Category Archives: **** Diagnosis-Tes Alergi

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional Tubuh Manusia

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional Tubuh Manusia Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan Audi Yudhasmara, Widodo judarwanto Food allergy is a matter of concern because it affects about 0.5-3.8% of the paediatric population and 0.1-1% of adults, and as well may cause life-threatening reactions. Skin prick testing with food

Baca selengkapnya

Tes Diagnostik Terkini Pada Alergi Makanan

Tes Diagnostik Terkini Pada Alergi Makanan Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto Alergi makanan adalah suatu kondisi gangguan penyakit pada tubuh manusia dengan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan dan merupakan topik yang sangat memprihatinkan bagi para ilmuwan dan dokter. Di seluruh dunia, lebih dari 220 juta orang menderita semacam alergi makanan, tetapi jumlah yang dilaporkan hanyalah puncak gunung es. Beberapa tahun

Baca selengkapnya

Diagnosis of Food Allergy

Food allergies are immunologically mediated adverse reactions to foods. Any food protein can trigger an allergic response, and allergic reactions to a large number of foods have been documented; however, only a small group of foods account for most of these reactions. Eggs, milk, peanuts, soy, fish, shellfish, tree nuts, and wheat are the foods most often implicated. Diagnosis Laboratory

Baca selengkapnya

TES ALERGI UJI KULIT ALERGI : Uji tusuk (prick test), sel uji gores (scratch test) dan pacth test (uji tempel).

TES ALERGI UJI KULIT ALERGI : Uji tusuk (prick test), sel uji gores (scratch test) dan pacth test (uji tempel). Beberapa jenis pemeriksaan penunjang diagnosis penyakit alergi dan imunologi dapat dilakukan walaupun tidak harus dipenuhi seluruhnya. Tiap jenis pemeriksaan mempunyai sensitivitas dan spesifitas yang berbeda. Prinsip pemeriksaan uji kulit terhadap alergen ialah adanya reaksi wheal and flare pada kulit untuk

Baca selengkapnya

Diagnosis dan Tes Alergi Makanan

 Dalam dekade terakhir ini ada kecenderungan kasus alergi pada anak meningkat. Masalah alergi akan menjadi masalah yang cukup dominan kesehatan  di masa yang akan datang. Penyakit infeksi tampaknya akan semakin berkurang karena semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pencegahan penyakit infeksi. Kasus alergi pada anak belum banyak diperhatikan secara baik dan benar baik oleh para orang tua atau sebagian kalangan dokter

Baca selengkapnya

Diagnosis dan Pemeriksaan Artritis Reumatoid Juvenil

Diagnosis Artritis Reumatoid Juvenil terutama berdasarkan klinis. Penyakit ini paling sering terjadi pada umur 1-3 tahun. Nyeri ekstremitas seringkali menjadi keluhan utama pada awal penyakit. Gejala klinis yang menyokong kecurigaan kearah ARJ yaitu kekakuan sendi pada pagi hari, ruam rematoid, demam intermiten, perikarditis, uveitis kronik, spondilitis servikal, nodul rematoid, tenosinovitis. Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ) adalah salah satu penyakit Reumatoid yang

Baca selengkapnya

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional Tubuh Manusia

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional Tubuh Manusia Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan Food allergy is a matter of concern because it affects about 0.5-3.8% of the paediatric population and 0.1-1% of adults, and as well may cause life-threatening reactions. Skin prick testing with food extracts and with fresh

Baca selengkapnya

Diagnosis Alergi Susu Sapi

Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering dan paling awal dijumpai dalam kehidupannya. Alergi susu sapi adalah suatu penyakit yang berdasarkan reaksi imunologis yang timbul sebagai akibat pemberian susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap

Baca selengkapnya

Test Alergi Memastikan Penyebab Alergi Makanan

“TES ALERGI UNTUK MENCARI PENYEBAB ALERGI”   Gold standard” atau standar baku untuk memastikan makanan penyebab alergi harus menggunakan CHALENGE TEST atau Provokasi makanan secara buta (Double blind placebo control food chalenge = DBPCFC). Alat diagnosis yang direkomendasikan secara klinis hanya Tes kulit dan tes IgE RAST spesifik. Tes tersebut sensitifitas tinggi tetapi spesifitasnya rendah karena hanya bisa mendeteksi reaksi

Baca selengkapnya

Berbagai Tes Alergi dan Diagnosis Alergi

UJI KULIT Uji kulit intradermal Sejumlah 0,02 ml ekstrak alergen dalam 1 ml semprit tuberkulin disuntikkan secara superfisial pada kulit sehingga timbul 3 mm gelembung. Dimulai dengan konsentrasi terendah yang menimbulkan reaksi, kemudian ditingkatkan berangsur masing-masing dengan konsentrasi 10 kali lipat sampai menimbulkan indurasi 5-15 mm. Uji intradermal ini seringkali digunakan untuk titrasi alergen pada kulit. Uji tusuk Uji tusuk

Baca selengkapnya

Inilah tes Alergi yang Tidak Akan Direkomendasikan Ahli Alergi

    Seorang ibu sudah demikian frustasinya dalam menangani masalah alergi yang diderita anaknya. Sudah sekian banyak dokter ahli dikunjungi sudah sangat banyak obat yang diminum tetapi tidak ada hasilnya. Akhirnya ibu tersebut datang ke terapi alternatif, karena terbuai oleh informasi dan pendapat beberapa orang yang tidak berkompeten. Akhirnya bukan menyelesaikan masalah tetapi hanya membuang biaya pengobatan secara percuma. Hal

Baca selengkapnya

Memastikan dan Mencari Penyebab Alergi

MEMASTIKAN DAN MENCARI PENYEBAB ALERGI UNTUK MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI MAKANAN BUKAN DENGAN TES ALERGI (TES KULIT ATAU TES DARAH) TETAPI DENGAN menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya

Baca selengkapnya

Bioresonansi, Pengobatan dan Tes Alergi Yang Tidak Direkomendasikan

UNPROVEN TEST  –  ALTERNATIVE TEST  :TES YANG TIDAK DIREKOMENDASIKAN   KONTROVERSI PEMERIKSAAN TES  BIORESONANSI  DALAM DIAGNOSIS ALERGI   DIAGNOSIS DAN TERAPI ALTERNATIF BIORESONANSI, BERMANFAATKAH ? Pemeriksaan elektromagnetik yang berdasarkan biofisika seperti bioresonansi, tes vega, atau biotensor adalah metoda diagnosis unproven dan “unorthodox” atau tak lazim dipakai dalam mendiagnosis alergi dan beberapa penyakit. Pemeriksaan ini digunakan tidak berdasarkan dasar ilmiah dan

Baca selengkapnya