Category Archives: * Alergi-Gangguan Perilaku

Pola imunologis dan endokrinologis dalam etiopatogenesis ADHD

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang paling umum di antara anak-anak. Ada 3 subtipe ADHD: (1) dengan gejala lalai yang lazim (2) dengan gejala hiperaktif-impulsif yang umum dan (3) subtipe gabungan. Ini biasanya memanifestasikan dirinya sebelum usia 7 tahun dan terjadi lebih sering pada anak laki-laki daripada perempuan. Diagnosis didiagnosis ketika hiperaktif, impulsif, dan lalai berlangsung lama,

Baca selengkapnya

Nutrisi, Mekanisme Imunologis dan Imunomodulasi Makanan dalam ADHD

Penyebab attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) tidak sepenuhnya dipahami, tetapi disfungsi komorbiditas yang umum dari sistem pencernaan dan kekebalan menunjukkan bahwa sistem ini mungkin dipengaruhi oleh latar belakang genetik umum dan mekanisme molekuler. Sebagai contoh, peningkatan kadar sitokin spesifik diamati pada ADHD. Selain itu, ADHD memiliki komorbiditas yang tinggi dengan gangguan yang dimediasi Th1 dan Th2 seperti infeksi telinga, eksim dan

Baca selengkapnya

Sistem Kekebalan Tubuh, Sistem Saraf, Perilaku, dan Peran Sitokin

Peran Sitokin dan Sistem Kekebalan Tubuh Pada Sistem Saraf dan Gangguan Perilaku Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara Sistem kekebalan dan sistem saraf saling berhubungan secara rumit. Status fungsional sistem imun memengaruhi banyak proses biologis, termasuk fungsi dan perkembangan otak, yang dapat dipengaruhi ketika respons imun bawaan dan adaptif didregulasi. Perilaku penyakit, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan dalam pengalaman subjektif

Baca selengkapnya

Peran Sistem Kekebalan Tubuh, Sistem Saraf, Perilaku, dan Sitokin Pada Penderita Autism

Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan saraf pervasif yang ditandai oleh gangguan variabel dalam komunikasi dan interaksi sosial serta minat yang terbatas dan perilaku berulang. Heterogenitas presentasi adalah ciri khas. Investigasi masalah sistem kekebalan pada ASD, termasuk penyimpangan dalam profil sitokin dan pensinyalan, telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir dan merupakan subjek yang menarik. Dengan

Baca selengkapnya

Alergi dan OCD

Studi pendahuluan ini menunjukkan hubungan antara penyakit alergi dan TS dan OCD. Hasil mengungkapkan perbedaan dalam hubungan antara jenis penyakit alergi (rinitis atau eksim) dan gangguan neuropsikiatri (gangguan tic atau OCD). Penyakit alergi termasuk asma, rinitis alergi dan eksim pada anak-anak dan remaja yang didiagnosis dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan / atau sindrom Tourettedibandingkan dengan subyek control. Meskipun hanya seperlima

Baca selengkapnya

Peningkatan gejala neuropsikiatrik setelah kontrol gejala alergi dengan penggunaan antibodi anti-IgE murine (omalizumab) pada penderita Limited Expressive Language

Berkembangnya rinitis alergi telah terlibat dalam memperburuk gejala neuropsikiatri seperti hiperaktif dan kecemasan pada populasi umum, sebagian besar didukung oleh data epidemiologis. Namun, tidak diketahui bagaimana gejala alergi pernapasan mempengaruhi gejala perilaku pada pasien dengan cacat intelektual dan bahasa ekspresif terbatas. Pasien-pasien ini dapat mengungkapkan gejala perilaku yang lebih parah sebagian karena frustrasi dan kecemasan, sedang kurang didiagnosis dan diatasi

Baca selengkapnya

Gangguan Tidur atau Insomnia Pada Anak Karena Alergi Makanan

Penyebab gangguan tidur sangat banyak, salah satunya disbabkan oleh dampak alergi makanan. Gangguan tidur yang sering terjadi adalah insomia adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan tidur yang baik. Gangguan tidur tersebut menimbulkan penderitaan dan gangguan dalam berbagai fungsi sosial, pertumbuhan dan perkembangan anak, maupun gangguan pada fungsi lainnya. Terdapat berbagai jenis insomnia tergantung beberapa kondisi dan penyakit yang melatarbelakangi gangguan

Baca selengkapnya

Depresi, Bunuh Diri dan Alergi

Sandiaz , Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto Tingkat depresi, kecemasan, dan gangguan tidur (faktor risiko bunuh diri) lebih besar pada pasien dengan rinitis alergi daripada pada populasi umum. Tingkat alergi juga lebih besar pada pasien dengan depresi. Data awal menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat alergi mungkin memiliki tingkat bunuh diri yang meningkat. Dokter harus secara aktif bertanya untuk mendiagnosis alergi pada

Baca selengkapnya

Histamin dan social recognition memory

Beberapa tes perilaku telah dikembangkan untuk mempelajari dan mengukur ingatan yang bermuatan emosional dan bagaimana hal ini dapat dipengaruhi oleh manipulasi farmakologis, diet, atau lingkungan. Beberapa teori dan penelitian mengungkapkan paradigma eksperimental yang digunakan dalam studi praklinis untuk mengungkap sirkuit otak yang terlibat dalam pengakuan dan menghafal rangsangan penting lingkungan tanpa nilai emosional yang kuat. Peran modulatory dari sistem histaminergik otak

Baca selengkapnya

REAKSI SIMPANG MAKANAN DAN GANGGUAN NEUROLOGI

“REAKSI SIMPANG MAKANAN DAN GANGGUAN NEUROLOGI” Widodo Judarwanto ABSTRAK Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang masuk saluran cerna manusia sering disebut sebagai reaksi simpang makanan. Reaksi simpang makanan dapat diperantarai oleh mekanisme yang bersifat imunologi, farmakologi, toksin, infeksi, idiosinkrasi, metabolisme serta neuropsikologis terhadap makanan.Tampilan klinis yang terjadi tergantung jenis mekanisme reaksi makanan yang mendasari gangguan tersebut.

Baca selengkapnya

JOURNAL WATCH: Evaluation, diagnosis, and treatment of gastrointestinal disorders in individuals with ASDs: a consensus report.

Pediatrics. 2010 Jan;125 Suppl 1:S1-18. Evaluation, diagnosis, and treatment of gastrointestinal disorders in individuals with ASDs: a consensus report. Buie T, Campbell DB, Fuchs GJ 3rd, Furuta GT, Levy J, Vandewater J, Whitaker AH, Atkins D, Bauman ML, Beaudet AL, Carr EG, Gershon MD, Hyman SL, Jirapinyo P, Jyonouchi H, Kooros K, Kushak R, Levitt P, Levy SE, Lewis JD,

Baca selengkapnya

ABSTRACT WATCH: Cytokines and the Brain: Implications for Clinical Psychiatry

Am J Psychiatry 157:683-694, May 2000 © 2000 American Psychiatric Association Reviews and Overviews Cytokines and the Brain: Implications for Clinical Psychiatry Ziad Kronfol, M.D., and Daniel G. Remick, M.D. ABSTRACT OBJECTIVE: This article reviews recent developments in cytokine biology that are relevant to clinical psychiatry.METHOD: The authors reviewed English-language literature of the last 15 years that pertains to the

Baca selengkapnya

Aktifitas Neural pada Alergi

Alergi meningkat di seluruh dunia. Asma, alergi makanan, dermatitis, dan anafilaksis sistemik adalah beberapa penyakit alergi yang paling umum. Hubungan antara alergi dan pola perilaku yang berubah telah lama diakui. Jalur molekuler dan seluler dalam interaksi dua arah sistem saraf dan kekebalan sekarang mulai dijelaskan. Dalam tulisan ini, kami menguraikan konsekuensi dari penyakit alergi, terutama alergi makanan dan asma, pada

Baca selengkapnya

10 Gejala Alergi Pada Bayi Yang Sering Dianggap Normal

10 Gejala Alergi Pada Bayi Yang Sering Dianggap Normal HIPERSENSITIF SALURAN CERNA :Sebagian besar bahkan mungkin hampir 90% bayi prematur mengalami hipersensitifitas saluran cerna, sedangkan sekitar 30-40 persen bayi normal juga mengalami keadaan ini dengan variasi yang berbeda Hipersensitifitas saluran cerna mempunyai berbagai vatiasi karakteristik keluhan. Gastrooesephagealrefluks/GER)  Sering MUNTAH/gumoh), kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam

Baca selengkapnya

Manifestasi Neurologi Dari Gangguan Alergi

Neurologic Manifestations of Allergic Disease Alergi makanan dapat menyebabkan sakit kepala, asma, bersin, ruam kulit, sakit perut, mengompol, kelelahan, lekas marah, kabut otak dan gejala neurologis lainnya, luka dingin, refluks esofagus, sindrom iritasi usus, gatal, gatal-gatal, nyeri otot dan persendian, cairan dalam telinga, pembengkakan sinus, suara serak, iritasi vagina, dan bahkan jantung berdebar. Alergen makanan juga dapat menyebabkan atau memperparah

Baca selengkapnya

ABSTRACT WATCH: Immunoglobulin A Dysgammaglobulinemia Is Associated with Pediatric-Onset Obsessive-Compulsive Disorder.

J Child Adolesc Psychopharmacol. 2019 May;29(4):268-275. doi: 10.1089/cap.2018.0043. Epub 2019 Mar 20. Immunoglobulin A Dysgammaglobulinemia Is Associated with Pediatric-Onset Obsessive-Compulsive Disorder. Williams K, Shorser-Gentile L, Sarvode Mothi S, Berman N, Pasternack M, Geller D, Walter J. Abstract Background: Inflammation and immune dysregulation have been implicated in the pathogenesis of pediatric-onset obsessive-compulsive disorder (OCD) and tic disorders such as Tourette syndrome

Baca selengkapnya

Do food or additives cause behavior disorders?

Pediatr Ann. 2006 Oct;35(10):744-5, 748-54. Do food or additives cause behavior disorders? Cruz NV, Bahna SL. Section of Allergy and Immunology, Louisiana State University Health Sciences Center, Shreveport, LA, USA. Abstract The possible role of foods or additives in causing behavioral disorders in children, particularly ADHD, has been a controversial subject both among health care providers and the public. However,

Baca selengkapnya

ABSTRACT WATCH: Allergy: a risk factor for suicide?

Curr Treat Options Neurol. 2008 Sep;10(5):363-76. Allergy: a risk factor for suicide? Postolache TT, Komarow H, Tonelli LH. Teodor T. Postolache, MD Mood and Anxiety Program (MAP), Department of Psychiatry, University of Maryland School of Medicine, 685 West Baltimore Street, MSTF Building Room 930, Baltimore, MD 21201, USA. tpostolache@psych.umaryland.edu. Abstract The rates of depression, anxiety, and sleep disturbance (suicide risk

Baca selengkapnya

Food allergy induces alteration in brain inflammatory status and cognitive impairments.

Behav Brain Res. 2019 May 17;364:374-382. doi: 10.1016/j.bbr.2018.01.011. Epub 2018 Jan 12. Food allergy induces alteration in brain inflammatory status and cognitive impairments. Zhou L1, Chen L1, Li X1, Li T1, Dong Z2, Wang YT3. Abstract   Accumulating evidence supports an increase in emotional and behavioral problems in patients with food allergy, but the underlying mechanism remains poorly understood. Here we found that in addition to

Baca selengkapnya
« Entri Lama