Susu Hipoalergenik Parsial Bukan untuk Penderita Alergi Susu Sapi

wp-1484753201178.jpgSusu Hipoalergenik Parsial Bukan untuk Penderita Alergi Susu Sapi

SAAT INI BAIK ORANG TUA ATAU KLINISI MASIH BANYAK YANG  MENGANGGAP BAHWA SUSU HIPOALERGINIK  SEPERTI SUSU NAN HA, ENFAMIL HA DAN NUTRILON HA ADALAH SUSU UNTUK PENDERITA ALERGI SUSU SAPI, PENDAPAT TERSEBUT SEBENARNYA ADALAH TIDAK BENAR

YANG BENAR : SUSU HIPOALERGENIK PARSIAL TERSEBUT BUKAN UNTUK PENDERITA ALERGI SUSU SAPI TETAPI UNTUK PENCEGAHAN ALERGI.

  • REKOMENDASI PEMBERIAN SUSU PROTEIN HIDROLISAT SEMPURNA (NEOCATE, PEPTI JUNIOR, PREGESTIMIL ) ATAU SUSU SOYA ADALAH UNTUK PENDERITA ALERGI SUSU SAPI YANG SUDAH MENDAPATKAN GEJALA ALERGI
  • SUSU HIDROLISAT SEBAGIAN ATAU PARSIAL SEPERTI NAN HA, ENFA HA DAN NUTRILION HA ADALAH UNTUK PENCEGAHAN ALERGI BUKAN UNTUK PENDERITA ALERGI SUSU SAPI. Pencegahan alergi artinya bayi yang sudah terpapar protein susu sapi tapi belum mengalami manifestasialergi kembali diberi ASI atau ganti mengonsumsi susu hipoalergenik. Di usia batita, anak perlu diperkenalkan dengan susu sapi agar sistem metabolisme tubuhnya mengenal protein susu sapi dan secara perlahan toleran terhadap susu sapi formula biasa.
  • MINUM SUSU HIPOLERGENIK PARSIAL BUKN BERARTI ALERGI SUSU SAPI

Latar Belakang

  • Dalam beberapa dekade belakangan ini prevalensi dan perhatian terhadap alergi susu sapi semakin meningkat. Susu sapi sering dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi.
  • Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada anak yang paling sering dan paling awal dijumpai dalam kehidupannya. Alergi susu sapi adalah suatu penyakit yang berdasarkan reaksi imunologis yang timbul sebagai akibat pemberian susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi.
  • Deteksi dan pencegahan alergi susu sapi harus dilakukan dengan cermat sejak dini. Pitfall diagnosis alergi susu sapi sering dialami karena gejalanya mirip gejala reaksi simpang  komponen susu sapi formula dan pengaruh diet ibu saat pemberian ASI.
  • Saat ini seringkali didapatkan setiap anak mengalami gejala alergi dianggap mengalami alergi susu sapi dan diganti dengan susu hipoalergenik parsial

PENCEGAHAN ALERGI SUSU SAPIwp-1484786330546.jpg

  • Pencegahan terjadinya alergi susu sapi harus dilakukan sejak dini. Hal ini terjadi saat sebelum timbul sensitisasi terhadap protein susu sapi, yaitu sejak intrauterin. Penghindaran harus dilakukan dengan pemberian susu sapi hipoalergenik yaitu susu sapi yang dihidrolisis parsial untuk merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari. Bila sudah terjadi sensitisasi terhadap protein susu sapi atau sudah terjadi manifestasi penyakit alergi, maka harus diberikan susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi misalnya susu kacang kedele.
  • Alergi susu sapi yang sering timbul dapat memudahkan terjadinya alergi makanan lain di kemudian hari bila sudah terjadi kerusakan saluran cerna yang menetap. Pencegahan dan penanganan yang baik dan berkesinambungan  sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya alergi makanan yang lebih berta dikemudian hari..Tindakan pencegahan alergi susu sapi juga hampir sama seperti yang dilakukan pada alergi lainnya. Secara umum tindakan pencegahan alergi susu sapi dilakukan dalam 3 tahap yaitu:
  • Pemberian ASI ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi, tetapi harus diperhatikan diet ibu saat menyusui Selain itu juga disertai tindakan lain misalnya pemberian imunomodulator, Th1-immunoajuvants, probiotik. Tindakan ini bertujuan mengurangi dominasi sel limfosit Th2, diharapkan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan.
  • Pemberian susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi. Pemberian obat pencegahan seperti setirizin, imunoterapi, imunomodulator tidak direkomendasikan karena secara klinis belum terbukti bermanfaat.
  • Penghindaran susu sapi harus dikerjakan sampai terjadi toleransi sekitar usia 2-3 tahun sehingga harus diberikan susu pengganti formula soya atau susu sapi hidrolisat sempurna dan makanan padat bebas susu sapi dan produk susu sapi
  • Pemberian susu adalah merupakan masalah yang tersendiri pada penderita alergi susu sapi. Untuk menentukan penderita alergi susu sapi pilihan utama adalah susu ektensif hidrolisat. Tetapi beberapa penderita juga bisa toleran terhadap susu soya. Beberapa bayi dengan gejala alergi yang ringan dapat mengkonsumsi susu hodrolisat parsial. Meskipun sebenarnya susu ini untuk pencegahan alergi bukan untuk pengobatan.

Pencegahan primer

  • Dilakukan sebelum terjadi sensitisasi. Saat penghindaran dilakukan sejak pranatal pada janin dari keluarga yang mempunyai bakat atopik. Penghindaran susu sapi berupa pemberian susu sapi hipoalergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, supaya dapat merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari karena masihmengandung sedikit partikel susu sapi, misalnya dengan merangsang timbulnya IgG blocking agent. Tindakan pencegahan ini juga dilakukan terhadap makanan penyebab alergi lain serta penghindaran asap rokok. Meskipun demikian AAAI hanya merekomendasikan penghondaran [pemberian kacang-kacangan selama kehamilan.

Pencegahan sekunder

  • Dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi belum timbul manifestasi penyakit alergi. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan IgE spesifik dalam serum atau darah talipusat, atau dengan uji kulit. Saat tindakan yang optimal adalah usia 0 sampai 3 tahun. Penghindaran susu sapi dengan cara pemberian susu sapi non alergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis sempurna, atau pengganti susu sapi misalnya susu kedele supaya tidak terjadi sensitisasi lebih lanjut hingga terjadi manifestasi penyakit alergi..
  • Pemberian ASI ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi, tetapi harus diperhatikan diet ibu saat menyusui Selain itu juga disertai tindakan lain misalnya pemberian imunomodulator, Th1-immunoajuvants, probiotik. Tindakan ini bertujuan mengurangi dominasi sel limfosit Th2, diharapkan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan.

Pencegahan tersier

  • Dilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit alergi yang masih dini misalnya dermatitis atopik atau rinitis tetapi belum menunjukkan gejala alergi yang lebih berat seperti asma. Saat tindakan yang optimal adalah pada usia 6 bulan sampai 4 tahun.

Daftar Pustaka

  • Flinterman AE, Knulst AC, Meijer Y, et al. Acute allergic reactions in children with AEDS after prolonged cows’ milk elimination diets. Allergy 2006; 61: 370–4.[CrossRef][Medline]
  • Hill DJ, Firer MA, Shelton MJ, et al. Manifestations of milk allergy in infancy: clinical and immunologic findings. J Pediatr 1986; 109: 270–6.[CrossRef][Medline]
  • Ewing WM, Allen PJ. The diagnosis and management of cow milk protein intolerance in the primary care setting. Pediatr Nurs 2005; 31: 486–93.[Medline]
  • de Boissieu D, Dupont C. Allergy to extensively hydrolysed cows’ milk proteins in infants: safety and duration of amino acid-based formula. J Pediatr 2002; 141: 271–3.[CrossRef][Medline]
  • Bahna SL. Cows’ milk allergy versus cow milk intolerance. Ann Allergy Asthma Immunol 2002; 89(Suppl 1): 56–60.[Medline]
  • Sicherer SH, Noone SA, Koerner CB, et al. Hypoallergenicity and efficacy of an amino acid-based formula in children with cows’ milk and multiple food hypersensitivities. J Pediatr 2001; 138: 688–93.[CrossRef][Medline]
  • Restani P, Gaiaschi A, Plebani A, et al. Cross-reactivity between milk proteins from different animal species. Clin Exp Allergy 1999; 29: 997–1004.[CrossRef][Medline]
  • Spuergin P, Walter M, Schiltz E, et al. Allergenicity of alpha-caseins from cow, sheep, and goat. Allergy 1997; 52: 293–8.[CrossRef][Medline]
  • Agostoni C, Axelsson I, Goulet O, et al. Soy protein infant formulae and follow-on formulae: a commentary by the ESPGHAN Committee on Nutrition. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2006; 42: 352–61.[CrossRef][Medline]
  • Nowak-Wegrzyn A, Sampson HA, Wood RA, et al. Food protein-induced enterocolitis syndrome caused by solid food proteins. Pediatrics 2003; 111: 829–35.[Abstract/Free Full Text]
  • Host A. Frequency of cow’s milk allergy in childhood. Ann Allergy Immunol 2002; 89(Suppl 1): 33–7.[Medline]
  • Klemola T, Vanto T, Juntunen-Backman K, et al. Allergy to soy formula and to extensively hydrolyzed whey formula in infants with cows’ milk allergy: a prospective, randomized study with a follow-up to the age of 2 years. J Pediatr 2002; 140: 219–24.[CrossRef][Medline]
  • Vanto T, Juntunen-Backman K, Kalimo K, et al. The patch test, skin prick test, and serum milk-specific IgE as diagnostic tools in cows’ milk allergy in infants. Allergy 1999; 54: 837–42.[CrossRef][Medline]
  • Shek LP, Soderstrom L, Ahlstedt S, et al. Determination of food specific IgE levels over time can predict the development of tolerance in cows’ milk and hen’s egg allergy. J Allergy Clin Immunol 2004; 114: 387–91.[CrossRef][Medline]
  • Saarinen KM, Pelkonen AS, Makela MJ, et al. Clinical course and prognosis of cows’ milk allergy are dependent on milk-specific IgE status. J Allergy Clin Immunol 2005; 116: 869–75.[CrossRef][Medline]
  • Host A, Koletzko B, Dreborg S, et al. Dietary products used in infants for treatment and prevention of food allergy. Arch Dis Child 1999; 81: 80–4.[Free Full Text]
  • American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition. Hypoallergenic infant formulas. Pediatrics 2000; 106: 346–9.[Abstract/Free Full Text]
  • Isolauri E, Tahvanainen A, Peltola T, et al. Breast-feeding of allergic infants. J Pediatr 1999; 134: 27–32.[CrossRef][Medline]
  • Isolauri E, Sutas Y, Salo MK, et al. Elimination diet in cows’ milk allergy: risk for impaired growth in young children. J Pediatr 1998; 132: 1004–9.[CrossRef][Medline]
  • and unhomogenized milk. Clin Exp Allergy 1990; 20: 383–7.[CrossRef][Medline]
  • Giampietro PG, Kjellman NIM, Oldaeus G, et al. Hypoallergenicity of an extensively hydrolyzed whey formula. Pediatr Allergy Immunol 2001; 12: 83–6.[CrossRef][Medline]
  • Vanderhoof JA, Murray ND, Kaufman SS, et al. Intolerance to protein hydrolysate infant formulas: an underrecognized cause of gastrointestinal symptoms in infants. J Pediatr 1997; 131: 658–60.[Medline]
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s