KONSULTASI KESEHATAN: Anakku diare 45 hari tak kunjung membaik, divonis dokter alergi susu sapi.

Selamat pagi dok. Anak saya usia 14 bulan sudah hampir 11/2 bulan diare tak kunjung sembuh. Awalnya dirawat di rumah sakit karena infeksi Rotavirus dan dehidrasi sedang. Sejak itu diare masih berlanjut hingga sekarang, diare sekitar 4-5 kali sehari. Awalnya muntah 7 kali dan hari kedua diare hari ke 2 berjumlah 10 kali sehari hingga 5 hari. Setelah seminggu diare agak berkurang tapi terus berlanjut 4-5 kali sehari. Sudah berbagai obat antibiotika, prebiotik, Zinc dan anti alergi diberikan tetapi tak kunjung membaik. Bahkan anak saya sudah diadviskan mengganti susunya jadi susu soya tetapi juga tak kunjung membaik. Bahkan dalam 3 minggu ini anak saya menjadi batuk, pilek dan badan anget tapi saat diukur suhu tubub normal dan kulitnya sering timbul bruntusan kemerahan. Anak saya divonis alergi susu sapi tetapi setelah ganti susu soya dan diberi anti alergi tetap tak kunjung membaik. Oh, ya dok memang saat bayi anak saya divonis alergi susu sapi karena BABnya 3 kali sehari sebelum usia 3 bulan, dan dokter menganjurkan susu Neocate. Tetapi anehnya saya tak ganti susu setelah usia 3 bilan BAB sering itu membaik dengan sendirinya. Oh ya dok keluhan lainnya anak saya mudah sakit dan sulit makan sehingga beratnya sulit naik. Bagaimana dok ya cara penyembuhan kasus yang sekarang dan apa penyebab alergi anak saya ?

Dalam praktek sehari hari saya sering menerima kasus seperti ini dengan cerita perjalanan klinis yang tidak jauh berbeda. Secara umum tampaknya anak ibu memang mengalami alergi saluran cerna. Biasanya gangguan tersebut lebih sensitif sejak usia di bawah 3 bulan dengan keluhan BAB cair, 3 kali sehari atau lebih, BAB sering kecipirit atau keluar sedikit2 saat buang angin atau keluar kotoran sedikit di celana atau popok bayi. Kadang awalnya disertai mudah muntah, mual dan sedikit rewel malam. Sangat mungkin anak seperti ini mengalami gangguan hipersensitif saluran cerna atau bisa karena alergi saluran cerna.

Penyebab Kekambuhan alergi saluran cerna

  • Gangguan saluran cerna seperti diare seringkali meningkat saat terpapar konsumsi makanan yang mengandung bahan alergi makanan dan diperberat atau dipicu dengan adanya infeksi virus ringan seperti common cold, bersin, atau muncul batuk sekali sekali seperti tersedak atau pura pura. Badan teraba sedikit hangat pada dahi, badan dan tangan tetapi saat diukur suhu normal. Atau pada bagian kaki dan tangan justru teraba dingin.
  • Saat penyebabnya disebabkan karena alergi makanan biasanya gangguannya ringan hanya BAB cair 3 kali sehari atau lebih, feses cair. Tetapi saat terkena infeksi khususnya virus seperti common cold , flu maka gangguan diare lebih sering menjadi 4-5 kali atau lebih. Diare menjadi hijau, berlendir dan kadang berdarah sedikit hanya sekali sekali.
  • PADA KASUS ANAK IBU Tampaknya pada dasarnya mempunyai hipersensitif saluran cerna pada awalnya. Saat terkena infeksi rotavirus maka keluhannya lebuh hebat dibandingkan anak lain yang tidak mengalami sensitif saluran cerna sehingga resiko dehidrasi lebih mudah. Infeksi rotavirus akan membaik dengan sendirinya setelah 5 hari. Saat infeksi membaik atau infeksi Rotavirusnya menghilang tetapi saluran cerna anak ibu masih sensitif dan lebih sensitif. Secara umum saluran cerna bayi terdapat bulu bulu halus atau vili vili di sekitar permukaan dinding usus. Saat terjadi infeksi rotavirus 5 hari itu, vili vili tersebut menghilang atau rontok sebagian besar hingga mekanisme pertahanan dinding saluran cerna semakin rentan dan mudah terjadi gangguan diare.
  • Saat terjadi infeksi virus lain seperti common cold batuk, pilek atau alergi makanan akan membuat gangguan diare bisa berkepanjangan. Rumitnya saat pencernaan sensitif mekanisme pertahanan tubuh menurun karena mekanisme pertahanan tubuh sebagian besar dibentuk di saluran cerna. Saat itu akan berdampak mudah tertular common cold, flu, batuk dan pilek karena infeksi virus berulang hilang timbul berkepanjangan. Saat itu terjadi maka gangguan diare tak kunjung membaik karena infeksi common cold dan sejenis akan memicu sensitif saluran cerna yang masih belum pulih.
  • Jalan keluar yang terbaik adalah memperbaiki 2 faktor utama penyeb dan pemicunya. Penyebab utama alergi makanan dan pemicu utamanya infeksi virus common cold yang hilang timbul berkepanjngan. Kita tidak biasa menghindari kontak virus common cold di sekitar anak karena lingkungan tidak bisa bebas orang sakit. Yang bisa dikendalikan adalah alergi saluran cerna. Dengan cara sementara dalam 3 minggu menghindari beberapa makanan yang dicurigai alergi atau melakukan eliminasi provokasi makanan di bawah pengawasan dokter. Saat alergi makanan yang menganggu saluran cerna membaik bukan hanya kasus diare, pertahanan tubuh dan gangguan sulit makan yang disebabkan karena sensitif saluran cerna juga akan membaik.
  • Selama ini bukan hanya orangtua , klinisi juga sulit menentukan penyebab alergi karena tes alergi sangat terbatas kemampuannya. Selama dokter selama menganggap alergi susu sapi sebagai penyebab, padahal dalam praktek sehari yang didukung data kejadian alergi susu sapi tak terlalu sering hanya sekitar 3 dari 100 anak. Tapi praktek sehari hari justru klinisi atau orang tua selalu berlebihan atau sering terjadi overdiagnosis alergi susu sapi padahal tak menhalami alergi susu sapi. Seperti pada kasus anak ibu setelah usia 3 bulan ibu tidak mengganti susu sapi diare membaik dengan sendirinya dan saat ini diganti susu soyapun keluhan juga tak kunjung membaik

 

Baca selengkapnya alergi pada bayi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s