10 Penyakit Autoimun Paling Sering Terjadi

wp-1466680807541.jpg

Masalah yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh disebut gangguan autoimun. Dalam gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel tubuh sendiri, menyebabkan peradangan pada jaringan tersebut. Ada cukup banyak jenis gangguan autoimun. Beberapa yang paling umum adalah rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, lupus eritematosus sistemik, multiple sclerosis, psoriasis, dan penyakit Grave. Hal yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel tubuh sendiri masih merupakan misteri. Meskipun ada beberapa teori untuk menjelaskan hal tersebut, tetapi teori tersebut hanya benar terbukti untuk beberapa orang saja, dan ternyata tidak berlaku pada orang lain. Misalnya, zat-zat asing yang serupa dengan yang dihasilkan oleh tubuh secara alami dapat menjadi pemicu pada beberapa orang, tetapi sistem kekebalan tubuh orang lain akan tetap dapat membedakannya.

10 Penyakit Autoimun Paling Sering Terjadi

  1. Rematik. Rematik atau radang sendi merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menempel pada lapisan sendi, sehingga sel imun menyerang sendi dan menyebabkan radang, pembengkakan, dan nyeri. Orang dengan rematik biasanya merasakan gejala seperti sendi sakit, kaku, dan bengkak, sehingga dapat mengurangi geraknya. Jika tidak diobati, rematik dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap.
  2. Lupus. Lupus atau lupus eritematosus sistemik dapat terjadi saat antibodi yang dihasilkan tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Beberapa jaringan yang umumnya terkena lupus adalah ginjal, paru-paru, sel darah, saraf, kulit, dan sendi. Orang dengan lupus dapat mengalami gejala, seperti demam, berat badan turun, rambut rontok, kelelahan, ruam, nyeri atau bengkak pada sendi dan otot, sensitif terhadap sinar matahari, sakit dada, sakit kepala, dan kejang.
  3. Psoriasis. Psoriasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat sehingga menumpuk di permukaan kulit. Penyakit ini menyebabkan kulit menjadi kemerahan, lebih tebal, bersisik, dan terlihat seperti bercak putih-perak. Selain itu, juga dapat menyebabkan gatal dan nyeri pada kulit.
  4. Penyakit radang usus. Sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan usus disebut dengan penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/ IBD), karena dapat menyebabkan radang kronis pada saluran pencernaan. Penyakit ini dapat muncul dengan gejala diare, perdarahan pada dubur, buang air besar yang mendesak, sakit perut, demam, berat badan turun, dan kelelahan.
  5. Sindrom Sjögren Sindrom Sjögren adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar-kelenjar penghasil cairan seperti, kelenjar air liur atau air mata. Penyakit yang termasuk kelompok gangguan autoimun ini kebanyakan diderita oleh wanita berusia 40 tahun ke atas. Sindrom ini jarang diderita pria, yaitu hanya sekitar 10 persen dari seluruh kasus. Karena sindrom Sjögren menyerang kelenjar penghasil cairan, maka gejala utama kondisi ini adalah mata kering dan mulut kering (xerostomia). Kedua gejala ini bisa mengarah kepada masalah kesehatan lainnya. Sindrom Sjögren adalah gangguan inflamasi kronik sistemik yang ditandai oleh infiltrat limfositik pada organ eksokrin. Gangguan ini paling sering menyerang wanita, dan usia rata-rata onset adalah sekitar 50 hingga 60 tahun. Sebagian besar individu dengan sindrom Sjögren hadir dengan gejala sicca, seperti xerophthalmia (mata kering), xerostomia (mulut kering), dan pembesaran kelenjar parotid.

  6. Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif  merupakan bentuk penyakit radang usus yang paling umum. Gejala penyakit Crohn disertai dengan ulkus mulut, sedangkan gejala dari kolitis ulseratif sering disertai dengan kesulitan buang air besar. Ulcerative colitis Penyakit radang usus ini sebagian besar memengaruhi usus besar dan rektum, ditandai dengan nyeri perut dan diare. Gejala lain termasuk nyeri sendi, mual dan muntah, penurunan berat badan, dan perdarahan gastrointestinal. Setiap kelompok usia dapat mengalami penyakit ini tetapi lebih lazim terjadi di antara usia 15 sampai 30 tahun dan 50 sampai 70 tahun. Orang-orang dengan riwayat keluarga ulcerative colitis dan orang-orang keturunan Yahudi lebih berisiko terkena gangguan autoimun ini. Gangguan tersebut mempengaruhi 10 sampai 15 per 100.000 orang
  7. Diabetes mellitus tipe 1. Diabetes mellitus tipe 1. disebabkan oleh antibodi sistem imun yang menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin (hormon yang dibutuhkan dalam mengontrol kadar gula darah) di pankreas. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan insulin, sehingga kadar gula darah Anda menjadi tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi ini kemudian dapat memengaruhi penglihatan, ginjal, saraf, dan gusi Anda. Penderita diabetes mellitus tipe 1membutuhkan suntikan insulin secara rutin untuk mengontrol penyakitnya agar tidak bertambah parah.
  8. Multiple sclerosis. Multiple sclerosis atau sklerosis ganda adalah penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung di sekitar saraf. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Orang dengan sklerosis ganda dapat menunjukkan gejala, seperti kebutaan, koordinasi yang buruk, kelumpuhan, otot menegang, mati rasa, dan lemah. Gejalanya bisa bervariasi karena lokasi dan tingkat serangannya berbeda-beda antar individu.
  9. Fibromyalgia Kondisi autoimun kronis ini menyebabkan nyeri tubuh yang tersebar luas di otot dan sendi. Gejala lainnya termasuk kelelahan, iritasi usus, gangguan ingatan, jantung berdebar, gangguan tidur, migrain, kesemutan, dan nyeri tubuh. Wanita lebih mungkin untuk mengalami fibromyalgia dibanding laki-laki. Biasanya, fibromyalgia diderita oleh orang berumur di antara 20 sampai 50 tahun. Gejala fibromyalgia sering dipicu oleh trauma fisik atau emosional, tetapi dalam banyak kasus tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi sebagai sebab dari gangguan tersebut.
  10. Penyakit Celiac Penyakit celiac adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak bisa menoleransi konsumsu gluten. Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam semua bentuk gandum dan biji-bijianserupa seperti rye, barley, dan triticale. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia. Di antara orang dewasa, kondisi ini kadang-kadang terwujud setelah operasi, infeksi virus, stres emosional yang berat, kehamilan, atau melahirkan. Sedangkan, anak-anak dengan kondisi ini, sering mengalami gangguan pertumbuhan, muntah, perut kembung, dan perubahan perilaku. Gejala Celiac bervariasi pada setiap orang, di antaranya adalah sakit perut, sembelit atau diare, penurunan atau penambahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya, anemia, nyeri tulang dan sendi, kelelahan, lemah atau kekurangan energi. Gangguan ini paling umum terjadi di Kaukasia di antara orang-orang keturunan Eropa. Wanita lebih sering terkena penyakit Celiac dibandingkan laki-laki.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s