ALERGI ONLINE

Bintitan (Khalazion) dan Alergi Makanan

Advertisements
Spread the love

 

Bintitan atau khalazion adalah kondisi ketika bintil menyakitkan mirip jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Selama ini Bintitan umumnya banyak klinisi menyebutkan disebabkan oleh infeksi bakteri dan biasanya hanya muncul pada salah satu kelopak mata. Ternyata banyak kasus bintitan tanpa diberi antibiotika membaik. Hal ini yang menjelaskan bahwa kemungkinan besar penyebab utamanya bukan karena infeksi bakteri, karena bila infeksi bakteri tanpa antibiotika tak akan sembuh. Dalam penelitian kami terhadap 89 Kasus Anak usia 1 – 12 tahun yang mengalami gangguan hordeolum tersebut ternyata sebagian besar mengalami alergi atau hipersensitif kulit, hidung, saluran napas dan saluran cerna. Ternyata saat dilakukan eliminasi makanan penyebab alergi 78 anak membaik tanpa pengobatan dan tak berulang lagi, sedangkan 11 anak tidak membaik dan hilang timbul berkepanjangan karena tidak patuh menjalani program eliminasi provokasi alergi makanan meski sudah melakukan beberapa rekomendasi pencegahan dan pemberian antibiotika. Bahkan terdapat 5 penderita yang mengalami operasi incisi berulang, tetapi hilang timbul berulang hingga beberapa kali

Chalazia dan hordeola (styes) adalah pembengkakan kelopak mata yang terjadi secara tiba-tiba. Chalazion disebabkan oleh reaksi inflamasi atau oklusi kelenjar meibomian non-infeksi, sedangkan hordeolum biasanya disebabkan oleh infeksi. Kedua kondisi tersebut awalnya menyebabkan hiperemia kelopak mata dan edema, bengkak, dan nyeri. Seiring waktu, chalazion menjadi nodul kecil yang tidak nyeri tekan di tengah kelopak mata, sedangkan hordeolum tetap terasa nyeri dan terlokalisasi di tepi kelopak mata. Diagnosisnya klinis. Perawatan terutama dengan kompres panas. Kedua kondisi membaik secara spontan, tetapi insisi atau, untuk chalazia, kortikosteroid intralesi dapat digunakan untuk mempercepat resolusi.

Chalazion adalah obstruksi non-infeksi pada kelenjar meibom yang menyebabkan ekstravasasi bahan lipid yang mengiritasi di jaringan lunak kelopak mata dengan inflamasi granulomatosa fokal sekunder. Gangguan yang menyebabkan sekresi kelenjar meibom yang tebal secara tidak normal (misalnya, disfungsi kelenjar meibomian, acne rosacea) meningkatkan risiko obstruksi kelenjar meibom.


Hordeolum (bintit) adalah pembengkakan akut terlokalisasi pada kelopak mata yang mungkin eksternal atau internal dan biasanya merupakan infeksi atau abses piogenik (biasanya stafilokokus). Kebanyakan hordeola bersifat eksternal dan diakibatkan oleh obstruksi dan infeksi folikel bulu mata dan kelenjar Zeis atau kelenjar Moll yang berdekatan. Obstruksi folikel mungkin berhubungan dengan blepharitis. Hordeolum internal, yang sangat jarang, terjadi akibat infeksi kelenjar meibom. Terkadang selulitis menyertai hordeola.

Advertisements
loading...
Advertisements

Bintitan sering kali terjadi di kelopak mata bagian luar, tapi terkadang juga bisa muncul di bagian dalam kelopak mata. Bintil yang tumbuh di bagian dalam lebih menyakitkan daripada yang tumbuh di luar. Tidak seperti kelihatannya, bintitan tidak menyebabkan gangguan penglihatan.

Khalazion adalah istilah medis dari penyakit bintitan, atau dikenal juga dengan sebutan timbilan. Khalazion adalah benjolan kecil yang sekilas terlihat seperti jerawat di dekat bulu mata. Penyakit ini biasanya terbentuk satu di dalam kelopak mata dan satu lagi di luar kelopak mata. Dalam kasus tertentu, timbilan kadang kala juga bisa mengandung nanah. Secara umum, penyakit ini bukan kondisi serius. Biasanya benjolan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meskipun tidak berbahaya, bintitan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda karena rasa nyerinya, serta merusak keindahan mata.

BACA  Dermatitis Atopi Dikaitkan Dengan Penyakit Penyerta, Infeksi Ekstra-Kutan, Multi-organ, Sistemik Dan Penyakit Kardiovaskular

Gejala dan Tanda
Chalazia dan hordeola masing-masing menyebabkan kelopak mata kemerahan, bengkak, dan nyeri.

  • Kalazion Awalnya kelopak mata membengkak secara difus. Terkadang kelopak mata bisa membengkak secara besar-besaran, sehingga menutup mata sepenuhnya. Setelah 1 atau 2 hari, chalazion terlokalisasi di badan kelopak mata. Biasanya, timbul nodul atau benjolan kecil yang tidak nyeri tekan. Chalazion biasanya mengalir melalui permukaan bagian dalam kelopak mata atau diserap secara spontan selama 2 hingga 8 minggu; jarang, itu bertahan lebih lama. Bergantung pada ukuran dan lokasinya, chalazion dapat membuat indentasi kornea, menghasilkan penglihatan yang sedikit kabur.
  • Hordeolum Setelah 1 hingga 2 hari, hordeolum eksternal terlokalisasi di tepi kelopak mata. Mungkin ada sobekan, fotofobia, dan sensasi benda asing. Biasanya, pustula kekuningan kecil berkembang di dasar bulu mata, dikelilingi oleh hiperemia, indurasi, dan edema difus. Dalam 2 sampai 4 hari, lesi pecah dan mengeluarkan cairan (seringkali nanah), dengan demikian menghilangkan rasa sakit dan mengatasi lesi.

Gejala hordeolum internal sama dengan gejala chalazion, dengan nyeri, kemerahan, dan edema yang terlokalisasi di permukaan konjungtiva tarsal posterior. Peradangan bisa parah, kadang disertai demam atau menggigil. Pemeriksaan konjungtiva tarsal menunjukkan elevasi kecil atau area kuning di lokasi kelenjar yang terkena. Belakangan, terbentuk abses. Jarang pecah secara spontan; Namun, jika memang terjadi, biasanya terjadi di sisi konjungtiva kelopak mata dan terkadang meletus melalui sisi kulit. Kekambuhan biasa terjadi.

Penyebab dan Faktor Risiko 

  • Penyebab utama Khalazionbintitan adalah infeksi bakteri Staphylococcus. Bakteri yang umum hidup di kulit ini dapat menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata, sehingga menimbulkan peradangan. Penyebab lain dari bintitan adalah kuman dan kulit mati yang terperangkap di ujung kelopak mata.
  • Anda dapat mengurangi rasa sakit dengan mengompres kelopak mata menggunakan kain yang dicelupkan air hangat.

PENANGANAN

  • Tampaknya mudah membedakan kedua gangguan itu, tetapi pada praktek sehari hari tidak mudah, Karena dua gangguan tersebut hampir selalu menjadi overdiagnosis.
  • Pada khalazion sebagian besar bintitan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-21 hari, terutama bila bintitan telah pecah dan mengeluarkan nanah.
  • Bila penderita mengalami tanda dan gejala minimal 2 gejala gangguan hipersensitif saluran cerna, hidung dan kulit , maka alergi makanan sangat mungkin berpengaruh terhadap gangguan bintitan tersebut
  • Kenali gangguan hipersenitif saluran cerna, kulit dan hidung
    • GANGGUAN SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT. Kadang nyeri di daerah kantung empedu. Waspadai bila nyeri perut hebat bila divonis usus buntu harus segera second opinion ke dokter lain. Sering salah diagnosis karena gejala mirip.
    • GANGGUAN KULIT :  Sering gatal, dermatitis, urticaria (biduran), PERNAH Urticaria papula, Ptiriasis alba (putih seperti panu) terutama di wajah atau tangan dan kaki., pernah bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit  kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat. Kulit sekitar kuku tangan dan kaki sering bengkak, terkelupas. pada keadaan lanjut bisa terjadi infeksi kuku bahkan bisa terjadi kuku terlepas.. pada panderita ini biasanya mudah terjadi ingrowing nail atau bengkak pada tepi kuku
    • GANGGUAN HIDUNG:  Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus, Tenggorok :  tenggorokan nyeri/kering/gatal,  palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem). Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul,  terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.  Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah
  • Bila gangguan bintitan disertai minimal 2 gejala dari 3 organ tubuh tersebut maka lakukan Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional
  • Bila terdapat beberapa gangguan alergi sebaiknya pemberian antibiotika dan tndakan operasi bisa ditunda untuk dilakukan penanganan masalah alergi nya terlebih dahulu. 
  • Jangan pernah memencet atau memecahkan bintitan sendiri karena dapat memicu penyebaran infeksi.
  • Beberapa langkah sederhana berikut ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala dan rasa tidak nyaman akibat bintitan:
    • Menjaga kebersihan mata yang bintitan
    • Cucilah kelopak mata dengan sabun berbahan lembut, dan hindari dulu pemakaian kosmetik mata sampai bintitan sembuh.
    • Kompres kelopak mata dengan air hangat
    • Kompres kelopak mata 2-4 kali sehari, dengan handuk yang sudah direndam air hangat.
    • Hindari pemakaian lensa kontak sementara
    • Hindari penggunaan lensa kontak sampai bintitan benar-benar sembuh.
    • Mengonsumsi obat pereda nyeri
  • Pada penderita dengan penyebab alergi makanan atau hipersensitifitas makanan berbagai pencegahan tersebut, pengobatan antibiotika tidak banyak bermanfaat.
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep, seperti paracetamol, untuk meredakan rasa sakit.
  • Apabila bintitan tidak kunjung sembuh dan bertambah nyeri, segera hubungi dokter. Langkah penanganan yang umumnya dilakukan dokter adalah memberikan salep atau tetes mata antibiotik. Bila bintitan tidak juga membaik dengan obat-obatan tersebut, dokter mata akan melakukan sayatan kecil atau operasi kecil pada bintil untuk mengeluarkan nanah. Tetapi pada penderita dengan hipersenitif saluran cerna saat dilakukan penghndaran makanan penyebab alergi gangguan tersebut cepat membaik dan tak berulang lagi. Sebaliknya dalam 5 kasus dalam penelitian tersebut di atas mengalami operasi berulang karena bintitan juga masih hilang tibul berulang ketika penghindaran alergi makanan tak dipatuhi,meski sudah dilakukan berbagai pencegahan dan pemberian antibiotika
BACA  Video Youtube Pilihan: Kolik, Sulit Tidur, Rewel dan Alergi makanan Pada Bayi

Kapan harus ke dokter

  • Pada umumnya, bintitan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Meski demikian, risiko komplikasi tetap ada. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter jika bintitan tidak kunjung membaik setelah 48 jam.
  • Selain itu, segeralah berobat ke dokter jika pembengkakan menyebar hingga ke bagian wajah lainnya, misalnya pipi.

Komplikasi

  • Bintitan atau khalazion yang tidak kunjung sembuh dapat berkembang menjadi kista akibat tersumbatnya kelenjar pada kelopak mata (kalazion), atau menyebabkan penyebaran infeksi ke jaringan di sekitar kelopak mata (selulitis preseptal).

Pencegahan 

Langkah utama untuk mencegah munculnya bintitan adalah menjaga kebersihan mata, dengan cara

  • Bila terdapat riwayat bintitan diserati gangguan alergi lainnya, maka bila beberberapa gejala alergi meningkat maka sebaiknya alerginya dikendalikan karena akan memicu mempermudah munculnya bintitan
  • Tidak mengaruk mata, karena dapat memicu iritasi dan berpindahnya bakteri ke mata.
  • Mencuci tangan sebelum menyentuh mata, dan memakai kacamata pelindung saat membersihkan rumah agar terhindar dari debu.
  • Tidak berbagi penggunaan handuk dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang bintitan.
  • Mensterilkan lensa kontak sebelum digunakan, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasangkan lensa kontak pada mata.
  • Tidak menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa, tidak menggunakan kembali kosmetik mata yang pernah digunakan saat bintitan, dan membersihkan wajah sebelum tidur.
  • Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi atau peradangan di sekitar kelopak mata.

 

 

 

https://youtu.be/Ld0-7VTLXW4 https://youtu.be/4bj1G8R2yQI https://youtu.be/IJJLv5hGjRA https://youtu.be/X0nTs0kyj_o https://youtu.be/Mx_GY48_G_k https://youtu.be/uNaQeBVGQDY

Advertisements
Advertisements

Advertisements
Advertisements
Advertisements
Advertisements

Материалы по теме:

Gangguan Tumbuh Kembang Pada Penderita Alergi Susu Sapi
 
BACA  PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN SITOKIN DAN APLIKASI TERAPINYA
Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering dan paling awal dijumpai dalam kehidupannya. Alergi susu sapi adalah suatu ...
Permasalahan Alergi Telur dan Vaksinasi Serta Rekomendasinya
Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto Alergi telur adalah salah satu alergen terpenting dalam pemberian makan pada masa kanak-kanak, dan alergi telur dapat menimbulkan masalah kualitas hidup. ...
Alergi Meningkatkan Kekambuhan PPOK (COPD)
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (PPOK) adalah sekelompok penyakit paru (termasuk emfisema dan bronkitis kronis) yang menghalangi aliran udara di paru-paru. Hal ini membuat semakin ...
Histamin dan social recognition memory
Beberapa tes perilaku telah dikembangkan untuk mempelajari dan mengukur ingatan yang bermuatan emosional dan bagaimana hal ini dapat dipengaruhi oleh manipulasi farmakologis, diet, atau ...
Alergi Makanan Pada Anak, Permasalahan dan Penanganannya
Alergi Makanan Pada Anak, Permasalahan dan Penanganannya  Dalam dekade terakhir ini ada kecenderungan kasus alergi pada anak meningkat. Masalah alergi akan menjadi masalah yang cukup ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Virtual Whatsapp, Chat Di Sini