“Abses” Ginggiva, Karena Inflamasi Alergi Bukan Karena Infeksi Bakteri

wp-1556856197920..jpgAbses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Abses gigi biasanya muncul pada ujung akar gigi (abses periapikal). Tetapi pada penderita alergi khususnya alergi saluran cerna sering terjadi reaksi inflamasi pada gusi yang mirip abses Infeksi bakteri lokasinya bukan diujung akar gigi, Tetapi di atas akar gigi. Nanah yang berkumpul pada benjolan, lambat laun akan terasa bertambah nyeri. Tetapi pada reaksi inflamasi karena alergi pada penderita alergi saluran cerna biasanya tidak timbul nyeri yang berlebihan. Seringkali klinisi sulit mebedakan apakah reaksi inflamai karena alergi atau karena infeksi

Gejala Abses Gigi Karena Inflamasi Alergi

  • Tidak Demam.
  • Tidak Sensitif pada tekanan saat mengunyah atau menggigit.\
  • Tidak Sensitif pada suhu panas atau dingin.
  • Kadangkala disertai Pembengkakan pada wajah atau pipi tapi jarang
  • Tidak nyeri parah dan tidak nyeri berdenyut berdenyut pada gigi, serta nyeri tidak dapat menyebar ke tulang rahang, leher, atau telinga.
  • Tidak muncul Kelenjar getah bening di bawah rahang atau di leher membengkak dan terasa nyeri.
  • Saat benjolan abses pecah, tidak  tercium bau tidak enak dari dalam mulut, dan lidah mengecap rasa busuk, serta cairan asin muncul di dalam mulut.

Diagnosis Abses Gigi karena inflamasi alergi

  • Untuk mendiagnosis pasien yang diduga menderita abses gigi, dokter umumnya akan melakukan beberapa tindakan pemeriksaan seperti:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa rongga mulut pasien secara keseluruhan.
  • Mengetuk gigi pasien. Gigi yang menderita abses biasanya menjadi tidak sensitif terhadap sentuhan atau tekanan.
  • Pemindaian. Foto Rontgen akan membantu dokter mengidentifikasi abses serta melihat apakah infeksi sudah menyebar dan menyebabkan abses di bagian tubuh lainnya. Jika abses sudah menyebar ke bagian leher, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan CT scan.

Pengobatan

  • Tidak ada pengobatan khusus
  • Tidak perlu antibiotika dan tidak perlu tindakan pemecahan
  • Saat alerginta dikedalikan maka gangguan tersebut akan membaik

wp-1516401497770..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s