Category Archives: *** Imunologi

Sistem Imun Pada Bayi Baru Lahir

Sistem Imun Pada Bayi Baru Lahir Sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang sampai berusia enam bulan. Sementara itu, antibodi imunoglobulin ibu hamil dapat melewati melalui melalui aliran darah plasenta, dan janin. Antibodi ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan janin. Mereka mengidentifikasi dan mengikat zat berbahaya, seperti bakteri, virus, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Ini memicu sel

Baca selengkapnya

Mekanisme Pertahanan Tubuh Terhadap Virus

Mekanisme Pertahanan Tubuh Terhadap Virus Tubuh manusia akan selalu terancam oleh paparan bakteri, virus, parasit, radiasi matahari, dan polusi. Stres emosional atau fisiologis dari kejadian ini adalah tantangan lain untuk mempertahankan tubuh yang sehat. Biasanya manusia dilindungi oleh sistem pertahanan tubuh, sistem kekebalan tubuh, terutama makrofag, dan cukup lengkap kebutuhan gizi untuk menjaga kesehatan. Kelebihan tantangan negatif, bagaimanapun, dapat menekan sistem pertahanan tubuh,

Baca selengkapnya

Mekanisme Pertahanan Tubuh Terhadap Bakteri

Mekanisme Pertahanan Tubuh Terhadap Bakteri Tubuh manusia tidak mungkin terhindar dari lingkungan yang mengandung mikroba patogen di sekelilingnya. Mikroba tersebut dapat menimbulkan penyakit infeksi pada manusia. Mikroba patogen yang ada bersifat poligenik dan kompleks. Oleh karena itu respons imun tubuh manusia terhadap berbagai macam mikroba patogen juga berbeda. Umumnya gambaran biologik spesifik mikroba menentukan mekanisme imun mana yang berperan untuk proteksi. Begitu juga respon

Baca selengkapnya

Komposisi komponen ASI yang berfungsi sebagai sistem imunitas

Komposisi komponen ASI yang berfungsi sebagai sistem imunitas Zat Terlarut Selular Antibodi spesifik (sIgA, 7S IgA, IgG, IgE, IgD, komponen sekretorik) Sel imun spesifik (limfosit T dan B) Produk sel T Sel asesori (neutrofil, makrofag, sel epitel) Antigen histokompatibilitas Faktor-faktor nonspesifik (komplemen, faktor kemotaktik, properidin, interferon, α-fetoprotein, faktor bifidus, faktor antistafilokokus, substansi antiadherens, epidermal growth factor,  folate uptake enhancer, faktor

Baca selengkapnya

Inflamasi Memicu Respon Imun Tidak Adekuat Menjadi Infeksi Virus Kronik

​ Inflamasi Memicu Respon Imun Tidak Adekuat Menjadi Infeksi Virus Kronik Di bawah pengaruh interferon, infeksi virus kronis menyebabkan peradangan yang kuat. Hal ini menyebabkan sel B untuk memulai respon imun yang tidak memadai yang pertama mengoptimalkan produksi antibodi untuk waktu yang singkat, namun kemudian dengan cepat reda. Para ilmuwan di University of Basel menemukan mekanisme baru yang mendasar menjelaskan

Baca selengkapnya

The cluster of differentiation, Immunophenotyping of Cells

The cluster of differentiation (cluster of designation or classification determinant) (often abbreviated as CD) is a protocol used for the identification and investigation of cell surface molecules providing targets for immunophenotyping of cells. In terms of physiology, CD molecules can act in numerous ways, often acting as receptors or ligands (the molecule that activates a receptor) important to the cell.

Baca selengkapnya

Perkembangan Sistem Imunitas Spesifik dan Nonspesifik

Evolusi perkembangan sistem imun dapat dianggap sebagai suatu seri respons adaptif terhadap lingkungan yang berubah-ubah dan potensial rawan. Evolusi perkembangan sistem imun yang ditinjau dari sudut keragaman berbagai macam spesies, dari spesies yang paling primitif sampai yang paling berkembang yaitu manusia, dinamakan filogeni sistem imun. Pengaruh lingkungan yang rawan ini akan menimbulkan seleksi spesies yang paling dapat beradaptasi terhadap lingkungan

Baca selengkapnya

Sejarah Imunologi Dunia dan Indonesia

Imunologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi imunitas. Imunologi berasal dari ilmu kedokteran dan penelitian awal akibat dari imunitas sampai penyakit. Sebutan imunitas yang pertama kali diketahui adalah selama wabah Athena tahun 430 SM. Thucydides mencatat bahwa orang yang sembuh dari penyakit sebelumnya dapat mengobati penyakit tanpa terkena penyakit sekali lagi. Observasi imunitas nantinya diteliti oleh Louis Pasteur pada

Baca selengkapnya

Wikipedia: Immunology Basic, Clinical Immunology, Auto Immun

◾Common Variable Immunodeficiency ◾Complement Deficiencies ◾Complement Receptor Deficiency ◾Complement-Related Disorders ◾Contact Urticaria Syndrome ◾CSF Rhinorrhea ◾Delayed Hypersensitivity Reactions ◾Delirium Tremens (DTs) ◾Dermatologic Manifestations of Job Syndrome ◾Dermographism Urticaria ◾Drug Eruptions ◾Drug-Induced Photosensitivity ◾Drug-Induced Pigmentation ◾Dyshidrotic Eczema ◾Eosinophilia ◾Fixed Drug Eruptions ◾Food Allergies ◾Hereditary Angioedema ◾Hypereosinophilic Syndrome ◾Hypogammaglobulinemia ◾Id Reaction (Autoeczematization) ◾Immediate Hypersensitivity Reactions ◾Immunoglobulin A Deficiency ◾Immunoglobulin D Deficiency ◾Immunoglobulin

Baca selengkapnya

3 Penyakit yang berhubungan dengan Sitokin

3 Penyakit yang berhubungan dengan Sitokin Penyakit keseimbangan Th1-Th2 Subset sel Th1-Th2 saling berpengaruh dan diantara kedua subset ada regulasi silang. Contohnya adalah mengenai adanya reaksi silang sitokin adalah lepra yangdisebabkan M.Lepra, patogen intraselular yang bertahan hidup dalam fagosom makrofag. Syok Septik Gangguan dalam jaring regulator kompleks yang mengatur ekspersi sitokin dan reseptornya dapat menimbulkan sejumlah penyakit seperti renjatan septik

Baca selengkapnya

Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik

Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel

Baca selengkapnya

Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik

Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik Respons imun nonspesifik dini yang penting terhadap virus dan bakteri  berupa sekresi sitokin yang diperlukan untuk fungsi banyak sel efektor. Interaksi antigen dan makrofag dan yang menimbulkan aktivasi Th menimbulkan pelepasan sejumlah sitokin dan menimbulkan jaring interaksi kompleks dalam respons imun. Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik TNF (Tumor Necrosis Factor) TNF merupakan sitokin utama pada

Baca selengkapnya

Fungsi Sitokin

Fungsi Sitokin   Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel dari sistem

Baca selengkapnya

Sifat dan Ciri Sitokin

Sifat dan Ciri Sitokin   Sitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel

Baca selengkapnya

6 Jenis dan Fungsi Interleukin

6 Jenis dan Fungsi Interleukin Interleukin adalah salah satu dari beberapa limfokin yang mempromosikan makrofag dan sel T pembunuh dan sel B dan komponen lain dari sistem kekebalantubuh. Interleukin merupakan kelompok sitokin ( disekresi hormon ) yangpertama kali diekspresikan oleh sel darah putih (leukosit). Interleukin jangka berasal dari (antar) sebagai “sarana komunikasi”, dan (leukin) berasal dari fakta bahwa banyak dari

Baca selengkapnya

Peran makrofag pada regulasi sistem imun

Proses fagositosis adalah sebagian dari respons imun non spesifik dan yang pertama kali mempertemukan tuan rumah dengan benda asing. Istilah endositosis lebih umum dan mempunyai dua arti yaitu fagositosis (pencernaan partikel) dan pinositosis (pencernaan nonpartikel, misalnya cairan). Sel yang berfungsi menelan dan mencerna partikel atau substansi cairan disebut sel fagositik, terdiri dari sel fagosit mononuklear dan fagosit polimorfonuklear. Sel ini

Baca selengkapnya

Penyakit Disebabkan Antibodi dan kompleks Antigen-Antibodi Hipersensitifitas Tipe II-III

Penyakit Disebabkan Antibodi dan kompleks Antigen-Antibodi Hipersensitifitas Tipe II-III Antibodi terhadap antigen sel dan jaringan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan penyakit (reaksi hipersensitivitas tipe II). Antibodi IgG dan IgM yang berikatan pada antigen sel atau jarinagn menstimulasi fagositosis sel-sel tersebut, menyebabkan reaksi inflamasi,  aktivasi komplemen menyebabkan sel lisis dan fragmen komplemen dapat menarik sel inflamasi ke tempat terjadinya reaksi, juga

Baca selengkapnya

Aspek Klinik Reaksi Hipersensitifitas Tipe 1

Hipersensitivitas (reaksi hipersensitivitas) adalah reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. Hipersensitivitas merupakan reaksi imun tipe I, namun berdasarkan mekanisme dan waktu yang dibutuhkan untuk reaksi, hipersensitivitas terbagi menjadi empat tipe lagi: tipe I, tipe II, tipe III, dan tipe IV. Penyakit tertentu dapat dikarenakan

Baca selengkapnya

Reaksi Hipersensitivitas dan Reaksi Klinis Yang Ditimbulkan

Hipersensitivitas (reaksi hipersensitivitas) adalah reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal. Hipersensitivitas merupakan reaksi imun tipe I, namun berdasarkan mekanisme dan waktu yang dibutuhkan untuk reaksi, hipersensitivitas terbagi menjadi empat tipe lagi: tipe I, tipe II, tipe III, dan tipe IV. Penyakit tertentu dapat dikarenakan

Baca selengkapnya
« Entri Lama