Gangguan Hormonal Pada Bayi dengan Riwayat Alergi

wp-1495422068583.Gangguan Hormonal Pada Bayi dengan Riwayat Alergi

Gangguan hormonal yang menyertai pada penderita alergi  :

  • Jaringan kulit di sekitar daerah vagina, disebut labia, mungkin terlihat bengkak akibat paparan estrogen.
  • Terdapat cairan putih (discharge) dari vagina. Ini disebut leukorea fisiologis.
    Ada juga mungkin sejumlah kecil perdarahan dari vagina.
  • keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah,
  • Pembesaran payudara
  • Kerontokan rambut rontok
  • timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

Gangguan lain Yamg Menyertaiwp-1495422068583.

  • Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Saluran Napas HIPERAKKTIFITAS BRONKUS : Napas grok-grok,kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan ). Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah.
  • Hidung. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
  • Sering berkeringat (berlebihan)
  • Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan, berat berlebihan krn bayi sering menangis dianggap haus (haus palsu : sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang.). Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.
  • Pada usia setelah usia 6 bulan sebagian besar bayi dengan alergi dan hipersensitifitas saluran cerna bila tidak dikendalikan dengan baik sering mengalami kesulitan makan dan gangguan kenaikkan berat badan dan kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terkena sakit demam, batuk atau pilek. Dalam keadaan tersebut seringkali sulit dibedakan dengan gangguan TB paru.Sehingga bayi dengan alergi saluran cerna sering menerima overdiagnosis TB padahal bukan mengalami infeksi tersebut. Bila anak dengan alergi saluean cerna dengan gangguan kenaikkan berat badan didiagnosis TB sebaiknya dilakukan second opinion dengan dokter lainnya.

PERUBAHAN DAN GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI  PENDERITA ALERGI PADA BAYI

  • GANGGUAN NEURO FUNGSIONAL: Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN  Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.  Usia 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI)gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan.
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.
  • GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN  sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
  • Gangguan Oral Motor. Gangguan mengunyah menelan, Belum bisa makan yang berserat, seharusnya 9 bulan nasi tim tidak disaring belum bisa. Seharusnya setelah usia 1 tahun makan nasi tetapi belum bisa mengunyah., KETERLAMBATAN BICARA Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, , kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya  usia lebih 2 tahun membaik.
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti  ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). TETAPI ALERGI BUKAN PENYEBAB AUTISM ATAU ADHD

Referensi :

  • Roby RR, Richardson RH, Vojdani A.Hormone allergy. Am J Reprod Immunol. 2006 Apr;55(4):307-13.
  • Walling HW, Scupham RK. Autoimmune progesterone dermatitis. Case report with histologic overlap of erythema multiforme and urticaria. Int J Dermatol 2008; 47: 380-382.
  • Rasi A, Khatami A. Autoimmune progesterone dermatitis. Int J Dermatol 2004; 43: 588-590.
  • Dedecker F, Graesslin O, Quereux C, Gabriel R. Autoimmune progesterone dermatitis: a rare pathology. Eur J Obs Gynae Repro Biol 2005; 123: 117-124.
  • G. Balzano, S. Fuschillo, G. Melillo, and S. Bonini, “Asthma and sex hormones,” Allergy, vol. 56, no. 1, pp. 13–20, 2001
  • C. L. Haggerty, R. B. Ness, S. Kelsey, and G. W. Waterer, “The impact of estrogen and progesterone on asthma,” Annals of Allergy, Asthma and Immunology, vol. 90, no. 3, pp. 284–291, 2003
  • C. L. Haggerty, R. B. Ness, S. Kelsey, and G. W. Waterer, “The impact of estrogen and progesterone on asthma,” Annals of Allergy, Asthma and Immunology, vol. 90, no. 3, pp. 284–291, 2003

wp-1510726155282..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s