Category Archives: *** Imunopatofisiologi

Allergy and Gene–Environment Interactions

Allergy and Gene–Environment Interactions Many features of allergic inflammation resemble those of the inflammation that results from immune responses to infection with enteric helminths1 or from cutaneous responses to the bites of ectoparasites such as ticks2. Similarities to aspects of immune responses to parasites or environmental allergens have also been identified, notably that both involve TH2 cells and are associated with

Baca selengkapnya

Immunization and TLR8

Immunization and TLR8 Dendritic cells (DCs) are professional antigen-presenting cells (APCs) that play a vital role in shaping adaptive immunity. DC maturation begins when endogenous or exogenous danger molecules are recognized by pattern recognition receptors (eg, Toll-like receptors [TLRs]), triggering upregulation of costimulatory molecules and production of immune-polarizing cytokines. Of note, human newborn DCs demonstrate impaired TH1 responses and particularly low production

Baca selengkapnya

Patofisiologi Terkini Dermatitis Atopi Pada Anak

Patofisiologi Terkini Dermatitis Atopi Pada Anak Meskipun kemajuan pengetahuan dan teknologi tentang alergi sangat pesat khususnya dalam memahami genetika dermatitis atopik (DA), tetapi patofisiologi tetap tidak didefinisikan dengan baik. Dua hipotesis utama telah diajukan mengenai perkembangan inflamasi yang menyebabkan DA. Yang pertama menunjukkan disfungsi imun primer yang mengakibatkan sensitisasi IgE dan gangguan pembatas epitel sekunder. Yang kedua mengusulkan cacat primer

Baca selengkapnya

Patofisiologi Terkini Asma

Patofisiologi Terkini Asma Widodo Judarwanto pediatrician Interaksi antara faktor lingkungan dan genetik menyebabkan radang saluran napas, yang membatasi aliran udara dan menyebabkan perubahan fungsional dan struktural pada saluran udara dalam bentuk bronkospasme, edema mukosa, dan sumbatan oleh lendir. Obstruksi jalan napas menyebabkan peningkatan resistensi terhadap aliran udara dan penurunan laju alir ekspirasi. Perubahan ini menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengeluarkan udara

Baca selengkapnya

Penyebab dan Patofisiologi Sindrom Stevens Johnson

Sindrom Steven-Johnson (SSJ) merupakan suatu kumpulan gejala klinis erupsi mukokutaneus yang ditandai oleh trias kelainan pada kulit vesikulobulosa dan mukosa orifisium. Pengelupasan epidermis terjadi pada 10% kasus, sedangkan keterlibatan mukosa dapat mencapai 90% dari keseluruhan kasus. Biasanya sering disertai gejala umum berat yang harus memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Pertama kali diskripsi penyakit ini dilakukan oleh Stevens dan Johnson

Baca selengkapnya

Update Immunopathophysiology of Measles

Measles, also known as rubeola, is one of the most contagious infectious diseases, with at least a 90% secondary infection rate in susceptible domestic contacts. It can affect people of all ages, despite being considered primarily a childhood illness. Measles is marked by prodromal fever, cough, coryza, conjunctivitis, and pathognomonic enanthem (ie, Koplik spots), followed by an erythematous maculopapular rash

Baca selengkapnya

Imunopatofisiologi Asma Pada Anak

Asma secara klinis praktis adalah adanya gejala batuk dan/atau mengi berulang, terutama pada malam hari (nocturnal), reversible (dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan) dan biasanya terdapat atopi pada pasien dan atau keluarganya.Yang dimaksud serangan asma adalah episode perburukan yang progresif akut dari gejala-gejala batuk, sesak nafas, mengi, rasa dada tertekan, atau berbagai kombinasi dari gejala-gejala tersebut. Penggolongan asma tergantung pada

Baca selengkapnya

Imunopatogenesis Rinitis Alergika

Rinitis Alergika secara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsi hidung, terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung yang diperantarai IgE. Gejala rinitis alergik dapat dicetuskan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pajanan udara dingin, debu, uap, bau cat, polusi udara, tinta cetak, bau masakan, bubuk detergen, serta bau minuman beralkohol. Umumnya faktor pencetus ini berupa iritan non spesifik. Alergen penyebab pada

Baca selengkapnya

Wikipedia: Immunology Basic, Clinical Immunology, Auto Immun

◾Common Variable Immunodeficiency ◾Complement Deficiencies ◾Complement Receptor Deficiency ◾Complement-Related Disorders ◾Contact Urticaria Syndrome ◾CSF Rhinorrhea ◾Delayed Hypersensitivity Reactions ◾Delirium Tremens (DTs) ◾Dermatologic Manifestations of Job Syndrome ◾Dermographism Urticaria ◾Drug Eruptions ◾Drug-Induced Photosensitivity ◾Drug-Induced Pigmentation ◾Dyshidrotic Eczema ◾Eosinophilia ◾Fixed Drug Eruptions ◾Food Allergies ◾Hereditary Angioedema ◾Hypereosinophilic Syndrome ◾Hypogammaglobulinemia ◾Id Reaction (Autoeczematization) ◾Immediate Hypersensitivity Reactions ◾Immunoglobulin A Deficiency ◾Immunoglobulin D Deficiency ◾Immunoglobulin

Baca selengkapnya

Wikipedia: Alergi anak, asma, dermatitis, rhinitis, children allergy

Dalam dekade terakhir ini ada kecenderungan kasus alergi pada anak meningkat. Masalah alergi akan menjadi masalah yang cukup dominan kesehatan  di masa yang akan datang. Penyakit infeksi tampaknya akan semakin berkurang karena semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pencegahan penyakit infeksi. Kasus alergi pada anak belum banyak diperhatikan secara baik dan benar baik oleh para orang tua atau sebagian kalangan dokter

Baca selengkapnya