Bagimana Membedakan Batuk Infeksi dan Batuk Alergi Pada Dewasa ?

wp-1511422881409..jpgBagimana Membedakan Batuk Infeksi dan Batuk Alergi Pada Dewasa ?

Infeksi memicu Timbulnya Gejala Alergi, Sebaliknya Alergi Membuat Mudah Infeksi

Selama ini banyak penderita alergi yang sering mengalami batuk pada dewasa  dalam berulang dan hilang timbul dalam jangka panjang selalu mengatakan bahwa gangguan tersebut karena alergi. Padahal tanpa disadari bahwa di antara gejala alergi tersebut juga mengalami infeksi saluran napas. Ternyata penderita alergi mudah terserang infeksi, sebaliknya saat infeksi menimbulkan gejala alerginya meningkat. Secara sepintas membedakan infeksi dan alergi mudah tetapi faktanya banyak penderita bahkan dokter sering mendiagnosis alergi sebagai infeksi atau sebaliknya infeksi dianggap sebagai alergi. Justru biasanya bila gejala alergi timbul tidak ke dokter karena gejalanya ringan. Penderita alergi berobat ke dokter karena gejala alerginya dipicu atau diperberat oleh infeksi, biasanya paling sering infeksi virus.

wp-1494982720122.

Tanda dan Gejala Alergi pada orang dewasa

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan Batuk (terutama malam hari dan pagi hari) lama dan berulang, BRONKITIS KRONIS, sesak(astma). Sering berdehem (batuk kecil)
1 Sistem Telinga Hidung Tenggorok Sering nyeri tenggorokkan, sering berdahak, pilek, bersin, hidung buntu, sinusitis, polip, “hidung bengkok”. Telinga gatal, nyeri atau berair.
2 Sistem Pembuluh Darah dan jantung Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada sering dikira HEART ATTACK LIKE SYMPTOMS, colaps (jatuh), pingsan, tekanan darah rendah, arhitmia (denyut jantung tidak teratur)
3 Sistem Pencernaan Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (tidak berak setiap hari), sering buang angin , sariawan, mulut berbau,
4 Kulit Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman, bekas hitam seperti digigit nyamuk, kulit timbul bercak putih (seperti panu), pernah alergi obat.
5 Sistem Saluran Kemih dan Genitalia Sering kencing terutama malam hari, nyeri kencing, vagina: keluar cairan, bengkak, kemerahan, nyeri, sakit bila berhubungan, KEPUTIHAN
6 Sistem Susunan Saraf Pusat Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (sering lupa hanya sesaat, nama orang, lupa menaruh barang ), floating (melayang), Gangguan Tidur (sulit tidur / insomnia, sering mimpi buruk (terutama bertemu binatang (ular, yang seram2), malam sering terbangun), susah konsentrasi, claustrophobia (takut ketinggian), depresi, sering merasa terasing atau sendiriPerilaku : impulsif (bicara berlebihan), sering terburu-buru,sering marah, mood swings
7 Sistem Hormonal Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), jerawat, endometriosis, Premenstrual Syndrome, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas seperti tak bertenaga), Hipoglycemia like syndrome (sering lemas tak bergairah/seperti kurang gula darah),Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, depresi, rambut rontok
8 Jaringan otot dan tulang Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri dada (heart attack like synptoms/gejala seperti sakit jantung), nyeri pinggang belakang, otot leher/bahu kaku, gerakan jalan terbatas/seperti pincang.
9 Gigi dan Mulut Sering nyeri gigi dan gusi terutama gigi belakang (tanpa gigi berlubang/sering dikira karena gigi geraham yang tumbuhnya miring / teeth impacted), sering sariawan luka dimulut..
10 Mata Sering mata gatal (sering menggosok mata), sering bintilan di mata, timbul warna hitam di bawah kelopak mata. mendadak tidak bisa baca, terasa kabur yang bersifat sementara (terutama saat hamil)

Tanda dan Gejala Infeksi

Infeksi yang dimaksud disini adalah bebagai serangan infeksi yang mengganggu tubuh baik berupa infeksi virus, bakteri atau infeksi lainnya. Paling sering di antaranya adalah infeksi virus. Infeksi ini berupa radang tenggorok (faringitis akut), Radang amandel (tosilitis akut), Infeksi saluran napas atau infeksi virus lainnya yang tidak khas. Gejala infeksi virus yang ringan inilah yang sering dialami oleh penderita dewasa. Gejala ringan, tidak khas dan cepat mmebaik ini sering dianggap gejala masuk angin, panas dalam atau kecapekan.

Tanda dan gejala umum infeksi virus yang di alami orang dewasa adalah :

  • Myalgia. Badan, otot dan tulang (khususnya tulang punggung, kaki dan tangan) ngilu dan nyeri. Gangguan ini oleh penderita sering dianggap karena kecapekan, kurang tidur atau masuk angin.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri tenggorokan, tenggorokan kering
  • Batuk ringan, bersin atau pilek. Kadang hanya terjadi dalam 1-2 hari kemudian membaik. keadaan ini sewring dianggap “mau flu tidak jadi”.
  • Mual atau muntah
  • Badan kedinginan, terasa hangat di muka dan kepala
  • Badan lesu

Infeksi dan Alergi

  • Infeksi dan alergi seringkali merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Pada penderita alergi yang tidak terkendali khususnya yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna (alergi atau hipersensitifitas saluran cerna) beresiko sering mengalami infeksi khususnya infeksi saluran napas.
  • Sebaliknya keadaan infeksi khususnya infeksi virus demam, batuk, pilek, muntaber dapat memicu gejala alergi semakin meningkat. Pada penderita alergi sering dianggap infeksi tetapi sebaliknya infeksi dianggap alergi. Banyak penderita sering pilek hilang timbul dalam jangka panjang.
  • Seringkali penderita merasa semua gangguan pileknya selama ini karena alergi. Tetapi bila dicermati ternyata penderita alergi mudah terserang flu. Memang dalam jangka pilek tersebut penderita mengalami alergi. Tetapi, dísela alergi tersebut mereka mudah terkena flu.

Penderita Alergi Mudah Terkena Infeksi

  • Pada penderita alergi yang tidak terkendali khususnya yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna (alergi atau hipersensitifitas saluran cerna) beresiko sering mengalami infeksi khususnya infeksi saluran napas. Hal ini terjadi karena mekanisme pertahanan tubuh sebagian besar terbentuk di saluran cerna. Bila gangguan cerna yang ringan terjadi terus menerus maka membuat penderita alergi mudah terkena infeksi virus. Infeksi virus tersebut ditandai dengan mudah radang tenggorok, badan linu, batuk, pilek dan kadang demam.
  • Bila infeksi sering dialami maka sering disebut Infeksi Berulang. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap terhadap terkenanya infeksi. Pada infeksi berulang ini terjadi yang berbeda dengan anak yang normal dalam hal kekerapan penyakit, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan.Kekerapan penyakit adalah frekuensi terjadinya penyakit dalam periode tertentu. Pada infeksi berulang terjadi bila terjadi infeksi lebih dari 8 kali dalam setahun atau bila terjadi infeksi 1-2 kali tiap bulan selama 6 bulan berturut-turut. Pada infeksi berulang biasanya didapatkan kerentanan dalam timbulnya gejala klinis suatu penyakit, khususnya demam. Bila terjadi demam sering sangat tinggi atau lebih 39oC.
  • Dengan penyakit yang sama anak lain mungkin hanya mengalami demam sekitar 38- 38,5oC. Biasanya penderita lebih beresiko mengalami pnemoni, mastoiditis, sepsis, osteomielitis, ensefalitis dan meningitis.

Infeksi Memicu Timbulnya Alergi

  • Infeksi khususnya infeksi virus demam, batuk, pilek, muntaber dapat memicu gejala alergi semakin meningkat. Infeksi bakteri, virus atau lainnya sering memicu timbulnya gejala alergi. Hal ini misalnya dapat dilihat saat anak demam tinggi misalnya karena faringitis akut (infeksi tenggorokan) sering disertai timbul gejala alergi lainnya seperti asma (sesak), mata bengkak, biduran, kulit timbul bercak merah, diare, muntah atau nyeri perut padahal yang infeksi adalah tenggorokan. Pada anak yang mengalami nyeri perut saat demam biasanya dalam keadaan sehatpun pernah mengalami riwayat sakit perut berulang. Demikian juga timbal diare, muntah, kulit timbul ruam saat demam, biasanya penderita memang punya riawayat saluran pencernaan atau kulit yang sensitif (alergi).Keadaan ini membuat pengenalan tanda, gejala alergi dan mencari penyebab alergi menjadi lebih rumit. Seringkali keadaan infeksi sebagai pemicu alergi ini tidak terdeteksi atau diabaikan. Sehingga seringkali terjadi kesalahan diagnosis memvonis penyebab alergi adalah susu, debu atau makanan tertentu. Hal ini juga sebagai penyebab tersering terjadi overdiagnosis alergi susu sapi pada bayi Ketika minum susu sapi selama 3-6 bulan tidak mengalami tanda dan gejala alergi. Teteapi setelah itu terdapat gangguan berak darah, gangguan kulit, batuk datau pilek dianggap karena alergi susu sapi.
  • Dalam keadaan demam tersebut biasanya penderita alergi tampak kelihatan lebih aktif, impulsif (banyak omong), hiperaktif, emosi meningkat dan lebih agresif. Hal inilah yang sering diasumsikan oleh orang tua kita dahulu bahwa bila anak demam atau sakit artinya karena mau pintar. Pendapat tersebut tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena memang pada penderita alergi bila sakit tampak peningkatan atau perubahan beberapa perilaku tersebut di atas. Hal ini diduga saat infeksi atau sakit terjadi gangguan saluran cerna sehingga stimulasi ke otak semakin meningkat sehingga gejala atau tampilan perilakun serta intelectual anak juga terdapat perubahan.Keadaan ini mengakibatkan sulit membedakan antara alergi dan infeksi. Secara sepintas membedakan alergi dan infeksi sangat mudah. Tetapi, faktanya banyak penderita bahkan dokter sering sulit membedakan antara alergi dan infeksi. Apalagi saat terkena infeksi tidak harus disertai demam.

Beda Infeksi atau Alergi

Secara sepintas atau secara teoritis tampaknya sangat mudah membedakan alergi atau infeksi. tetapi, fakta yang sering terjadi pnderita bahlkan dokter kadang sulit membedakan antara infeksi dan alergi. Hal ini terjadi karena infeksi tidak harus disertai demam. Pedoman umum yang lebih mudah untuk membedakan alergi dan infeksi adalah saat alergi gangguannya ringan, tetapi saat terkena infeksi gangguannya lebih berat dan luas.

 
MEMBEDAKAN BERAK DARAH KARENA INFEKSI SALURAN CERNA (amuba, shigela dll) ATAU KARENA HIPERSENSITIF SALURAN CERNA (DIPICU INFEKSI DI LUAR SALURAN CERNA seperti ISPA, ISK atau infeksi virus lainnya )
  • INFEKSI SALURAN CERNA (DISENTRI, AMUBA) : Saat hari pertama frekuensi darah dalam feses sedikit selanjutnya hari ke dua dan ke tiga sering dan bertambah banyak. Gangguan ini perlu antibiotika
  • Hipersensitif saluran cerna (dipicu infeksi di luar saluran cerna seperti demam, flu, batuk, pilek) : bila berak darah hanya timbul saat hari pertama dan saat hari ke dua dan ke tiga semakin berkurang dan membaik tanpa pemberian antibiotika. Gangguan ini tidak perlu antibiotika

END POINT

  • Bila saat sehat tanda dan gejala alergi tidak ada maka saat terkena infeksi gangguan alergi tidak timbul atau tidak akan lebih berat
  • Bila saat sehat timbul gejala alergi ringan maka saat terkena infeksi maka gejala alergi lebih berat dan lebih hebat
  • Sehingga bila saat sakit infeksi virus atau saluran napas timbul sesak (asma), berak darah, kulit merah berlebihan, biduran. Maka biasanya seminggu sebelum sakit gejala alergi timbul lebih ringan tidak kita sadari
  • Sebenarnya kekambuhan asma dan gangguan alergi yang lebih berat saat sakit dapat dihindari bila saat sehat gangguan alergi yang ringan dapat dikenali dan dihindari.
  • Sayangnya gangguan alergi yang ringan tersebut penderita atau orangtua sering diabaikan dan tidak dikenali. Justru penderita alergi berobat ke dokter bukan saat alerginya timbul tetapi saat alerginya diperberat terpicu oleh infeksi virus atrau infeksi lainnya.
  • Bila alergi tidak terkendali akan mudah infeksi sedangkan infeksi memperberat alerginya. Sehingga jalan yang paling penting adalah kenali dan atasi hindari penyebab alergi saat dalam keadaan sehat. Penyebab alergi yang sering adalah debu dan makanan, tetapi bila terdapat gangguan sensitif saluran cerna biasanya penyebab utama adalah alergi makanan.
  • Waspadai orangtua atau orang di rumah sering terdapat penderita infeksi berulang maka bila terdapat anak atau bayi juga akan sering terkena infeksi atau gejala alerginya akan lebih sering kambuh, karea infeksi akan memicu reaksi alergi yang ada. Keadaan seperti ini seringkali kita memvonis anak tertular sakit karena terteular di sekolah, tetapi sering tidak menyadari bahwa anda sebagai penyebab atau sumber infeksi yang menularkan pada anak atau bayi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s