alergi Makanan: peningkatan insiden atau hanya pola makan yang tidak memadai ?

Peran nutrisi dalam studi penyakit alergi telah dipelajari selama bertahun-tahun, tetapi bukti baru-baru ini menunjukkan bahwa itu adalah kualitas dan variasi dari seluruh diet yang mempengaruhi perkembangan alergi makanan. Ulasan ini berusaha memahami apakah prevalensi alergi makanan meningkat dan peran diet dalam perkembangan penyakit.

Data baru tentang prevalensi alergi makanan Eropa dan global menunjukkan bahwa angka yang dilaporkan dan aktual meningkat. Temuan terbaru dari penelitian pada bayi dan anak-anak menunjukkan bahwa diet Barat dapat meningkatkan perkembangan penyakit alergi, mungkin karena efek pada homeostasis mikrobioma usus, yang berdampak pada status kekebalan individu.

Dengan tingkat prevalensi keseluruhan untuk alergi makanan meningkat, penting untuk memastikan relevansi pengaruh makanan. Perhatian telah bergeser dari studi pencegahan gizi tunggal ke evaluasi efek dari pola diet yang berbeda pada hasil alergi. Bukti menunjukkan bahwa pengenalan makanan pendamping tidak boleh ditunda, dan keragaman diet di awal kehidupan adalah penting. Sifat makanan Barat yang semakin diproses, dalam kombinasi dengan pengaruh pada microbiome usus, dapat berkontribusi pada meningkatnya prevalensi penyakit alergi, termasuk alergi makanan.

Referensi

  • Skypala I1, Vlieg-Boerstra B. Food intolerance and allergy: increased incidence or contemporary inadequate diets? Curr Opin Clin Nutr Metab Care. 2014 Sep;17(5):442-7.

 

Lihat OBAT ONLINE di Google!
https://g.page/obatonline?gm

Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *