Batuk Infeksi atau Batuk Alergi Pada Anak, Bagaimana Membedakannya ?

Batuk Infeksi atau Batuk Alergi Pada Anak, Bagaimana Membedakannya ?

Infeksi memicu Timbulnya Gejala Alergi, Sebaliknya Alergi Membuat Mudah Infeksi

Selama ini banyak penderita alergi yang sering mengalami batuk dalam berulang dan hilang timbul dalam jangka panjang selalu mengatakan bahwa gangguan tersebut karena alergi. Padahal tanpa disadari bahwa di antara gejala alergi tersebut juga mengalami infeksi saluran napas. Ternyata penderita alergi mudah terserang infeksi, sebaliknya saat infeksi menimbulkan gejala alerginya meningkat. Secara sepintas untuk membedakan infeksi dan alergi mudah tetapi faktanya banyak penderita bahkan dokter sering mendiagnosis alergi sebagai infeksi atau sebaliknya infeksi dianggap sebagai alergi. Justru biasanya bila gejala alergi timbul tidak ke dokter karena gejalanya ringan. Penderita alergi berobat ke dokter karena gejala alerginya dipicu atau diperberat oleh infeksi, biasanya paling sering infeksi virus.

Tanda dan gejala Alergi

Manifestasi gangguan  beberapa organ tubuh ternyata sering terjadi pada penderita alergi

MANIFESTASI YANG SERING DIALAMI PENDERITA ALERGI PADA BAYI BARU LAHIR HINGGA 1 TAHUN

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan Hipereaktifitas Bronkus : Napas grok-grok. Sesak pada bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)
2 Sistem Pencernaan GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS / GER (sering MUNTAH/gumoh), kembung, “cegukan”, buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 3 kali perhari, BAB TIDAK TIAP HARI. Feses warna hijau,hitam dan berbau.  Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Tali pusat lama lepas. ”ngeces”/Air liur berlebihan. Lidah sering timbul putih, bibir kering
3 Telinga Hidung Tenggorok Sering bersin, Hidung berbunyi, kotoran hidung berlebihan.  kepala sering miring ke salah satu sisi karena satu sisi hidung buntu,”KEPALA PEYANG”. Cairan telinga berlebihan. Tangan sering menggaruk atau memegang telinga.
3 Sistem Pembuluh  Darah dan jantung jantung berdebar lebih cepat, atau irama jantung tidak teratur
4 Kulit sering timbul bintik kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut. Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan & berbau. Bekas suntikan BCG bengkak dan bernanah. Timbul bisul.  Pembesaran kelenjar di leher & kepala. Telapak kaki & tangan pucat dan teraba dingin dan pucat, keringat berlebihan  
5 Sistem Saluran Kemih Sering kencing, kencing ngeden, kadang berwarna merah muda (orange) disertai kristal tetapi bukan darahGangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok.
6 Sistem Susunan Saraf Pusat Mudah kaget bila ada suara keras. Saat menangis : tangan, kaki dan bibir sering gemetar atau napas tertahan/berhenti sesaat (breath holding spell)
7 Mata Mata berair atau timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi (tidak perlu antibiotika!!)

 

MANIFESTASI KLINIS YANG SERING DIALAMI PENDERITA ALERGI PADA ANAK USIA LEBIH 1 TAHUN

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan Batuk, pilek, bersin, mimisan, hidung buntu, sesak(astma), sering menggerak-gerakkan /mengusap-usap hidung
2 Sistem Pencernaan Nyeri perut, sering buang air besar (>3 kali/perhari), gangguan  buang air besar (kotoran keras, berak, tidak setiap hari, berak di celana, berak berwarna hitam atau hijau, berak ngeden), kembung, muntah, sulit berak, sering flatus, sariawan, mulut berbau.
3 Telinga Hidung Tenggorok Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, salam alergi, rabbit nose, nasal creasesTenggorok :  tenggorokan nyeri/kering/gatal,  palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem),Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh/berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul,  terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.
3 Sistem Pembuluh  Darah dan jantung Palpitasi, flushing (muka ke merahan), nyeri dada, colaps, pingsan, tekanan darah rendah,
4 Kulit Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman, bekas hitam seperti digigit nyamuk,  berkeringat berlebihan.
5 Sistem Saluran Kemih dan kelamin Nyeri, urgent atau sering kencing, nyeri kencing, bed wetting (ngompol); tidak mampu mengintrol kandung kemih; mengeluarkan cairan di vagina; gatal, bengkak atau nyeri pada alat kelamin. Sering timbul infeksi saluran kencing. Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)
6 Sistem Susunan Saraf Pusat NEUROANATOMIS :Sering sakit kepala, migrain, kejang dengan EEG normal,  gangguan tidur. NEUROFUNGSIONAL: Gangguan perilaku : emosi berlebihan, agresif, impulsive, overaktif, gangguan belajar, gangguan konsentrasi, gangguan koordinasi, memperberat gejala hiperaktif dan autis. Tetapi Alergi bukan penyebab autis
6 Jaringan otot dan tulang Nyeri tulang, nyeri otot, bengkak di leher
7 Mata Mata berair, mata gatal, sering belekan, bintil pada mata. Allergic shiner (kulit di bawah mata tampak ke hitaman). Pemakaian kacamata silindris sejak usia dini

Tanda dan Gejala Infeksi

Infeksi yang dimaksud disini adalah bebagai serangan infeksi yang mengganggu tubuh  baik berupa infeksi virus, bakteri atau infeksi lainnya. Paling sering di antaranya adalah infeksi virus. Infeksi ini berupa radang tenggorok (faringitis akut), Radang amandel (tosilitis akut), Infeksi saluran napas atau infeksi virus lainnya yang tidak khas. Gejala infeksi virus yang ringan inilah yang sering dialami oleh penderita dewasa. Gejala ringan, tidak khas dan cepat mmebaik ini sering dianggap gejala masuk angin, panas dalam atau kecapekan.

Tanda dan gejala umum infeksi virus yang di alami orang dewasa adalah :

  • Myalgia. Badan, otot dan tulang (khususnya tulang punggung, kaki dan tangan) ngilu dan nyeri. Gangguan ini oleh penderita sering dianggap karena kecapekan, kurang tidur atau terlalu lama menggendong bayi.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri tenggorokan, tenggorokan kering
  • Batuk ringan, bersin  atau pilek. Kadang hanya terjadi dalam 1-2 hari kemudian membaik. keadaan ini sewring dianggap “mau flu tidak jadi”.
  • Mual atau muntah
  • Badan kedinginan, terasa hangat di muka dan kepala
  • Badan lesu

Tanda dan gejala umum infeksi virus yang di alami anak adalah :

  • Mialgia. Badan, otot dan tulang (khususnya tulang punggung, kaki dan tangan) sakit minta dipijat
  • Batuk, bersin  atau pilek.
  • Mual atau muntah, kadang disertai diare ringan.
  • Badan kedinginan, terasa hangat di telapak tangan,  muka dan kepala (suhu tidak tinggi kurang dari 38C)
  • Badan lesu
  • Sakit kepala.
  •  Nyeri tenggorokan, tenggorokan kering

Tanda dan gejala umum infeksi virus yang di alami bayi adalah :

  • Bayi lebih rewel dibandingkan biasanya, sering dianggap haus atau minta minum
  • Batuk hanya sekali-sekali atau dikira tersedak.
  • Bersin lebih sering
  • Napas bunyi grok-grok lebih keras dibandingkan biasanya
  • Mual atau muntah lebih sering dibandingkan biasanya, kadang disertai diare ringan atau bahkan sulit BAB.
  • Teraba hangat di telapak tangan,  muka dan kepala (suhu tidak tinggi kurang dari 38C)
  • Biasanya di rumah juga ada yang mengalami infeksi saluran napas atau virus (lihat gejala infeksi virus pada orang dewasa di atas)

Infeksi dan Alergi

Infeksi dan alergi seringkali merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Pada penderita alergi yang tidak terkendali khususnya yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna (alergi atau hipersensitifitas saluran cerna) beresiko sering mengalami infeksi khususnya infeksi saluran napas. Sebaliknya keadaan infeksi khususnya infeksi virus demam, batuk, pilek, muntaber dapat memicu gejala alergi semakin meningkat. Pada penderita alergi sering dianggap infeksi tetapi sebaliknya infeksi dianggap alergi. Banyak penderita sering pilek hilang timbul dalam jangka panjang. Seringkali penderita merasa semua gangguan pileknya selama ini karena alergi. Tetapi bila dicermati ternyata penderita alergi mudah terserang flu. Memang dalam jangka pilek tersebut penderita mengalami alergi. Tetapi, dísela alergi tersebut mereka mudah terkena flu.

Penderita Alergi Mudah Terkena Infeksi

    • Pada penderita alergi yang tidak terkendali khususnya yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna (alergi atau hipersensitifitas saluran cerna) beresiko sering mengalami infeksi khususnya infeksi saluran napas. Hal ini terjadi karena mekanisme pertahanan tubuh sebagian besar terbentuk di saluran cerna. Bila gangguan cerna yang ringan terjadi terus menerus maka membuat penderita alergi mudah terkena infeksi virus. Infeksi virus tersebut ditandai dengan mudah radang tenggorok, badan linu, batuk, pilek dan kadang demam.
    • Bila infeksi sering dialami maka sering disebut Infeksi Berulang. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap terhadap terkenanya infeksi. Pada infeksi berulang ini terjadi yang berbeda dengan anak yang normal dalam hal kekerapan penyakit, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan.Kekerapan penyakit adalah frekuensi terjadinya penyakit dalam periode tertentu. Pada infeksi berulang terjadi bila terjadi infeksi lebih dari 8 kali dalam setahun atau bila terjadi infeksi 1-2 kali tiap bulan selama 6 bulan berturut-turut. Pada infeksi berulang biasanya didapatkan kerentanan dalam timbulnya gejala klinis suatu penyakit, khususnya demam. Bila terjadi demam sering sangat tinggi atau lebih 39oC.
    • Dengan penyakit yang sama anak lain mungkin hanya mengalami demam sekitar 38- 38,5oC. Biasanya penderita lebih beresiko mengalami pnemoni, mastoiditis, sepsis, osteomielitis, ensefalitis dan meningitis.

Infeksi Memicu Timbulnya Alergi

  • Infeksi khususnya infeksi virus demam, batuk, pilek, muntaber dapat memicu gejala alergi semakin meningkat. Infeksi bakteri, virus atau lainnya sering memicu timbulnya gejala alergi. Hal ini misalnya dapat dilihat saat anak demam tinggi misalnya karena faringitis akut (infeksi tenggorokan) sering disertai timbul gejala alergi lainnya seperti asma (sesak), mata bengkak, biduran, kulit timbul bercak merah, diare, muntah atau nyeri perut padahal yang infeksi adalah tenggorokan. Pada anak yang mengalami nyeri perut saat demam biasanya dalam keadaan sehatpun pernah mengalami riwayat sakit perut berulang. Demikian juga timbal diare, muntah, kulit timbul ruam saat demam, biasanya penderita memang punya riawayat saluran pencernaan atau kulit yang sensitif (alergi).Keadaan ini membuat pengenalan tanda, gejala alergi dan mencari penyebab alergi menjadi lebih rumit. Seringkali keadaan infeksi sebagai pemicu alergi ini tidak terdeteksi atau diabaikan. Sehingga seringkali terjadi kesalahan diagnosis memvonis penyebab alergi adalah susu, debu atau makanan tertentu. Hal ini juga sebagai penyebab tersering terjadi overdiagnosis alergi susu sapi pada bayi Ketika minum susu sapi selama 3-6 bulan tidak mengalami tanda dan gejala alergi. Teteapi setelah itu terdapat gangguan berak darah, gangguan kulit, batuk datau pilek dianggap karena alergi susu sapi.
  • Dalam keadaan demam tersebut biasanya penderita alergi tampak kelihatan lebih aktif, impulsif (banyak omong), hiperaktif, emosi meningkat dan lebih agresif. Hal inilah yang sering diasumsikan oleh orang tua kita dahulu bahwa bila anak demam atau sakit artinya karena mau pintar. Pendapat tersebut tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena memang pada penderita alergi bila sakit tampak peningkatan atau perubahan beberapa perilaku tersebut di atas. Hal ini diduga saat infeksi atau sakit terjadi gangguan saluran cerna sehingga stimulasi ke otak semakin meningkat sehingga gejala atau tampilan perilakun serta intelectual anak juga terdapat perubahan.Keadaan ini mengakibatkan sulit membedakan antara alergi dan infeksi. Secara sepintas membedakan alergi dan infeksi sangat mudah. Tetapi, faktanya banyak penderita bahkan dokter sering sulit membedakan antara alergi dan infeksi. Apalagi saat terkena infeksi tidak harus disertai demam.  

Beda Infeksi atau Alergi

Secara sepintas atau secara teoritis tampaknya sangat mudah membedakan alergi atau infeksi. tetapi, fakta yang sering terjadi pnderita bahlkan dokter kadang sulit membedakan antara infeksi dan alergi. Hal ini terjadi karena infeksi tidak harus disertai demam. Pedoman umum yang lebih mudah untuk membedakan alergi dan infeksi adalah saat alergi gangguannya ringan, tetapi saat terkena infeksi gangguannya lebih berat dan luas.

Pada penderita alergi, saat gejala alergi tidak terkendali bila terserang infeksi maka manifestasinya akan lebih berat.

  • Misalnya pada bayi yang mengalami gangguan dermatitis atau kulit yang sensitif. Saat sehat kadang timbul gejala alergi pada kulit tetapi sangat ringan mungkin hanya kasar sedikit dikulit atau timbul seperti gigitan nyamuk satu atau dua. Tetapi saat terkena infeksi saluran napas atau flu maka gangguan kulit tersebut akan semakin berat dan luas kadang sampai hampir seluruh muka dan sebagian badan.
  • Pada bayi dengan gangguan saluran cerna seperti muntah. Saat alergi biasanya hanya muntah 1-2 kali tetapi saat terkena infeksi muntah lebih berat dan lebih sering hingga 4-5 kali lebih.
ALERGI  INFEKSI atau (Gejala alergi dipicu infeksi virus)
Kulit Bayi : kasar sedikit di pipi. bintik merah satu atau dua.Pada anak atau dewasa : kulit seperti digigit nyamuk 1-2, timbul bintik kasar sedikit Bruntusan dan bercak merak lebih banyak, lebih merah, lebih luas dan lebih kasar.Pada anak atau dewasa : kulit seperti digigit nyamuk atau serangga lebih banyak dan bengkak lebih besar, timbul bintik kasar dan bruntusan lebih luas, sering dikira penyakit campak.Saat infeksi timbul biduran atau kaligata (urtikaria)
BAB : berak lebih 3 kali perhari, ngeden, hijau mudaNyeri perut ringan sering dikira pura-pura, karena hilang timbul tanpa diobatiMudah muntah tetapi ringan dan tidak tiap hari BAB : lebih cair, warna lebih hijau tua atau hitam bau lebih tajamNyeri perut lebih hebat kadang sampai menangisMuntah lebih sering dan lebih banyak. Saat terkena infeksi Muntaber biasanya muntah lebih hebat seringkali harus mengalami perawatan pemberian infus di rumah sakit
Pada bayi napas bunyi grok-grok ringan (hiperreasktifitas bronkus) tidak disertai batuk sama sekali. Pada anak Batuk lebih ringan, biasanya malam lebih sering siang hilang  Pada bayi napas grok-grok lebih keras terdengar, terdengar batuk hanya sekali-sekali.  Pada anak batuk Siang juga batuk tetapi malam hari lebih keras, kadang disertai dahak kuning, kental dan hijau
 Pilek atau bersin hanya malam dan pagi hari Pilek atau bersin lebih sering dan lebih keras baik siang atau malam. Ingus kental, hijau atau kuning.
Mata gatal, di bawah mata sering sedikit kehitaman  Mata lebih gatal, di bawah mata sering lebih gelap. Kadang disertai bengkak pada bibir dan kelopak mata
 Pada bayi timbul kotoran atau belekan di satu sisi mata.  Pada bayi timbul kotoran atau belekan lebih banyak dan timbul di kedua sisi mata
 Sulit BAB, ngeden, 1- 2 hari sekali, feses blat, hitam atau hijau  Sulit BAB lebih keras, lebih ngeden, BAB lebih jarang sampai 3-5 hari sekali, hitam atau hijau
 Batuk-batuk malam, sering napas dalam (menghela napas, atau menarik napas dalam)  Sesak, bila batuk lendir sangat banyak dan bunyi ngik-ngik atau mengi.
 Kalau ringan tanpa obat, atau obat alergi biasa. Tidak perlu inhalasi atau fisioterapi  Antibiotika tidak perlu bila infeksinya karena virus. Kalau sesak atau napas berat perlu inhalasi atau fisioterapi
Penanganan
  • Bila saat sehat tanda dan gejala alergi tidak ada maka saat terkena infeksi gangguan alergi tidak timbul atau tidak akan lebih berat
  • Bila saat sehat timbul gejala alergi ringan maka saat terkena infeksi maka gejala alergi lebih berat dan lebih hebat
  • Sehingga bila saat sakit infeksi virus atau saluran napas timbul sesak (asma), berak darah, kulit merah berlebihan, biduran. Maka biasanya seminggu sebelum sakit gejala alergi timbul lebih ringan tidak kita sadari
  • Sebenarnya kekambuhan asma dan gangguan alergi yang lebih berat saat sakit dapat dihindari bila saat sehat gangguan alergi yang ringan dapat dikenali dan dihindari.
  • Sayangnya gangguan alergi yang ringan tersebut penderita atau orangtua sering diabaikan dan tidak dikenali. Justru penderita alergi berobat ke dokter bukan saat alerginya timbul tetapi saat alerginya diperberat terpicu oleh infeksi virus atrau infeksi lainnya.
  • Bila alergi tidak terkendali akan mudah infeksi sedangkan infeksi memperberat alerginya. Sehingga jalan yang paling penting adalah kenali dan atasi hindari penyebab alergi saat dalam keadaan sehat. Penyebab alergi yang sering adalah debu dan makanan, tetapi bila terdapat gangguan sensitif saluran cerna biasanya penyebab utama adalah alergi  makanan.
  • Waspadai orangtua atau orang di rumah sering terdapat penderita infeksi berulang maka bila terdapat anak atau bayi juga akan sering terkena infeksi atau gejala alerginya akan lebih sering kambuh, karea infeksi akan memicu reaksi alergi yang ada. Keadaan seperti ini seringkali kita memvonis anak tertular sakit karena terteular di sekolah, tetapi sering tidak menyadari bahwa anda sebagai penyebab atau sumber infeksi yang menularkan pada anak atau bayi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s