KONSULTASI KESEHATAN: Anak Saya Sulit Makan, Benarkah Ada hubungannya dengan Alergi ?

Selamat siang dok. Anak saya usia 3 Tahun 6 bulan, sudah lama mengeluh sulit makan. Keluhan makan tersebut dirasakan sejak usia 6 bulan. Tapi dalam 2 bulan ini lebih parah lagi, bahkan tidak mau makan sama sekali. Selama itu hanya mau minum susu. Sudah berbagai vitamin diberikan, sudah berbagai dokter ahli anak dikonsultasikan dan sudah bernagai advis dokter dilakukan tetapi tetap saja gangguan tersebut tak kunjung membaik. Beberapa dokter mengatakan bahwa penyebab sulit makan anak saya karena alergi ? Benarkah dok ? Tapi memang benar anak saya sering batuk, sesak, kulitnya sensitif. Anak saya juga divonis mengalami GER (Gastroesofageal Refluks) karena sering muntah dan punya riwayat kolik saat usia di bawah 3 bulan. Bagaimana dok sebenarnya cara penanganannya ?

  • Gangguan sulit makan berkepanjangan disebabkan oleh berbagai faktor. Tetapi dalam praktek sehari hari penyebab paling sering karena gangguan hipersensitif saluran cerna seperti mual, muntah, konstilasi, diare atau nyeri perut yang berulang hilang timbul. Gangguan hipersensitif saluran cerna itu sering terjadi pada penderita alergi khususnya alergi saluran cerna. Penelitian menyebutkan saat dilakukan eliminasi makanan penyebab alergi dilakukan ternyata gangguan sqluran cerna membaik. Saat gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri lerut dan konstipasi membaik gangguan sulit makan juga membaik. Hal itulah yang menjelaskan bahwa gangguan sulit makan disebabkan salah satunya karena alergi makanan yang menganggu saluran cerna yang berdampak pada sulit makan.
  • Saat fungsi saluran cerna terganggu dalam jangka panjang berpotensi mengganggu kekebalan tubuh anak sehingga anak mudah sakit batuk atau demam hilang timbul berkepanjangan. Karena sistem kekebalan tubuh sebagian besar terbentuk di saluran cerna.
  • Gangguan sulit makan dan gangguan saluran cerna seperti mual , muntah, nyeri perut dan konstipasi meningkat semakin menganggu saat terpapar konsumsi makanan yang mengandung bahan alergi makanan dan diperberat atau dipicu dengan adanya infeksi virus ringan seperti common cold, bersin, atau muncul batuk sekali sekali seperti tersedak atau pura pura. Gangguan hidung pilek tidak mengucur dari hidung tapi hanya hidung sedikit basah, kotoran hidung berlebihan, bersin, batuk sekali sekali seperti pura pura dan mulut terbuka atau napas saat tidur berbunyi. Badan teraba sedikit hangat pada dahi, badan dan tangan tetapi saat diukur suhu normal. Atau pada bagian kaki dan tangan justru teraba dingin. Saat gangguan kulit meningkat coba segera raba telapak tangan bayi, dahi dan perut. Maka akan teraba berbeda SALAH SATU BAGIAN TERABA LEBIH HANGAT TETAPI SAAT SUHU DIUKUR NORMAL. GANGGUAN INFEKSI VIRUS INI TAK PERNAH DIPERHATIKAN ATAU DIANGGAP NORMAL BAIK OLEH ORANGTUA ATAU KLINISI. Saat bayi mengalami jnfeksi virus atau common cold biasanya salah satu orangtua atau anggita keluarga di rumah mengalami jngeksi yang sama dengan keluhan ringan hanya badan oegal, ngilu, terasa capek, nheri tenggorok atau sakit kepala. Hal itu sebenarnya infeksi virus yang dapat menukar pada anak kita, Tetapi selama ini gangguan itu dianggap sebagai kurang tidur, kecapekan atau masuk angin.
  • Saat penyebabnya disebabkan karena alergi makanan biasanya gangguannya ringan hanya mual atau BAB ngeden. Tetapi saat terkena infeksi khususnya virus seperti common cold , flu maka gangguannsaluran cerna meningkat menjadi lebih hebat, mual semakin sering bahkan menjadi muntah, BAB semakin sulit atau semakin keras bahkan timbul darah pada feses. Àà
  • PADA KASUS ANAK IBU: Alergi makanan patut dicurigai sebagai penyebab utama karena anak juga mengalami hipersenitif saluran cerna seperti BAB ngeden, tidak tiap hari atau berwarna hijau dan berbau tajam. Saat terjadi paparan makan baik dari ibu atau bayi meski hanya makanan ditempelkan ke bibir bayi juga berpengaruh tetapi gangguannya ringan hanya merah sedikit di pipi, badan dan tangan.
  • Saat terjadi infeksi virus lain seperti common cold bersin, pilek atau badan hangat tapi diukur suhu normal akan membuat gangguan kulit semakin bertambah.. infeksi flu atau common cold ringan hanya berlangsung 5 hari, setelah hari ke 6 keluhan kulit berkurang tetapi saat terkena infeksi virus common cold, flu, bersin dan pilek karena infeksi virus berulang hilang timbul berkepanjangan. Saat itu terjadi maka gangguan diare tak kunjung membaik karena infeksi common cold dan sejenis akan memicu sensitif saluran cerna yang masih belum pulih.
  • Jalan keluar yang terbaik adalah memperbaiki 2 faktor utama penyebab dan pemicunya. Penyebab utama alergi makanan dan pemicu utamanya infeksi virus common cold yang hilang timbul berkepanjngan. Kita tidak biasa menghindari kontak virus common cold di sekitar bayi karena lingkungan tidak bisa bebas orang sakit. Yang bisa dikendalikan adalah alergi makanan. Dengan cara sementara dalam 3 minggu menghindari beberapa makanan yang dicurigai alergi atau melakukan eliminasi provokasi makanan pada diet ibu di bawah pengawasan dokter. Saat alergi makanan yang menganggu saluran cerna membaik maka gangguan sulit makan akan membaik.

KONTROVERSI

  • Kesulitan utama penanganan alergi saluran cerna khusus pada penderita sulit makan adalah menentukan penyebab alergi makanan karena tes alergi mempunyai banyak keterbatasan. Sehingga tidak aneh bila saat berkonsultasi ke berbagai dokter pendapatnya berbeda seperti kasus di atas.
  • Untuk menentukan penyebab alergi harus mengenali tanda dan gejala alergi lainnya, faktor penyebab dan faktor pemicunya. Orang tua dan klinisi harus mengamati dengan cermat gangguan saluran cerna yang terjadi pada anak. Bila gangguan alergi kulit disertai gangguan saluran cerna maka alergi makanan patut dicurigai sebagai penyebab utama gangguan sulit makan penderita bukan sibuk mencari penyebab lainnya
  • Selama ini bukan hanya orangtua , klinisi juga sulit menentukan penyebab alergi karena tes alergi sangat terbatas kemampuannya. Selama dokter selama menganggap alergi susu sapi sebagai penyebab, hanyalah spekulasi dan dugaan saja. Padahal dalam praktek sehari yang didukung data kejadian alergi susu sapi tak terlalu sering hanya sekitar 3 dari 100 anak. Tapi praktek sehari hari justru klinisi atau orang tua selalu berlebihan atau sering terjadi overdiagnosis alergi susu sapi padahal tak mengalami alergi susu sapi.
  • Untuk memastikan apakah anak ibu mengalami alergi susu sapi. Dilakukan eliminasi provokasi dibawah pengawasan dokter. Saat paparan makanan sudah dieliminasi dan infeksi virus common cold membaik maka dilakukan provokasi susu sapi pada diet ibu atau diet bayi. Tetapi sebaiknya dalam melakukan ini harus dilakukan dalam pengawasan dokter

Baca selengkapnya alergi pada bayi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s