KONSULTASI KESEHATAN: Dok, Mengapa Bayiku Kepalanya Peyang ?

Dok, mengapa kepala bayiku tidak simetris atau peyang ? Saat ini bayiku berusia 9 bulan, sepertinya saat sebelum usia 3 bulan kepalanya baik2 saja ? Bagaimana penanganannya dok ? Apakah perlu dikhawatirkan atau berbahayakah dok ?

Terdapat beberapa penyebab mengapa bayi kepala tidak simetris, bisa karena gangguan bawaan sejak lahir, atau bisa karena pertumbuhan tulang kepala yang terganggu yang seharusnya tumbuh normal menjadi asimeteris. Penyebab paling sering adalah pertumbuhan kepala terganggu satu sisi karena bayi sering tidur lebih miring saru sisi dalam jangka panjang. Hal ini sering terjadi pada penderita alergi pada bayi khususnya gangguan sensitif hidung.

Penyebab yang jarang sekali adalah tumor atau pecahnya pembuluh darah di bawah kulit rambut (Cephal hematoma) tetapi pada umumnya tidak berbahaya. Kepala bayi peyang juga bisa disebabkan oleh penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak atau penutupannya yang terlalu dini. Dalam dunia medis kondisi ini disebut craniosynostosis.

Penyebab lain yang jarang adanya masalah di rahim. Tekanan dapat terjadi di kepala bayi sebelum lahir, yang disebabkan karena adanya penekanan di dalam rahim atau karena kekurangan cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi. Gangguan ketegangan otot leher juga bisa membuat kepala bayi peyang. Kondisi ini membatasi gerakan otot leher untuk memutar kepala, yang berarti salah satu sisi kepala bayi akan lebih sering mengalami penekanan pada saat berbaring.

Tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih tipis dan fleksibel, sehingga bisa berubah bentuk jika ada tekanan pada bagian tersebut untuk waktu yang lama. Bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharusnya bulat bisa menjadi rata, biasanya karena terlalu sering berbaring terlentang atau miring hanya pada satu sisi kepala atau kepala  Bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak yang masih fleksibel untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya. Hal itulah yang membuat kepala bayi dapat berubah bentuk.

Banyak bayi terlahir dengan kepala berbentuk lonjong dan terkesan aneh, yang disebabkan oleh adanya tekanan di jalan lahir pada waktu proses persalinan. Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu. Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat, dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut kepala peyang. Dalam dunia medis, istilah kepala bayi peyang dibagi menjadi dua, yakni plagiocephaly dan brachycephaly.

Plagiocephaly adalah suatu kondisi di mana salah satu sisi kepala bayi datar, sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga dapat menjadi tidak sejajar dan kepala terlihat seperti jajar genjang bila dilihat dari atas. Terkadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar. Sedangkan brachycephaly adalah kondisi di mana bagian belakang kepala bayi menjadi rata, menyebabkan kepala terkesan melebar, dan terkadang dahi menonjol ke depan.

Penyebab paling umum dari masalah kepala bayi peyang karena bayi posisi tidur lebih miring pada satu sisi sering pada penderita dengan riwayat alergi

  • Posisi tidur bayi. Posisi tidur telentang dengan posisi kepala miring lebih lama pada satu sisi selama berjam-jam arau berhari hari dengan posisi yang sama dapat menyebabkan kepala bayi menjadi datar di satu tempat. Kondisi ini lebih sering terjadi  pada penderita alergi khususnya dengan gangguan sensitif hidung dengan tampilan mudah bersin, mulut sering terbuka, hidung berbunyi saat tidur atau ngorok ringan, kotoran berlebihan terutama pada salah satu sisi. Dalam kondisi seperti itu biasanya hidung buntu paa satu sisi sehingga bayi secara alamiah akan memiringkan kepala agar hidungnya lebih plong atau lebih lega. Hal ini juga sering dialami orang besar saat terkena hidung buntu karena flu kepala mitring lebih lega salah satu hidungnya. Bila keadaan ini berlangsung lama bukan hanya kepalanya miring dampak yang terjadi kotoran telinga lebih banya pada satu sisi dan satu sisi telinga kadang berbau lebih tajam karena lebih lembab akibat tertekan. Dampak lainnya terjadi pada bayi dengan pmeberian ASI saat kepala sering miring membuat bayi lebih nyaman minum ASi satu sisi sehingga berdampak pada produksi ASI lebih banyak satu sisi yang jangka panjang berdampak payudara jadi besar sebelah.
  • Bayi prematur cenderung lebih mudah memiliki kepala yang rata atau peyang, karena tulang tengkorak mereka lebih lunak dari pada bayi yang lahir pada usia kehamilan normal. Disamping pada bayi pematur lebih mudh terjadi gangguan alergi khususnya hidung
  • Pada bayi dan anak dengan gangguan alergi hidung sering disertai sensitif pada kulit seringkali disertai rasa gatal di kuping dan disertai kotoran telinga yang berlebihan dan berbau lebih tajam. Biasanya lokasi yang berbau adalah sisi kepala yang sering bayi menempel pada kasur atau bantal. Pada bayi dengan alergi kukut sering disrtai sensitif pada hidung dengan tampilan berain, mukut terbuka atau napas berbunyi. Biasanya saat salah satu hidung buntu, bayi secara alamiah akan mememiringkan kepala akan pada satu sisi agar hidung lebih lega dan tak tersumbat.
  • Pada penderita tersebut seringkali disertai penampilan bayi dan anak sering menggosok mata, tarik kuping atau garuk garuk kepala . Penyebab paling sering gangguan itu karena rasa gatal. Pada penderita bayi atau anak dengan riwayat alergi khususnya alergi pada kulit, biasanya lokasi atau predileksi daerah yang gatal yang utama adalah mata, telinga, hidung, anus dan ujung sekitar kelamin. Sehingga saat gatal daerah tersebut sering digaruk. Dalam kondisi seperti itu biasanya kulit di daerah kelopak mata bagian bawah menjadi sedikit kehitaman.

Penyebab Kekambuhan alergi hidung

  • Gangguan alergi seringkali meningkat saat terpapar konsumsi makanan yang mengandung bahan alergi makanan dan diperberat atau dipicu dengan adanya infeksi virus ringan seperti common cold, bersin, atau muncul batuk sekali sekali seperti tersedak atau pura pyra. Badan teraba sedikit hangat pada dahi, badan dan tangan tetapi saat diukur suhu normal. Atau pada bagian kaki dan tangan justru teraba dingin.
  • Bila penyebanya karena sensitif kulit saluran telinga biasanya tak memerlukan obat atau antibiotika karena saat penyebab dan lemicu alerginya tidak ada akan memnaik dengan sendirinya.Tetapi saat penyebabnya itu ada lagi gangguan itu akan muncul lagi

Pencegahan

  • Ubah posisi tidurnya. Untuk mencegah kepala bayi peyang, usahakan agar bayi tidur tengkurap agar kepala tidak tertekan lama pada kasur atau bantal. Dalam keadaan tengkurap harus dalam penjagaan dan jangan ada banyak bantal, selimut disekitarnya. Posisi tengkurap berbahaya saat tidak dalam pengawasan bisa mudah terjadi SIDS. Saat orangtua atau pengasuh tertidur atau ,meninggalkan bayi sebaiknya posisi tidur dirubah lagi dalam posisi tertelntang
  • Mengubah posisi tidur terlentang dengan posisi kepala miring ke sisi kanan atau sisi kiri, secara bergantian agak sulit dilakukan, karena bayi dengan gangguuan sensitif hidung atau hidung buntu pada satu sisi biasanya posisi tertentu satu sisi bisa gelisah atautidak bisa bertahan lama karena tidak nyaman.

Baca selengkapnya alergi pada bayi 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s