Category Archives: Tak Berkategori

The Update Classification of Allergy and Hypersensitivity Diseases

The Update Classification of Allergy and Hypersensitivity Diseases The classification of allergic and hypersensitivity diseases was established by the European Academy of Allergy and Clinical Immunology (EAACI) and the World Allergy Organization (WAO) in 2004 (1). The definitions and concepts of allergic and hypersensitivity conditions beyond the allergy community have often created misunderstanding (2). For an optimal clarification: The term

Baca selengkapnya

Klasifikasi Asma Pada Anak

Asma secara klinis praktis adalah adanya gejala batuk dan/atau mengi berulang, terutama pada malam hari (nocturnal), reversible (dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan) dan biasanya terdapat atopi pada pasien dan atau keluarganya.Yang dimaksud serangan asma adalah episode perburukan yang progresif akut dari gejala-gejala batuk, sesak nafas, mengi, rasa dada tertekan, atau berbagai kombinasi dari gejala-gejala tersebut.  GINA mendefinisikan asma secara

Baca selengkapnya

Imunopatofisiologi Asma Pada Anak

Asma secara klinis praktis adalah adanya gejala batuk dan/atau mengi berulang, terutama pada malam hari (nocturnal), reversible (dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan) dan biasanya terdapat atopi pada pasien dan atau keluarganya.Yang dimaksud serangan asma adalah episode perburukan yang progresif akut dari gejala-gejala batuk, sesak nafas, mengi, rasa dada tertekan, atau berbagai kombinasi dari gejala-gejala tersebut. Penggolongan asma tergantung pada

Baca selengkapnya

100 Autoimmune Diseases

An autoimmune disease is a pathological state arising from an abnormal immune response of the body to substances and tissues that are normally present in the body. Autoimmunity, on the other hand, is the presence of self-reactive immune response (e.g., auto-antibodies, self-reactive T-cells), with or without damage or pathology resulting from it. This may be restricted to certain organs (e.g.

Baca selengkapnya

Adaptive immune system

Adaptive immune system The adaptive immune system evolved in early vertebrates and allows for a stronger immune response as well as immunological memory, where each pathogen is “remembered” by a signature antigen. The adaptive immune response is antigen-specific and requires the recognition of specific “non-self” antigens during a process called antigen presentation. Antigen specificity allows for the generation of responses

Baca selengkapnya

Innate Immune System

Innate immune system Microorganisms or toxins that successfully enter an organism encounter the cells and mechanisms of the innate immune system. The innate response is usually triggered when microbes are identified by pattern recognition receptors, which recognize components that are conserved among broad groups of microorganisms, or when damaged, injured or stressed cells send out alarm signals, many of which

Baca selengkapnya

The cluster of differentiation, Immunophenotyping of Cells

The cluster of differentiation (cluster of designation or classification determinant) (often abbreviated as CD) is a protocol used for the identification and investigation of cell surface molecules providing targets for immunophenotyping of cells. In terms of physiology, CD molecules can act in numerous ways, often acting as receptors or ligands (the molecule that activates a receptor) important to the cell.

Baca selengkapnya

Pemeriksaan Diagnosis Imunologi

  Pemeriksaan diagnosis Imunitas humoral Hitung sel B  Sel B dapat dikenal dengan petanda reseptor imunoglobulin pada permukaannya (surface marker imunoglobulin = SmIg). Selain itu sel limfosit B juga mempunyai reseptor komplemen dan reseptor untuk agregat imunoglobulin (EAC rosettes). Sel makrofag, sel NK dan beberapa subopulasi sel T juga mempunyai ekspresi permukaan yang sama sehingga pemeriksaan sel B dengan mengenali

Baca selengkapnya

Modulasi Hormon Neuroendokrin Pada Sistem Imun

Sistem kekebalan atau sistem imun (immune system) adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor. Pertahanan awal terhadap organisme asing adalah jaringan terluar dari

Baca selengkapnya

Immune System

The immune system is a host defense system comprising many biological structures and processes within an organism that protects against disease. To function properly, an immune system must detect a wide variety of agents, known as pathogens, from viruses to parasitic worms, and distinguish them from the organism’s own healthy tissue. In many species, the immune system can be classified

Baca selengkapnya

6 Komponen imunitas non spesifik

Semua organisme multiselular (termasuk tumbuhan, invertebrata, dan vertebrata) memiliki mekanisme intrinsik sebagai pertahanan terhadap mikroorganisme. Mekanisme pertahanan ini disebut sebagai imunitas non spesifik (disebut juga imunitas alamiah) dan bersifat selalu siap untuk mengenali dan mengeliminasi mikroba. Imunitas non spesifik tidak bereaksi terhadap bahan-bahan non mikroba. Imunitas non spesifik berbeda dengan imunitas spesifik yang harus distimulasi dan beradaptasi terlebih dahulu sebelum

Baca selengkapnya

3 Gangguan pada imunitas

3 Gangguan pada imunitas Sistem imun adalah struktur efektif yang menggabungkan spesifisitas dan adaptasi. Kegagalan pertahanan dapat muncul, dan jatuh pada tiga kategori: defisiensi imun, autoimunitas, dan hipersensitivitas. Defisiensi imun. Defisiensi imun muncul ketika satu atau lebih komponen sistem imun tidak aktif. Kemampuan sistem imun untuk merespon patogen berkurang pada baik golongan muda dan golongan tua, dengan respon imun mulai

Baca selengkapnya

Mekanisme Pertahanan Spesifik

Bila pertahanan non spesifik belum dapat mengatasi invasi mikroorganisme maka imunitas spesifik akan terangsang. Mekanisme pertahanan spesifik adalah mekanisme pertahanan yang diperankan oleh sel limfosit, dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya seperti sel makrofag dan komplemen. Dilihat dari caranya diperoleh maka mekanisme pertahanan spesifik disebut juga respons imun didapat. Imunitas spesifik hanya ditujukan terhadap antigen tertentu yaitu antigen

Baca selengkapnya

Imunitas bawaan

Imunitas bawaan Mikroorganisme yang berhasil memasuki organisme akan bertemu dengan sel dan mekanisme sistem imun bawaan. Respon bawaan biasanya dijalankan ketika mikroba diidentifikasi oleh reseptor pengenalan susunan, yang mengenali komponen yang diawetkan antara grup mikroorganisme. Pertahanan imun bawaan tidak spesifik, berarti bahwa respon sistem tersebut pada patogen berada pada cara yang umum. Sistem ini tidak berbuat lama-penghabisan imunitas terhadap patogen.

Baca selengkapnya

Mekanisme Pertahanan Tubuh

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar

Baca selengkapnya

Perkembangan Sistem Imunitas Spesifik dan Nonspesifik

Evolusi perkembangan sistem imun dapat dianggap sebagai suatu seri respons adaptif terhadap lingkungan yang berubah-ubah dan potensial rawan. Evolusi perkembangan sistem imun yang ditinjau dari sudut keragaman berbagai macam spesies, dari spesies yang paling primitif sampai yang paling berkembang yaitu manusia, dinamakan filogeni sistem imun. Pengaruh lingkungan yang rawan ini akan menimbulkan seleksi spesies yang paling dapat beradaptasi terhadap lingkungan

Baca selengkapnya

Wikipedia: Immunology Basic, Clinical Immunology, Auto Immun

◾Common Variable Immunodeficiency ◾Complement Deficiencies ◾Complement Receptor Deficiency ◾Complement-Related Disorders ◾Contact Urticaria Syndrome ◾CSF Rhinorrhea ◾Delayed Hypersensitivity Reactions ◾Delirium Tremens (DTs) ◾Dermatologic Manifestations of Job Syndrome ◾Dermographism Urticaria ◾Drug Eruptions ◾Drug-Induced Photosensitivity ◾Drug-Induced Pigmentation ◾Dyshidrotic Eczema ◾Eosinophilia ◾Fixed Drug Eruptions ◾Food Allergies ◾Hereditary Angioedema ◾Hypereosinophilic Syndrome ◾Hypogammaglobulinemia ◾Id Reaction (Autoeczematization) ◾Immediate Hypersensitivity Reactions ◾Immunoglobulin A Deficiency ◾Immunoglobulin D Deficiency ◾Immunoglobulin

Baca selengkapnya

Resep Makanan Pengganti atau Substitusi Bagi Penderita Alergi

  SUSU KACANG-KACANGAN Kedelai dicuci sampai bersih, lalu direndam selama satu malam atau delapan jam dalam air panas. Air rendaman dibuang dan kedelai dicuci lalu tiriskan. Berikutnya kacang kedelai dihaluskan bersama air secukupnya menggunakan burr mill. Bubur encer disaring dengan kain kasa dan filtratnya merupakan susu kedelai mentah. Proses ini bisa menggunakan mesin kami. Dengan mesin susu kedelai Maksindo, ampas

Baca selengkapnya

Resep Substitusi Makanan Pengganti Untuk Penderita Alergi

  Biskuit Bebas tepung atau gluten Wheat/Gluten Bahan: 150 ml tepung kentang 2 sendok teh baking powder (bebas jagung) 2 sendok teh ragi ( bebas jagung) 1/4  sendok teh sendok teh garam 3 sendok teh mentega 75 ml susu soya Di panci, disaring semua bahan tepung kentang, ragi, dan garam. Campur mentega dengan tepung hingga ke dua kombonasi tersebut menyatu,

Baca selengkapnya
« Entri Lama