10 Gangguan yang Menyertai GER Pada Balita Dengan Riwayat Alergi

1558491164603.jpgMuntah yang menerus pada anak-anak sering disebabkan oleh refluks asam, juga disebut gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang juga sering disebut refluks asam lambung. Hal ini dapat terjadi pada bayi serta anak-anak yang lebih dewasa. Kerongkongan adalah bagian yang menghubungkan mulut, tenggorokan dan perut pada manusia. Pada bagian akhir esofagus, ada otot yang berkontraksi untuk mencegah refluks asam yang dapat menyebabkan kandungan makanan di perut akan kembali ke kerongkongan. GERD yang tampak ringan sebaiknya jangan diremehkan karena bisa berdampak pada berbagai gejala yang menyertai. GER pada balita sering terjadi pada penderita dengan riwayat alergi. Dengan penghindaran makanan tertentu penyebab gangguan alergi makanan ternyata gangguan GER dapat diminimalkan.

APP menyebut penderita GER sebagai happy spitter karena bayi yang mengalaminya tidak tampak menderita. Sedangkan bayi dengan GERD kerap muntah dan tampak mengedan, tidak nyaman, serta rewel. Sebagian besar muntah bayi merupakan hal yang abnormal. Muntah tersebut dapat menjadi indikasi adanya GERD, sumbatan usus, infeksi telinga, infeksi usus, infeksi paru, radang otak, atau alergi protein. Jika keluarnya isi lambung tersebut menyebabkan gejala atau komplikasi penyakit lainnya, maka disebut GERD.

Jika bayi biasanya muntah setelah makan, refluks asam mungkin menjadi alasan utama yang menyebabkan makanan kembali naik dari perut. Namun, tidak perlu khawatir tentang hal ini, karena kondisi ini tidak akan menjadi parah seiring bayi bertambah umurnya. Refluks asam kadang-kadang menyebabkan bayi muntah sepanjang hari. Meskipun gejala ini mungkin tidak menjadi perhatian bagi Anda jika bayi Anda sehat dan berkembang dengan baik, Anda tidak boleh meremehkannya, karena kondisi ini dapat menjadi masalah medis seperti masalah pernapasan, kesulitan kenaikan berat badan, dan radang esofagus (esophagitis).

wp-11..jpgTanda dan Gejala Gastrooesepageal Refluks atau Sering Muntah Pada Anak

  • Pada usia bayi di bawah 6 bulan sering muntah dan gumoh. Setelah usia 6 bulan hingga 2 tahun berkurang. Pada kasus tertentu membaik setelah usia 5 – 7 tahun
  • Muntah atau mual timbul saat berlari, menangis, batuk, memasukkan tangan ke mulut, tercium bau tajam  (bau tidak enak, bau amis  atau terlalu wangi)
  • GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau.  Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering
  • Bila tanda dan gejala  Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah pada anak tersebut terjadi pada anak anda dan disertai salah satu gangguan saluran cerna serta beberapa tanda, gejala atau komplikasi alergi dan hipersensitifitas makanan tersebut maka sangat mungkin Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah pada anak disebabkan karena alergi atau hipersenitifitas makanan.
  • Penyebab lain yang memperberat  Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak adalah saat anak terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek, diare atau muntah dan infeksi lainnya 

10 Gangguan yang menyertai GER Pada Balita

  1. GANGGUAN ORAL MOTOR : Srbagian anak mengalami gangguan bicara ringan, TERLAMBAT BICARA sebelum usia 2 tahun tetapi setelah usia 2 tahun membaik dengan sendirinya tanpa terapi, bicara terburu-buru, cadel, gagap. Setelah usia 2-3 tahun berubah sebaliknya menjadi IMPULSIF : banyak bicara, banyak bertanya, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  2. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH, tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi..  Gangguan mengunyah menelan :  Tidak menyukai variasi banyak makanan, tidak mau makan nasi hanya minum susu. Sering pilih-pilih makanan. Makanan yang disukai adalah makanan yang gampang dikunyah seperti telor, mi, krupuk, biskuit, brokoli, wortel. tetapi makanan yang berserat seperti daging sapi, sayur, atau nasi lebih tidak disukai.
  3. GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK KASAR : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W” karena kaki lentur, waspadai sering terjadi gejala mirip flat foot
  4. Gangguan sensoris :  sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)
  5. Daya tahan menurun. Daya tahan menurun sehingga anak sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Mudah dirawat atau opname saat sakit 
  6. EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme atau suka membantah. Bila orangtua mengatakan “A” si anak sebaliknya seperti sengaja bilang “B”
  7. SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).
  8. GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang (head banging), membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  9. AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit punggung, pipi atau tangan orang yang menggendong, kadang dsertai kebiasaan menjilat, mencubit, menjambak seperti “gemes”.
  10. GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi, main game, baca komik, belajar. Bila mewarnai dis ekolah sering tidak bisa lama. Dipanggil beberapa kali baru menoleh atau diajak komunikasi bebeberapa kali baru merespon baik. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS

wp-1559363691580..jpg

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s