Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik

Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifik

Respons imun nonspesifik dini yang penting terhadap virus dan bakteri  berupa sekresi sitokin yang diperlukan untuk fungsi banyak sel efektor. Interaksi antigen dan makrofag dan yang menimbulkan aktivasi Th menimbulkan pelepasan sejumlah sitokin dan menimbulkan jaring interaksi kompleks dalam respons imun.

Peran Sitokin dalam Imunitas nonspesifikwp-1465431796241.jpg
  • TNF (Tumor Necrosis Factor) TNF merupakan sitokin utama pada respons inflamasi akut terhadap bakteri negatif-gram dan mikroba lain. Infeksi yang berat dapat memicu produksi TNF dalam  jumlah besar yang menimbulkan reaksi sistemik . TNF disebut TNF-α atas dasar historis dan untuk membedakannya dari TNFβ atau limfotoksin. Sumber utama TNF adalah fagosit mononuklear dan sel T yang diaktifkan antigen, sel NK dan sel mast. Pada kadar rendah, TNF bekerja terhadap leukosit dan endotel, menginduksi inflamasi akut. Pada kadar sedang, TNF berperan dalam inflamasi sistemik. Pada kadar tinggi, TF menimbulkan kelainan patologik syok septik.
  • IL-1 Fungsi utama IL-1 adalah sama dengan TNF, yaiu mediator inflamasi yang merupakan respons terhadap infeksi dan rangsangan lain. Bersama TNF berperan  pada imunitas nonspesifik. Sumber utama IL-1 juga sama dengan TNF yaitu fagosit mononuklear yang diaktifkan.
  • Il-6 IL-6 berfungsi dalam imunitas nonspesifik, diproduksi fagosit mononuklear, sel endotel vaskular, fibroblas dan sel lain sebagai respons terhadap mikroba dan sitokin lain. Dalam imunitas nonspesifik, IL-6 merangsang hepatosit untuk memproduksi APP dan bersama CSF merangsang progenitor di sumsum tulang untuk memproduksi neutrofil. Dalam imunitas spesifik, IL-6 merangsang pertumbuhan dan diferensiasi sel B menjadi sel mast yang memproduksi antibodi.
  • IL-10  IL-10 merupakan inhibitor makrofag dan sel dendritik yang berperan dalam mengontrol reaksi imun nonspesifik dan imun selular. IL-10 diproduksi terutama oleh makrofag yang diaktifkan. IL-10 mencegah produksi IL-12 oleh makrofag dan sel dendritik yang diaktifkan. IL-10 mencegah ekspresi kostimulatori molekul MHC-II  pada makrofag dan sel dendritik.
  • IL-12 IL-12 merupakan mediator utama imunitas nonspesifik dini terhadap mikroba intraselular dan merupakan induktor kunci dalam imunitas selular spesifik terhadap mikroba. Sumber utama IL-12 adalah fagosit mono nuklear dan sel dendritik yang diaktifkan.
  • IFN tipe I IFN tipe I (IFN-α dan IFNβ) berperan dalam imunitas nonspesifik dini padainfeksi virus. Nama interferon berasal dari kemampuannya dalam intervensi infeksi virus. Efek IFN tipe I adalh proteksi terhadap infeksi virus dan meningkatkan imunitas selular terhadap mikroba intraselular. IFN tipe I mencegah replikasi virus, meningkatkan ekspresi molekul MHC-I, merangsang perkembangan Th1, mencegah  proliferasi banyak jenis sel antara lain limfosit in vitro. IFN tipe I diproduksi oleh sel terinfeksi virus dan makrofag. Interferon adalah sitokin berupa glikoprotein yang diproduksi makrofag yang diaktifkan, sel NK dan  berbagai sel tubuh yang mengandung nukleus dan dilepas sebagai respons terhadap infeksi virus. IFN mempunyai sifat antivirus dan dapat menginduksi sel-sel sekitar sel yang terinfeksi virus menjadi resisten terhadap virus.
  • IL-15 IL-15 diproduksi fagosit mononuklear dan mungkin jenis sel lain sebagai respons terhadap infeksi virus, LPS dan sinyal lain yang memacu imunitas nonspesifik. IL-15 merupakan faktor pertumbuhan dan faktor hidup terutama untuk sel CD8+yang hidup lama.
  • IL-18 IL-18 memiliki stuktur yang homolog dengan IL-1, namun mempunyai efek yang berlainan. IL-18 diproduksi makrofag sebagai respons terhadap LPS dan produk mikroba lain, merangsang sel NK dan sel T untuk memproduksi IFN-γ. Jadi IL-18 adalah induktor imunitas selular bersama IL-21.
  • IL-19, IL-20, IL-22, IL-23, IL-24 Beberapa sitokin lain telah dapat diidentifikasi dan diketahui sebagai homolog dengan IL-10. Diduga sitokin-sitokin ini berperan pada inflamasi kulit. Fungsi IL-19  belum diketahui secara jelas. IL-21 homolog dengan IL-15, merangsang proliferasi sel  NK. IL-23 serupa dengan IL-12, dapat merangsang respons imun selular.
  • Sitokin lain Interleukin lain seperti : IL-25, IL-26, IL-27, IL-28, IL-29, IL-30, IL-31, IL-32, BCAF dan sebagainya
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s