ALERGI ONLINE

Brain Allergy: Alergi Susunan Saraf Pusat

Advertisements
Spread the love

Brain Allergy: Alergi Susunan Saraf Pusat

Sistem Susunan Saraf Pusat
  • Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar.’
  • Perilaku : impulsif, sering marah, perubahan suasana hati tak stabil (mood tak stabil), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, gaya berjalan mengejutkan, lambat, lamban, kusam, kurang konsentrasi, depresi, menangis; tegang, marah, mudah marah, cemas, panik, terstimulasi, agresif, terlalu aktif, takut, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang-kejang, kepala terasa penuh atau diperbesar, sensasi mengambang, memori buruk, salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi dalam keterbacaan tulisan tangan; halusinasi, delusi, paranoia, bicara gagap; klaustrofobia, kelumpuhan, keadaan katatonik, disfungsi perseptual, gejala khas retardasi mental.
  • Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)
  • Muncul gejala mirip gangguan otak atau mengitis : seperti kejang, kesadaran terganggu, jitteri. sakit kepala hebat tetapi gangguan sangat ringan sering hampir mirip dianggap infeksi radang selaput otak atau meningitis
  • SUSUNAN SARAF PUSAT  PADA BAYI DAN BALITA : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam dan EEG normal).
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN  pada bayi : Mata sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Pada Anak lebih besar :  Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  • GANGGUAN TIDUR :  Pada bayi : malam sering terbangun sering dikira haus atau sering dikira ASI ibu kurang sehingga minum ASI berlebihan, akibatnya BB anak naik berlebihan karena terlalu banyak minum. Pada Anak dan dewasa : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik dari ujung ke ujung tempat tidur, Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk,  “beradu gigi”  atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT Pada Bayi :  sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”). Pada Anak Lebih besar : mudah memukul, menggigit, mencubit. Pada dewasa : mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, tantrum, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS :  mudah marah, sedih berlebihan,  mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”.
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir  sering geli dan harus pakai sandal), biasanya bila berjalan tidak menapak baik sehingga sering jalan tidak sempurna (jalan jinjit, miring, kaki O atau X), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, seringkali pilih bila makan hanya suka makan krispi, kerupuk atau yang renyah (sayur hanya wortel, brokoli, kentang, bayam). Tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur tertentu, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi. pada dewaqsa seringkali makan sangt cepat tanpa dikunyah
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.
BACA  Histamin dan social recognition memory

Referensi

  • Dantzer R, Konsman JP, Bluthe RM, Kelley KW: Neural and humoral pathways of communication from the immune system to the brain: parallel or convergent? Auton Neurosci 2000, 85:60–65. This paper provides an excellent review of the numerous pathways through which cytokines can communicate with the brain.PubMedCrossRefGoogle Scholar
  • Sampson HA, Jolie PL: Increased plasma histamine concentrations after food challenges in children with atopic dermatitis. N Engl J Med 1984, 311:372–376.PubMedCrossRefGoogle Scholar
    13.
  • Anderson JA: Mechanisms in adverse reactions to food: the brain. Allergy. 1995, 50(20 Suppl):78–81.
  • Lucarelli S, Frediani T, Zingoni AM, et al.: Food allergy and infantile autism. Panminerva Med 1995, 37:137–141
  • Tryphonas H, Trites R: Food allergy in children with hyperactivity, learning disabilities and/or minimal brain dysfunction. Ann Allergy 1979, 42:22–27.
    Rix KJ, Ditchfield J, Freed DL, et al.: Food antibodies in acute psychoses. Psychol Med 1985, 15:347–354
  • Egger J, Stolla A, McEwen LM: Controlled trial of hyposensitisation in children with food-induced hyperkinetic syndrome. Lancet 1992, 339:1150–1153.
  • Bock SA, Atkins FM: Patterns of food hypersensitivity during sixteen years of double-blind, placebo-controlled food challenges. J Pediatr 1990, 117:561–567
  • Niestijl JJJ, Kardinaal AFM, Huijbers GH: Prevalence of food allergy and intolerance in the adult Dutch population. J Allergy Clin Immunol 1994, 93:446–456.
  • Eggesbo M, Botten G, Stigum H: Restricted diets in children with reactions to milk and egg perceived by their parents. J Pediatr 2001, 139:583–587. This study examines risk factors for unwarranted diet restrictions in a large population-based sample.
  • Stevenson DD, Simon RA, Lumry WR, Mathison DA: Adverse reactions to tartrazine. J Allergy Clin Immunol 1986, 78(1 Pt 2):182–191
  • Parker SL, Garner DM, Leznoff A, Sussman GL: Psychological characteristics of patients with reported adverse reactions for food. Intl J Eating Disord 1991, 10:433–439.
  • Rix KJ, Pearson DJ, Bentley SJ: A psychiatric study of patients with supposed food allergy. Br J Psychiatry 1984, 145:121–126
  • Primeau MN, Kagan R, Joseph L, et al.: The psychological burden of peanut allergy as perceived by adults with peanut allergy and the parents of peanut-allergic children. Clin Exp Allergy 2000, 30:1135–1143. This study compares quality of life for children and adults with peanut allergies to children and adults with rheumatologic diseases.
  • Association AP: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th edn. Washington, DC: American Psychiatric Association; 1994.
  • Stuber M, Kazak AE, Meeske K, et al.: Predictors of posttraumatic stress symptoms in childhood cancer survivors. Pediatrics 1997, 100:958–964
  • McCann JB, Stein A, Fairburn CG, Dunger DB: Eating habits and attitudes of mothers of children with non-organic failure to thrive. Arch Dis Child 1994, 70:234–236.
  • Roesler TA, Barry PC, Bock SA: Factitious food allergy and failure to thrive. Arch Pediatr Adolesc Med 1994, 148:1150–1155.
  • Kosky N, McCluskey S, Lacey JH: Bulimia nervosa and food allergy: a case report. Int J Eat Disord 1993, 14:117–119.
  • Terr A: Food allergy: a manifestation of eating disorders? Int J Eat Disord 1986, 5:575–579.
BACA  KONSULTASI KESEHATAN: Anak Saya Sulit Makan, Benarkah Ada hubungannya dengan Alergi ?

Advertisements
Advertisements

Advertisements
Advertisements
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Virtual Whatsapp, Chat Di Sini