ALERGI ONLINE

Ekspresi Sitokin IL-37 Pada Hipertrofi Tonsil, Tonsilitis Berulang dan Alergi

Wawasan baru tentang penelitian sel T pada jaringan limfoid dari aspek klinis indikasi bedah untuk tonsilektomi. Penelitian mengungkapkan bahwa amandel sebagai model in vivo yang baik untuk menyelidiki mekanisme proses inflamasi dan infeksi pada organ limfoid. Ekspresi sel-T dan gen interferon tampaknya relatif stabil di atas dua indikasi utama tonsilektomi, hipertrofi tonsil, dan tonsilitis berulang. Namun, respon imun antiinflamasi, yaitu

Read more

Imunitas Mukosa pada 5 Organ tubuh

Sistem kekebalan dapat membentuk berbagai macam sel dan molekul yang dapat mengenali dan menghilangkan mikroorganisme dalam jumlah besar (virus, bakteri, dan parasit) dan bahan-bahan lain yang berbahaya. Respons imun dibagi menjadi dua bagian yaitu imunitas alamiah dan imunitas didapat. Perbedaan keduanya adalah imunitas alamiah melibatkan mekanisme pertahanan tidak spesifik terhadap patogen tertentu contohnya fagositosis sedangkan imunitas didapat memiliki spesifisitas yang

Read more

Imunitas Mukosa Pada Saluran Urogenitalia

Sistem kekebalan dapat membentuk berbagai macam sel dan molekul yang dapat mengenali dan menghilangkan mikroorganisme dalam jumlah besar (virus, bakteri, dan parasit) dan bahan-bahan lain yang berbahaya. Respons imun dibagi menjadi dua bagian yaitu imunitas alamiah dan imunitas didapat. Perbedaan keduanya adalah imunitas alamiah melibatkan mekanisme pertahanan tidak spesifik terhadap patogen tertentu contohnya fagositosis sedangkan imunitas didapat memiliki spesifisitas yang

Read more

Imunitas Mukosa Pada Saluran Cerna

Sistem kekebalan dapat membentuk berbagai macam sel dan molekul yang dapat mengenali dan menghilangkan mikroorganisme dalam jumlah besar (virus, bakteri, dan parasit) dan bahan-bahan lain yang berbahaya. Respons imun dibagi menjadi dua bagian yaitu imunitas alamiah dan imunitas didapat. Perbedaan keduanya adalah imunitas alamiah melibatkan mekanisme pertahanan tidak spesifik terhadap patogen tertentu contohnya fagositosis sedangkan imunitas didapat memiliki spesifisitas yang

Read more

Imunitas Mukosa Pada Saluran Napas

Sistem kekebalan dapat membentuk berbagai macam sel dan molekul yang dapat mengenali dan menghilangkan mikroorganisme dalam jumlah besar (virus, bakteri, dan parasit) dan bahan-bahan lain yang berbahaya. Respons imun dibagi menjadi dua bagian yaitu imunitas alamiah dan imunitas didapat. Perbedaan keduanya adalah imunitas alamiah melibatkan mekanisme pertahanan tidak spesifik terhadap patogen tertentu contohnya fagositosis sedangkan imunitas didapat memiliki spesifisitas yang

Read more

Modulasi Hormon Neuroendokrin Pada Sistem Imun

Sistem kekebalan atau sistem imun (immune system) adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor. Pertahanan awal terhadap organisme asing adalah jaringan terluar dari

Read more

Mediator Dalam Reaksi Hipersensitivitas Tipe I

Pada keadaan normal, mekanisme pertahanan tubuh baik humoral maupun selular tergantung pada aktivasi sel B dan sel T. Aktivasi berlebihan oleh antigen atau gangguan mekanisme ini, akan menimbulkan suatu keadaan imunopatologik yang disebut reaksi hipersensitivitas. Menurut Gell dan Coombs, reaksi hipersensitivitas dapat dibagi menjadi 4 tipe, yaitu tipe I hipersensitif anafilaktik, tipe II hipersensitif sitotoksik yang bergantung antibodi, tipe III

Read more

B Cells Types

Sel B, juga dikenal sebagai limfosit B, adalah jenis sel darah putih dari subtipe limfosit. Mereka berfungsi dalam komponen imunitas humoral dari sistem imun adaptif dengan mengeluarkan antibodi. Selain itu, sel B menyajikan antigen (mereka juga diklasifikasikan sebagai sel penyaji antigen profesional (APC)) dan mengeluarkan sitokin. Pada mamalia, sel B matang di sumsum tulang, yang merupakan inti dari sebagian besar

Read more

Sistem Imun Adaptif

Sistem imun adaptif Sistem imun adaptif berevolusi pada vertebrata awal dan memungkinkan respons imun yang lebih kuat serta memori imunologis, di mana setiap patogen “diingat” oleh antigen khusus. Respon imun adaptif bersifat antigen spesifik dan membutuhkan pengakuan antigen “non-diri” spesifik selama proses yang disebut presentasi antigen. Spesifisitas antigen memungkinkan untuk menghasilkan respons yang disesuaikan dengan patogen spesifik atau sel yang

Read more

7 Organ Utama Sistem Kekebalan Tubuh

7 Organ Utama Sistem Kekebalan Tubuh Sistem kekebalan adalah sistem pertahanan inang yang terdiri dari banyak struktur dan proses biologis dalam suatu organisme yang melindungi terhadap penyakit. Agar berfungsi dengan baik, sistem kekebalan harus mendeteksi beragam agen, yang dikenal sebagai patogen, dari virus hingga cacing parasit, dan membedakannya dari jaringan sehat organisme itu sendiri. Pada banyak spesies, sistem kekebalan tubuh

Read more

ASI dan Faktor Imunitas

ASI Dan Faktor Imunitas Sistem imun adalah semua mekanisme yang digunakan tubuh untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh berbagai bahan dalam lingkungannya. Sistem imun terbagi menjadi sistem imun spesifik dan non spesifik. Sistem imun spesifik terdiri dari sistem humoral (limfosit B), selular (limfosit T), sistem limfoid primer, sistem limfoid sekunder (limpa, kelenjar limfe dan

Read more

Regulasi Sistem Komplemen

Sistem komplemen adalah protein dalam serum darah yang bereaksi berjenjang sebagai enzim untuk membantu sistem kekebalan selular dan sistem kekebalan humoral  untuk melindungi tubuh dari infeksi. Protein komplemen tidak secara khusus bereaksi terhadap antigen tertentu, dan segera teraktivasi pada proses infeksi awal dari patogen. Oleh karena itu sistem komplemen dianggap merupakan bagian dari sistem imun bawaan. Walaupun demikian, beberapa antibodi

Read more

Komposisi Komponen ASI, Sebagai Sistem imunitas

Audi yudhasmara, Widodo judarwanto Faktor Imunologis dalam ASI Manusia Untuk janin dan bayi baru lahir, pertahanan imunologis ada, tetapi belum dewasa. Untuk mengimbanginya, antibodi imunoglobulin (Ig) G ibu bergerak melintasi penghalang plasenta untuk memberikan perlindungan. Setelah lahir, antibodi ibu ini berkurang dalam 6 hingga 12 bulan pertama kehidupan manusia. Namun, neonatus dan bayi dapat menerima perlindungan ibu tambahan dari ASI.

Read more
1 2 3